Kamis, 23 Maret 2017 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Helikopter Mendadak Mendarat, Susi Air : Sudah Sesuai SOP

Helikopter Mendadak Mendarat, Susi Air : Sudah Sesuai SOP

Reporter : Fadilah | Senin, 10 Oktober 2016 - 16:36 WIB

IMG-17730

Helikopter Menteri Susi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Corporate Secretary Susi Air, Kris Ingram mengatakan pendaratan darurat (emergency) helikopter yang ditumpangi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti di lapangan sepak bola Banyu Urip, Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu (9/10/2016) kemarin sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Jadi sama sekali tidak mengalami keeusakan, (pemberitaan) yang menyatakan Emergency Landing sesuatu yang identik pada kerusakan mesin ini tidak benar,” tegasnya di Jakarta, Senin, (10/10/2016).

Dia menjelaskan pendaratan yang dilakukan di Temanggung tersebut sebenarnya merupakan suatu tindakan pengalihan (Divert) penerbangan dari bandara tujun awal yakni Bandara Adisoetjipto, Yogyakarta.

“Adapun keputusan pilot untuk melakukan divert (pengalihan) penerbangan dari Karimunjawa hingga mendarat di Temanggung itu memang karena cuaca buruk,” katanya.

Untuk itu lanjutnya mau tidak mau pilot langsung meminta pendapat penumpang untuk pengambilan keputusan pendaratan alternatif yang tidak sesuai dengan bandara tujuan awal.

“Meskipun kemampuan mendaratnya di lapangan bola sekalipun,” tandasnya.

Sebagai informasi helikopter yang ditumpangi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendarat darurat di lapangan sepak bola Banyuurip, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu, (9/10/2016) sore. Kunjungan Susi yang tiba-tiba itu sontak mengagetkan lantaran tengah ada pertandingan bola di lapangan itu.

Susi bersama rombongan berjumlah enam orang lainnya baru saja menempuh perjalanan dari Karimunjawa. Sedianya Menteri Susi akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi International Fishcrime Symposium di Yogyakarta.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...