Kamis, 19 Januari 2017 | 15.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Helikopter Mendadak Mendarat, Susi Air : Sudah Sesuai SOP

Helikopter Mendadak Mendarat, Susi Air : Sudah Sesuai SOP

Reporter : Fadilah | Senin, 10 Oktober 2016 - 16:36 WIB

IMG-17730

Helikopter Menteri Susi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Corporate Secretary Susi Air, Kris Ingram mengatakan pendaratan darurat (emergency) helikopter yang ditumpangi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti di lapangan sepak bola Banyu Urip, Temanggung, Jawa Tengah pada Minggu (9/10/2016) kemarin sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Jadi sama sekali tidak mengalami keeusakan, (pemberitaan) yang menyatakan Emergency Landing sesuatu yang identik pada kerusakan mesin ini tidak benar,” tegasnya di Jakarta, Senin, (10/10/2016).

Dia menjelaskan pendaratan yang dilakukan di Temanggung tersebut sebenarnya merupakan suatu tindakan pengalihan (Divert) penerbangan dari bandara tujun awal yakni Bandara Adisoetjipto, Yogyakarta.

“Adapun keputusan pilot untuk melakukan divert (pengalihan) penerbangan dari Karimunjawa hingga mendarat di Temanggung itu memang karena cuaca buruk,” katanya.

Untuk itu lanjutnya mau tidak mau pilot langsung meminta pendapat penumpang untuk pengambilan keputusan pendaratan alternatif yang tidak sesuai dengan bandara tujuan awal.

“Meskipun kemampuan mendaratnya di lapangan bola sekalipun,” tandasnya.

Sebagai informasi helikopter yang ditumpangi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mendarat darurat di lapangan sepak bola Banyuurip, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu, (9/10/2016) sore. Kunjungan Susi yang tiba-tiba itu sontak mengagetkan lantaran tengah ada pertandingan bola di lapangan itu.

Susi bersama rombongan berjumlah enam orang lainnya baru saja menempuh perjalanan dari Karimunjawa. Sedianya Menteri Susi akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi International Fishcrime Symposium di Yogyakarta.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...