Kamis, 30 Maret 2017 | 15.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Muhammadiyah: Demi Pancasila dan Kebhinekaan, Kasus Ahok Harus Diusut Tuntas

Muhammadiyah: Demi Pancasila dan Kebhinekaan, Kasus Ahok Harus Diusut Tuntas

Selasa, 11 Oktober 2016 - 09:28 WIB

IMG-17739

Ahok. (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Permintaan maaf Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok disambut baik Angkatan Muda Muhammadiyah, selaku pihak yang melaporkan Ahok terkait penistaan agama.

Namun permintaan maaf tersebut tidak lantas Angkatan Muda Muhammadiyah juga melepas persoalan hukum yang dilaporkannya bahkan proses hukum harus berlanjut.

“Persoalan Ahok telah meminta maaf silakan saja, itu langkah baik,” ujar Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, dalam keterangan persnya, Senin (10/10/2016) malam tadi.

Dikatakannya, hal ini demi keadilan hukum dan untuk menjaga wibawa hukum, sekaligus pelajaran bagi semua orang agar hati-hati dalam mengeluarkan pernyataannya, apalagi seorang pejabat publik.

“Hal ini juga demi menjaga Pancasila, kebhinekaan dan keharmonisan di NKRI tercinta ini,” tegasnya.

Karena itu, AMM berharap penyidik Polda Metro Jaya segera memanggil Ahok untuk diperiksa sebagai terlapor. Kemudian melanjutkan proses hukum sesuai dengan prosedur yang benar dengan seadil-adilnya dan sejujur-jujurnya.

“Jika Ahok merasa itu salah, sudah sepatutnya ia mendapatkan hukuman dengan cara yang sesuai dengan KUHAP dan pasal yang tertulis di 156A KUHP,” ucapnya.

Ditambahkannya, dalam proses penegakan hukum (law enforcement) tidak mengenal istilah permintaan maaf sebagai alasan penghapusan pidana. Karena itu permintaan maaf cagub incumbent tersebut tidak dapat menggugurkan proses hukum yang berlangsung.

Lagi pula, dia menambahkan, apa gunanya proses hukum yang ada di dalam KUHAP kalau setiap orang yang dianggap melanggar aturan meminta maaf dan prosesnya selesai.

“Sehingga walaupun Ahok minta maaf, kami akan tetap mengawal dan menjaga proses hukum ini dan kami sudah menyiapkan saksi dan ahli terkait laporan kami,” tegasnya.

Karena pada akhirnya, hakim yang akan menutuskan nasib Ahok. “Maka putusan dari ketok palu sang hakim lah yang dapat menyatakan Ahok bersalah atau tidak,” demikian Pedri.

Selain Pedri, AMM lainnya yang ikut melaporkan Ahok adalah Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Muhammad Solihin, Ketua PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Khairul Sakti Lubis yang turut didampingi penasehat hukum, Riesqi Rahmadiansyah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...