Minggu, 26 Februari 2017 | 21.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Reporter : Dian | Selasa, 11 Oktober 2016 - 12:05 WIB

IMG-17745

Uang Palsu. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengatakan, pihaknya akan bertolak ke Denpasar Bali untuk memeriksa napi berinisial AH yang diduga menjadi otak dari kasus pembuatan dan perdearan uang palsu.

“Penyidik mau ke Denpasar hari ini untuk memeriksa AH. Dia otak kasus peredaran uang palsu di Ungaran, Jawa Tengah. ” ujar Setya di Mabes Polri Jakarta, Selasa (11/10).

Menurut Setya, AH sendiri dipenjara karena kasus yang sama yakni uang palsu. Dalam kasus ini, AH memerintahkan anak kandunganya (S) untuk membuat uang palsu di kontrakanya di wilayah Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. P

olisi telah menangkap S berserta tiga tersangkah lainya yaitu H, Y, dan M yang berperan dalam membantu pembuatan dan pengedaran uang palsu.

Keempat tersangka ditangkap secara berurutan dari Kamis (6/10/2016) hingga hari jumat (7/10/2016) dinihari di lokasi yang berbeda di Semarang dan sekitarnya.

Dalam pengusutan ini, penyidik telah menggeledah kontrakan S dan menemukan bukti alat pembuat uang plasu seperti Sablon, alat cetak, printer hingga alat pemotong. Penyebaran uang palsu sendiri telah menyebar kesepuluh provinsi.

“Penyebaranya sudah kesepuluh provinsi,” ujar Setya.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni Banten, DKI Jakarta, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Lampung dan Sumatera Selatan.

Setya menambahkan, komplotan tersebut sudah melakukan aksinya selama empat tahun. Dari empat tahun tersebut telah menghasilkan uang palsu pecahan seratus ribu dengan nilai mencapai dua miliar.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 UU Nomkr 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jokowi-Turnbull Sepakat Saling Hormati Integritas Wilayah
- Minggu, 26 Februari 2017 - 12:36 WIB

Jokowi-Turnbull Sepakat Saling Hormati Integritas Wilayah

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyepakati untuk saling menghormati integritas wilayah dan tidak mencampuri urusan dalam negeri ...
Ini Nasehat Menag dan MUI Banyaknya Ajakan Tak Sholatkan Jenazah Pendukung Penista Agama
Peristiwa - Minggu, 26 Februari 2017 - 11:59 WIB

Ini Nasehat Menag dan MUI Banyaknya Ajakan Tak Sholatkan Jenazah Pendukung Penista Agama

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh peri ...
Memalukan, Anggota DPRD Mengaku Bawa Bom di Manado
Nasional - Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:37 WIB

Memalukan, Anggota DPRD Mengaku Bawa Bom di Manado

Penumpang pesawat Wings Air IW-1162 rute Manado-Melonguane, Joutje Adam membuat masalah. Karenanya, Otoritas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara terpaksa ...
Freeport Lakukan Perampokan Alam Secara Legal
Nasional - Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:13 WIB

Freeport Lakukan Perampokan Alam Secara Legal

Pengamat Energi Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi mengatakan sudah saatnya pemerintah Indonesia menghentikan kerjasama dengan PT Freeport Indonesia di Timika, ...
Raja Arab Dijadwalkan Singgah, Masjid Istiqlal Bakal Disterilkan
Peristiwa - Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:55 WIB

Raja Arab Dijadwalkan Singgah, Masjid Istiqlal Bakal Disterilkan

Selain ke Bali dan Lombok Raja Arab, Raja Salman bin Abdulaziz juga dijadwalkan akan singgah di Masjid Istiqlal Jakarta.Raja Salman ...
Waduh, Jokowi Didemo Anak Sekolah, Kenapa?
Pendidikan - Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:29 WIB

Waduh, Jokowi Didemo Anak Sekolah, Kenapa?

Demo dilakukan mahasiswa mungkin biasa terlihat. Namun, kali ini peserta demo adalah pelajar dari beberapa kota di sekitar Jakarta.Tak tanggung-tanggung, ...