Rabu, 24 Mei 2017 | 01.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Reporter : Dian | Selasa, 11 Oktober 2016 - 12:05 WIB

IMG-17745

Uang Palsu. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengatakan, pihaknya akan bertolak ke Denpasar Bali untuk memeriksa napi berinisial AH yang diduga menjadi otak dari kasus pembuatan dan perdearan uang palsu.

“Penyidik mau ke Denpasar hari ini untuk memeriksa AH. Dia otak kasus peredaran uang palsu di Ungaran, Jawa Tengah. ” ujar Setya di Mabes Polri Jakarta, Selasa (11/10).

Menurut Setya, AH sendiri dipenjara karena kasus yang sama yakni uang palsu. Dalam kasus ini, AH memerintahkan anak kandunganya (S) untuk membuat uang palsu di kontrakanya di wilayah Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. P

olisi telah menangkap S berserta tiga tersangkah lainya yaitu H, Y, dan M yang berperan dalam membantu pembuatan dan pengedaran uang palsu.

Keempat tersangka ditangkap secara berurutan dari Kamis (6/10/2016) hingga hari jumat (7/10/2016) dinihari di lokasi yang berbeda di Semarang dan sekitarnya.

Dalam pengusutan ini, penyidik telah menggeledah kontrakan S dan menemukan bukti alat pembuat uang plasu seperti Sablon, alat cetak, printer hingga alat pemotong. Penyebaran uang palsu sendiri telah menyebar kesepuluh provinsi.

“Penyebaranya sudah kesepuluh provinsi,” ujar Setya.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni Banten, DKI Jakarta, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Lampung dan Sumatera Selatan.

Setya menambahkan, komplotan tersebut sudah melakukan aksinya selama empat tahun. Dari empat tahun tersebut telah menghasilkan uang palsu pecahan seratus ribu dengan nilai mencapai dua miliar.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 UU Nomkr 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...
Besok, Tim Advokasi Ormas Islam Laporkan Fitnah
Nasional - Selasa, 23 Mei 2017 - 20:42 WIB

Besok, Tim Advokasi Ormas Islam Laporkan Fitnah

Besok Tim Advokasi dan Perwakilan Ormas Islam Laporkan 3 Penyebar Fitnah Percakapan Habib Rizieq Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus kuasa hukum ...
Awasi Pendistribusian Daging Celeng
Ekonomi - Selasa, 23 Mei 2017 - 19:17 WIB

Awasi Pendistribusian Daging Celeng

Pemerintah Kota Bekasi dan instansi kepolisian, diminta untuk menjaga keamanan pendistribusian daging babi atau celeng di pasar tradisional maupun modern.Mewakili ...