Sabtu, 24 Juni 2017 | 05.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Reporter : Dian | Selasa, 11 Oktober 2016 - 12:05 WIB

IMG-17745

Uang Palsu. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengatakan, pihaknya akan bertolak ke Denpasar Bali untuk memeriksa napi berinisial AH yang diduga menjadi otak dari kasus pembuatan dan perdearan uang palsu.

“Penyidik mau ke Denpasar hari ini untuk memeriksa AH. Dia otak kasus peredaran uang palsu di Ungaran, Jawa Tengah. ” ujar Setya di Mabes Polri Jakarta, Selasa (11/10).

Menurut Setya, AH sendiri dipenjara karena kasus yang sama yakni uang palsu. Dalam kasus ini, AH memerintahkan anak kandunganya (S) untuk membuat uang palsu di kontrakanya di wilayah Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. P

olisi telah menangkap S berserta tiga tersangkah lainya yaitu H, Y, dan M yang berperan dalam membantu pembuatan dan pengedaran uang palsu.

Keempat tersangka ditangkap secara berurutan dari Kamis (6/10/2016) hingga hari jumat (7/10/2016) dinihari di lokasi yang berbeda di Semarang dan sekitarnya.

Dalam pengusutan ini, penyidik telah menggeledah kontrakan S dan menemukan bukti alat pembuat uang plasu seperti Sablon, alat cetak, printer hingga alat pemotong. Penyebaran uang palsu sendiri telah menyebar kesepuluh provinsi.

“Penyebaranya sudah kesepuluh provinsi,” ujar Setya.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni Banten, DKI Jakarta, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Lampung dan Sumatera Selatan.

Setya menambahkan, komplotan tersebut sudah melakukan aksinya selama empat tahun. Dari empat tahun tersebut telah menghasilkan uang palsu pecahan seratus ribu dengan nilai mencapai dua miliar.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 UU Nomkr 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Gagal Diakusisi, Seluruh Gerai 7-Eleven Resmi Tutup
Ekonomi - Sabtu, 24 Juni 2017 - 04:43 WIB

Gagal Diakusisi, Seluruh Gerai 7-Eleven Resmi Tutup

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memastikan tidak mengakuisisi semua gerai 7-eleven (sevel) yang dimiliki oleh PT Modern Sevel Indonesia, ...
Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa
Hukum - Jumat, 23 Juni 2017 - 21:42 WIB

Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo resmi ditetapkan sebagai tersangka lantaran SMS yang dikirimkan kepada jaksa Yulianto diduga mengandung unsur ancaman. ...
Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina
Politik - Jumat, 23 Juni 2017 - 20:41 WIB

Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina

Ribuan massa dari Voice of Palestine, Garda Suci Merah Putih dan Solidaritas Muslimin Indonesia untuk Al-Quds mendatangi Kedutaan Besar Amerika ...
Jalanan Jakarta Mulai Lengang
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 17:18 WIB

Jalanan Jakarta Mulai Lengang

Ibukota Jakarta tak lagi sesumpek biasanya. Setiap tahun menjelang Lebaran, puluhan bahkan ratusan ribu orang pergi menuju kampung halaman untuk berkumpul ...
Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 16:36 WIB

Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun

Polisi menyebutkan selama Ramadhan, angka kriminalitas cukup mengalami penurunan hingga antara 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk arus ...
Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 10:56 WIB

Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik

Presiden Jokowi yang direncakan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah di Jakarta turut mengucapkan selamat mudik kepada masyarakat ...