Rabu, 25 April 2018 | 03.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Bareskrim Polri Periksa Tersangka Pengedar Uang Palsu

Reporter : Dian | Selasa, 11 Oktober 2016 - 12:05 WIB

IMG-17745

Uang Palsu. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya, mengatakan, pihaknya akan bertolak ke Denpasar Bali untuk memeriksa napi berinisial AH yang diduga menjadi otak dari kasus pembuatan dan perdearan uang palsu.

“Penyidik mau ke Denpasar hari ini untuk memeriksa AH. Dia otak kasus peredaran uang palsu di Ungaran, Jawa Tengah. ” ujar Setya di Mabes Polri Jakarta, Selasa (11/10).

Menurut Setya, AH sendiri dipenjara karena kasus yang sama yakni uang palsu. Dalam kasus ini, AH memerintahkan anak kandunganya (S) untuk membuat uang palsu di kontrakanya di wilayah Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. P

olisi telah menangkap S berserta tiga tersangkah lainya yaitu H, Y, dan M yang berperan dalam membantu pembuatan dan pengedaran uang palsu.

Keempat tersangka ditangkap secara berurutan dari Kamis (6/10/2016) hingga hari jumat (7/10/2016) dinihari di lokasi yang berbeda di Semarang dan sekitarnya.

Dalam pengusutan ini, penyidik telah menggeledah kontrakan S dan menemukan bukti alat pembuat uang plasu seperti Sablon, alat cetak, printer hingga alat pemotong. Penyebaran uang palsu sendiri telah menyebar kesepuluh provinsi.

“Penyebaranya sudah kesepuluh provinsi,” ujar Setya.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni Banten, DKI Jakarta, jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Lampung dan Sumatera Selatan.

Setya menambahkan, komplotan tersebut sudah melakukan aksinya selama empat tahun. Dari empat tahun tersebut telah menghasilkan uang palsu pecahan seratus ribu dengan nilai mencapai dua miliar.

Atas perbuatanya, para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 UU Nomkr 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...