Kamis, 30 Maret 2017 | 15.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ketum PSI: Mendirikan Parpol Baru Itu Tidak Mudah, Kami Bersyukur Lolos

Ketum PSI: Mendirikan Parpol Baru Itu Tidak Mudah, Kami Bersyukur Lolos

Selasa, 11 Oktober 2016 - 14:53 WIB

IMG-17756

PSI lolos verifikasi. (Kininews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya resmi sebagai partai politik pendatang baru yang lolos verifikasi badan hukum oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Jum’at (7/10/2016) lalu, dari lima parpol yang mendaftar di Kemenkumham.

Selanjutnya, terget parpol yang didominasi pengurusnya anak muda ini akan mempersiapkan tahap berikutnya, yakni persiapan verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Verifikasi KPU ini menjadi prasyarat terakhir bagi PSI sebelum akhirnya nanti bisa mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalia mengaku persyaratan mendirikan partai politik bukanlah hal yang mudah dengan syarat-syarat seperti wajib memiliki kepengurusan di 34 provinsi, minimal 386 Kabupaten/Kota atau 75 persen dari 514 kabupaten/kota, dan minimal 2.610 dari 5.210 kecamatan dari otal kecamatan di seluruh Indonesia berjumlah 7.227.

“Sungguh bukan hal yang mudah dipenuhi mendirikan parpol ini, tapi kami bersyukur sebagai satu-satunya parpol baru yang lolos badan hukum, selanjutnya kami fokus verifikasi KPU,” tegas Grace dalam media gatheringnya di Warung Tekko, Pasar Fsetival, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/10/2016).

Grace menambahkan, persyaratan lainnya yang harus dipenuhi selain kepengurusan adalah diwajibkan menyertakan perjanjian sewa atau pinjam kantor minimal 30 persen, begitu pun keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan dan berbagai kewajiban admistrasi lainnya.

Semua itu, kata Grace membutuhkan biaya besar namun untungnya seluruh pengurus bersedia menjadikan rumahnya sebagai kantor secara gratis sehingga tidak banyak biaya yang dikeluarkan untuk sewa kantor.

“Kami minta kesediaan pengurus untuk mengkontribusikan rumahnya diipakai menjadi kantor secara gratis. Awalnya ragu apa ada yang mau, ternyata setelah kita jalani, kita yakinkan, mereka mau hampir seluurhnya,” kata Grace.

Untuk membiayai partainya ke depan, Grace akan meluncurkan sebuah toko online. Langkah ini merupakan upaya kreatif dalam menggali pendanaan parpolnya. Ia pun meyakini masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk hal itu.

Raja Juli Antoni, Sekjen PSI menambahkan untuk persiapan verifikasi KPU selanjutnya, PSI akan melakukan kampanye di berbagai daerah dalam meningkatkan awareness publik.

“Kita akan kebut persiapan verifikasi KPU. Target kita Juni tahun depan selesai,” kata Antoni.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...