Senin, 21 Agustus 2017 | 15.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>GAPPRI Minta Ditjen Cukai Perketat Pengawasan Rokok Illegal

GAPPRI Minta Ditjen Cukai Perketat Pengawasan Rokok Illegal

Reporter : Fadilah | Rabu, 12 Oktober 2016 - 13:07 WIB

IMG-17774

Ilustrasi Cukai Rokok (kininews/ist)

JAKARTA, kini.co.id – Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Kretek Indonesia (GAPPRI) Ismanu berharap Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dapat lebih memperketat dalam pengawasan dan menindak peredaran rokok illegal. Hal tersebut menyusul dikeluarkannya keputusan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait kenaikan cukai hasil tembakau.

Kata dia kenaikan cukai hasil tembakau dapat menyuburkan peredaran rokok dengan cukai palsu atau rokok illegal ditanah air. Pasalnya jika harga rokok legal lebih mahal jika dibandingkan dengan harga rokok illegal, maka hal tersebut dapat memicu konsumen untuk mencari rokok illegal.

“Dengan adanya pengetatan pengawasan dan tindakan tegas rokok ilegal akan semakin berkurang, dan diharapkan pasar akan diisi oleh industri rokok yang taat aturan,” tuturnya di Jakarta, Rabu, (12/10).

Diketahui pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan Nomor 147/PMK.010/2016.

Berdasarkan PMK kebaikan tarif tertinggi adalah 13,46% untuk jenis hail tembakau Sugaret Putih Mesin (SPM) dan terendah adalah sebesar 0% untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan IIIB, dengan kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 10,54%.

Selain itu pemerintah juga menaikan harga jual eceran (HJE) rokok dengan rata-rata 12,26%.

Hal utama yang menjadi kenaikan tersebut adalah pengendalian produksi, tenaga kerja, rokok illegal, dan penerimaan cukai.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...