Selasa, 26 September 2017 | 01.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ustadz asal Majalengka ini Masih Percaya Uangnya Bakal Cair dari Dimas Kanjeng

Ustadz asal Majalengka ini Masih Percaya Uangnya Bakal Cair dari Dimas Kanjeng

Reporter : Rakisa | Rabu, 12 Oktober 2016 - 23:14 WIB

IMG-17785

Ustadz AS, yang mengaku asal Kabupaten Majalengka, Jabar memperlihatkan lembaran Bai'at sebagai Santri Kanjeng Dimas Taat Pribadi. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Meski dalam pesan berantai yang beredar di awak media, tidak ada satupun pengikut Dimas Kanjeng asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebagaimana dirilis pihak Kepolisian Jawa Timur.

Namun pengakuan mengejutkan datang dari salah satu pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berada di Kota Angin tersebut.

Sebut saja, seorang guru ngaji atau biasa dipanggil Ustadz AS, warga Kecamatan Cigasong ini membuat pengakuan kepada awak media setempat yang masih meyakini bahwa uang yang pernah ia gandakan sebesar Rp 6 juta suatu saat akan cair menjadi sebesar Rp 50 miliar.

“Saya dikenalkan dari teman asal Cirebon, pengakuan dia sudah tiga kali, bahkan saya sudah ikut menggandakan uang dengan mahar pertama Rp 3,5 dan mahar kedua Rp 2 juta,” kata Ustadz AS di Masjid Keluarahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Rabu (12/10/2016) petang.

Ia mengaku menjadi murid sang guru yang dinilai sosok fenomenal itu, bahkan menurutnya ajaran yang disampaikan Kanjeng Dimas tersebut masih tergolong umum, seperti dzikir, tahlil dan membaca surah Yaasin.

Santri Kanjeng Dimas, kata Ustazd AS ini, terbagi menjadi kelas yaitu santri Kabupaten dengan setoran mahar Rp.3,5 juta, santri Provinsi dengan setoran mahar Rp.7,5 juta dan santri Pusat dengan setoran mahar tidak terbatas.

“Yang mahar Rp 3,5 juta nanti mendapat Rp 50 milyar dan mahar Rp 7,5 juta mendapat Rp. 100 milyar,” ungkapnya.

Disinggung apa saja kegiatan yang dilakukan di Padepokan Dimas Kanjeng, tambahnya setiap hari melakukan dzikir dan istigotsah membaca tawasul, Yasin, sholawat terus doa dengan istigotsah akbar setelah sholat magrib.

Apakah dirinya tetap berkeyakinan dan masih percaya dengan sosok Kanjeng Dimas walaupun saat ini sang maha guru telah ditahan pihak Kepolisian karena kasus pembunuhan.

“Saya masih yakin 70 persen, uang saya akan cair saya langsung ketemu dan pernah karena pernah diperlihatkan tumpukan uang rupiah, dollar dan mata uang asing lainnya sampai 15 meter dan setinggi 3 meter dan semuanya itu asli,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Intelijen Keamanan Polres Majalengka, Ajun Komisaris Dadang Surahidayat saat dikonfirmasi Kininews, mengaku masih akan mendalami pengakuan pengikut Kanjeng Dimas asal Kabupaten Majalengka tersebut. Termasuk akan melakukan pendataan berapa jumlah pengikutnya.

“Masih saya dalami, pengakuan ustadz S akan kita ungkap siapa saja yang menjadi pengikut, kemudian baru kita akan melakukan koordinasi dengan MUI dan Pemda,” kata perwira polisi yang sudah hampir lima tahun menjabat Kasat Intelkam.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 01:37 WIB

Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII

Setelah dicetuskan pada Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-19 di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (19/8) ...
Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 00:34 WIB

Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi

Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil truk pikap yang mencurigakan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam. ...
Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik
Pendidikan - Selasa, 26 September 2017 - 00:06 WIB

Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung berpesan setelah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, keinginan para mahasiswa dan orang tua ...
Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad
Peristiwa - Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk ...
Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 23:16 WIB

Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah ...
IKM perlu manfaatkan platform digital
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 22:31 WIB

IKM perlu manfaatkan platform digital

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk sebesar 250 juta lebih jiwa, sekitar 93,4 juta ...