Rabu, 18 Januari 2017 | 00.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ustadz asal Majalengka ini Masih Percaya Uangnya Bakal Cair dari Dimas Kanjeng

Ustadz asal Majalengka ini Masih Percaya Uangnya Bakal Cair dari Dimas Kanjeng

Reporter : Rakisa | Rabu, 12 Oktober 2016 - 23:14 WIB

IMG-17785

Ustadz AS, yang mengaku asal Kabupaten Majalengka, Jabar memperlihatkan lembaran Bai'at sebagai Santri Kanjeng Dimas Taat Pribadi. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Meski dalam pesan berantai yang beredar di awak media, tidak ada satupun pengikut Dimas Kanjeng asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebagaimana dirilis pihak Kepolisian Jawa Timur.

Namun pengakuan mengejutkan datang dari salah satu pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berada di Kota Angin tersebut.

Sebut saja, seorang guru ngaji atau biasa dipanggil Ustadz AS, warga Kecamatan Cigasong ini membuat pengakuan kepada awak media setempat yang masih meyakini bahwa uang yang pernah ia gandakan sebesar Rp 6 juta suatu saat akan cair menjadi sebesar Rp 50 miliar.

“Saya dikenalkan dari teman asal Cirebon, pengakuan dia sudah tiga kali, bahkan saya sudah ikut menggandakan uang dengan mahar pertama Rp 3,5 dan mahar kedua Rp 2 juta,” kata Ustadz AS di Masjid Keluarahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Rabu (12/10/2016) petang.

Ia mengaku menjadi murid sang guru yang dinilai sosok fenomenal itu, bahkan menurutnya ajaran yang disampaikan Kanjeng Dimas tersebut masih tergolong umum, seperti dzikir, tahlil dan membaca surah Yaasin.

Santri Kanjeng Dimas, kata Ustazd AS ini, terbagi menjadi kelas yaitu santri Kabupaten dengan setoran mahar Rp.3,5 juta, santri Provinsi dengan setoran mahar Rp.7,5 juta dan santri Pusat dengan setoran mahar tidak terbatas.

“Yang mahar Rp 3,5 juta nanti mendapat Rp 50 milyar dan mahar Rp 7,5 juta mendapat Rp. 100 milyar,” ungkapnya.

Disinggung apa saja kegiatan yang dilakukan di Padepokan Dimas Kanjeng, tambahnya setiap hari melakukan dzikir dan istigotsah membaca tawasul, Yasin, sholawat terus doa dengan istigotsah akbar setelah sholat magrib.

Apakah dirinya tetap berkeyakinan dan masih percaya dengan sosok Kanjeng Dimas walaupun saat ini sang maha guru telah ditahan pihak Kepolisian karena kasus pembunuhan.

“Saya masih yakin 70 persen, uang saya akan cair saya langsung ketemu dan pernah karena pernah diperlihatkan tumpukan uang rupiah, dollar dan mata uang asing lainnya sampai 15 meter dan setinggi 3 meter dan semuanya itu asli,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Intelijen Keamanan Polres Majalengka, Ajun Komisaris Dadang Surahidayat saat dikonfirmasi Kininews, mengaku masih akan mendalami pengakuan pengikut Kanjeng Dimas asal Kabupaten Majalengka tersebut. Termasuk akan melakukan pendataan berapa jumlah pengikutnya.

“Masih saya dalami, pengakuan ustadz S akan kita ungkap siapa saja yang menjadi pengikut, kemudian baru kita akan melakukan koordinasi dengan MUI dan Pemda,” kata perwira polisi yang sudah hampir lima tahun menjabat Kasat Intelkam.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...