Senin, 24 April 2017 | 12.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ustadz asal Majalengka ini Masih Percaya Uangnya Bakal Cair dari Dimas Kanjeng

Ustadz asal Majalengka ini Masih Percaya Uangnya Bakal Cair dari Dimas Kanjeng

Reporter : Rakisa | Rabu, 12 Oktober 2016 - 23:14 WIB

IMG-17785

Ustadz AS, yang mengaku asal Kabupaten Majalengka, Jabar memperlihatkan lembaran Bai'at sebagai Santri Kanjeng Dimas Taat Pribadi. (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Meski dalam pesan berantai yang beredar di awak media, tidak ada satupun pengikut Dimas Kanjeng asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sebagaimana dirilis pihak Kepolisian Jawa Timur.

Namun pengakuan mengejutkan datang dari salah satu pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang berada di Kota Angin tersebut.

Sebut saja, seorang guru ngaji atau biasa dipanggil Ustadz AS, warga Kecamatan Cigasong ini membuat pengakuan kepada awak media setempat yang masih meyakini bahwa uang yang pernah ia gandakan sebesar Rp 6 juta suatu saat akan cair menjadi sebesar Rp 50 miliar.

“Saya dikenalkan dari teman asal Cirebon, pengakuan dia sudah tiga kali, bahkan saya sudah ikut menggandakan uang dengan mahar pertama Rp 3,5 dan mahar kedua Rp 2 juta,” kata Ustadz AS di Masjid Keluarahan Majalengka Kulon, Kabupaten Majalengka, Rabu (12/10/2016) petang.

Ia mengaku menjadi murid sang guru yang dinilai sosok fenomenal itu, bahkan menurutnya ajaran yang disampaikan Kanjeng Dimas tersebut masih tergolong umum, seperti dzikir, tahlil dan membaca surah Yaasin.

Santri Kanjeng Dimas, kata Ustazd AS ini, terbagi menjadi kelas yaitu santri Kabupaten dengan setoran mahar Rp.3,5 juta, santri Provinsi dengan setoran mahar Rp.7,5 juta dan santri Pusat dengan setoran mahar tidak terbatas.

“Yang mahar Rp 3,5 juta nanti mendapat Rp 50 milyar dan mahar Rp 7,5 juta mendapat Rp. 100 milyar,” ungkapnya.

Disinggung apa saja kegiatan yang dilakukan di Padepokan Dimas Kanjeng, tambahnya setiap hari melakukan dzikir dan istigotsah membaca tawasul, Yasin, sholawat terus doa dengan istigotsah akbar setelah sholat magrib.

Apakah dirinya tetap berkeyakinan dan masih percaya dengan sosok Kanjeng Dimas walaupun saat ini sang maha guru telah ditahan pihak Kepolisian karena kasus pembunuhan.

“Saya masih yakin 70 persen, uang saya akan cair saya langsung ketemu dan pernah karena pernah diperlihatkan tumpukan uang rupiah, dollar dan mata uang asing lainnya sampai 15 meter dan setinggi 3 meter dan semuanya itu asli,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Satuan Intelijen Keamanan Polres Majalengka, Ajun Komisaris Dadang Surahidayat saat dikonfirmasi Kininews, mengaku masih akan mendalami pengakuan pengikut Kanjeng Dimas asal Kabupaten Majalengka tersebut. Termasuk akan melakukan pendataan berapa jumlah pengikutnya.

“Masih saya dalami, pengakuan ustadz S akan kita ungkap siapa saja yang menjadi pengikut, kemudian baru kita akan melakukan koordinasi dengan MUI dan Pemda,” kata perwira polisi yang sudah hampir lima tahun menjabat Kasat Intelkam.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...