Selasa, 20 Februari 2018 | 10.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Modus Baru ABK Asing Maling Ikan di Perairan Indonesia

Ini Modus Baru ABK Asing Maling Ikan di Perairan Indonesia

Reporter : Fadilah | Kamis, 13 Oktober 2016 - 10:20 WIB

IMG-17787

Menteri Susi. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Pasca gencarnya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan pemberantasan illegal fishing di Indonesia, masih saja ada terendus indikasi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia oleh kapal-kapal asing dengan modus menggunakan kapal-kapal nelayan lokal.

Hal ini diduga melalui pengusaha Indonesia yang menjadi agen kapal, yang kemudian membuat perusahaan dengan nama baru karena perusahaan mereka sudah masuk daftar hitam.

Kemudian pemilik nama baru tersebut membeli kapal-kapal lokal mikik nelayan untuk menangkap ikan di perairan Indonesia. Namun, Anak Buah Kapal (ABK) yang dipekerjakan merupakan orang-orang asing yang memilki KTP Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan, baru-baru ini tim PPNS Pangkalan PSDKP Bitung menangkap pihak-pihak yang menggunakan modus seperti itu. Dimana dari 8 kapal yang ditangkap, terdapat 2 kapal berbendera Indonesia menggunakan ABK berkebangsaan Philipina, namun memiliki KTP Indonesia.

“KTP itu diduga palsu,” katanya di Jakarta, Kamis, (13/11/2016).

Susi berujar berdasarkan hasil temuan, ada 11 ABK KM D’VON terbukti telah menggunakan e-KTP. Parahnya lagi e-KTP tersebut dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Bitung.

Selain itu, ada juga 10 ABK KM Triple D-00 menggunakan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Bolaang Mongondow Timur dan 1 ABK menggunakan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Sorong.

Atas dasar itu, Susi menghimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak mengijinkan dan memfasilitasi pemberian KTP Indonesia kepada Anak Buah Kapal (ABK) asing.

“Lalu, kepada para nelayan ini juga tolong diberi tahu, umumkan oleh media, untuk mereka juga segera menyerahkan diri supaya kita bisa deportasi kembali ke Filipina,” tandasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...