Jumat, 20 Januari 2017 | 06.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Modus Baru ABK Asing Maling Ikan di Perairan Indonesia

Ini Modus Baru ABK Asing Maling Ikan di Perairan Indonesia

Reporter : Fadilah | Kamis, 13 Oktober 2016 - 10:20 WIB

IMG-17787

Menteri Susi. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Pasca gencarnya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan pemberantasan illegal fishing di Indonesia, masih saja ada terendus indikasi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia oleh kapal-kapal asing dengan modus menggunakan kapal-kapal nelayan lokal.

Hal ini diduga melalui pengusaha Indonesia yang menjadi agen kapal, yang kemudian membuat perusahaan dengan nama baru karena perusahaan mereka sudah masuk daftar hitam.

Kemudian pemilik nama baru tersebut membeli kapal-kapal lokal mikik nelayan untuk menangkap ikan di perairan Indonesia. Namun, Anak Buah Kapal (ABK) yang dipekerjakan merupakan orang-orang asing yang memilki KTP Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan, baru-baru ini tim PPNS Pangkalan PSDKP Bitung menangkap pihak-pihak yang menggunakan modus seperti itu. Dimana dari 8 kapal yang ditangkap, terdapat 2 kapal berbendera Indonesia menggunakan ABK berkebangsaan Philipina, namun memiliki KTP Indonesia.

“KTP itu diduga palsu,” katanya di Jakarta, Kamis, (13/11/2016).

Susi berujar berdasarkan hasil temuan, ada 11 ABK KM D’VON terbukti telah menggunakan e-KTP. Parahnya lagi e-KTP tersebut dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Bitung.

Selain itu, ada juga 10 ABK KM Triple D-00 menggunakan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Bolaang Mongondow Timur dan 1 ABK menggunakan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Sorong.

Atas dasar itu, Susi menghimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak mengijinkan dan memfasilitasi pemberian KTP Indonesia kepada Anak Buah Kapal (ABK) asing.

“Lalu, kepada para nelayan ini juga tolong diberi tahu, umumkan oleh media, untuk mereka juga segera menyerahkan diri supaya kita bisa deportasi kembali ke Filipina,” tandasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 23:17 WIB

Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online

Empat orang pelaku berhasil diamankan Polres Metropolitan Bekasi Kota terkait dugaan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di usia dini ...
Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 21:17 WIB

Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar praktik suap antara petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan perusahaan terkemuka Rolls ...
KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 20:47 WIB

KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka kasus dugaan suap ...
Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 19:29 WIB

Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang

Ribuan kios di Pasar Senen, Jakarta Pusat yang ludes terbakar, Kamis (19/1) pagi tadi, disayangkan Gubernur DKI Jakarta non aktif ...
KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 18:14 WIB

KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka. Ia diduga menerima ...
Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 16:06 WIB

Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK dalam penuntasan kasus dugaan ...