Senin, 21 Agustus 2017 | 15.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Modus Baru ABK Asing Maling Ikan di Perairan Indonesia

Ini Modus Baru ABK Asing Maling Ikan di Perairan Indonesia

Reporter : Fadilah | Kamis, 13 Oktober 2016 - 10:20 WIB

IMG-17787

Menteri Susi. (kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Pasca gencarnya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan pemberantasan illegal fishing di Indonesia, masih saja ada terendus indikasi pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia oleh kapal-kapal asing dengan modus menggunakan kapal-kapal nelayan lokal.

Hal ini diduga melalui pengusaha Indonesia yang menjadi agen kapal, yang kemudian membuat perusahaan dengan nama baru karena perusahaan mereka sudah masuk daftar hitam.

Kemudian pemilik nama baru tersebut membeli kapal-kapal lokal mikik nelayan untuk menangkap ikan di perairan Indonesia. Namun, Anak Buah Kapal (ABK) yang dipekerjakan merupakan orang-orang asing yang memilki KTP Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengungkapkan, baru-baru ini tim PPNS Pangkalan PSDKP Bitung menangkap pihak-pihak yang menggunakan modus seperti itu. Dimana dari 8 kapal yang ditangkap, terdapat 2 kapal berbendera Indonesia menggunakan ABK berkebangsaan Philipina, namun memiliki KTP Indonesia.

“KTP itu diduga palsu,” katanya di Jakarta, Kamis, (13/11/2016).

Susi berujar berdasarkan hasil temuan, ada 11 ABK KM D’VON terbukti telah menggunakan e-KTP. Parahnya lagi e-KTP tersebut dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Bitung.

Selain itu, ada juga 10 ABK KM Triple D-00 menggunakan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Bolaang Mongondow Timur dan 1 ABK menggunakan KTP yang dikeluarkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Sorong.

Atas dasar itu, Susi menghimbau kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk tidak mengijinkan dan memfasilitasi pemberian KTP Indonesia kepada Anak Buah Kapal (ABK) asing.

“Lalu, kepada para nelayan ini juga tolong diberi tahu, umumkan oleh media, untuk mereka juga segera menyerahkan diri supaya kita bisa deportasi kembali ke Filipina,” tandasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...