Rabu, 26 April 2017 | 17.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>MUI Percayakan Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok kepada Kepolisian

MUI Percayakan Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok kepada Kepolisian

Reporter : Rakisa | Kamis, 13 Oktober 2016 - 14:08 WIB

IMG-17793

Dari sebelah kanan, Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. (KiniNews/dok.)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin menegaskan pernyataan sikap resmi pada 11 Oktober lalu merupakan sikap dan pernyataan keagamaan MUI. Artinya pernyataan setiap pengurus jika isinya menjelaskan sikap MUI tersebut, maka itu bagian pernyataan resmi MUI.

Akan tetapi jika pernyataan pengurus di luar pernyataan tertulis tersebut, maka itu adalah pernyataan hak pribadi pengurus.

Untuk itu sikap resmi MUI terkait pernyataan Ahok di Kabupaten Kepulauan MUI juga tetap teguh pada pernyataan resmi tersebut karena tugas MUI adalah membimbing umat dan menjaga negara.

“Jadi saya jelaskan, tidak ada tekanan dan intervensi. Pernyatan resmi itu semata-mata sikap keagamaan MUI,” ungkap Kiai Ma’ruf dalam keterangan persnya di Kantor MUI Jakarta Pusat, Kamis (13/10/2016).

Pengasuh Pondok Pesantren “An-Nawawi” Tanara Banten ini, menjelaskan MUI berharap masyarakat tetap tenang dalam menyalurkan pendapat serta aspirasi dan mempercayakan dan membantu pihak kepolisian dalam proses penegakan hukum kasus ini.

Kiai Ma’ruf juga membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut jika MUI memihak salah satu pasangan calon gubernur DKI Jakarta

Soal proses tabayyun (klarifikasi) yang dipertanyakan Nusron Wahid dalam salah satu program ICL di televisi swasta lalu, MUI yang dituding tidak menghadirkan Ahok, Kiai Ma’ruf mengaku proses tabayyun cukup melihat isi video dan konten pembicaraan Ahok.

“Lagi pula, MUI tidak dalam konteks menghakimi. MUI juga tidak pula berada dalam konteks tafsir dan tidak menafikkan adanya tafsir yang lain, yang MUI bahas adalah ucapan yang memberikan tafsiran yang dianggap membohongi,” kata Ra’is Aam PBNU ini.

MUI juga ingin aspirasi elemen masyarakat terkait kasus ini telah disampaikam melalui saluran penegakan hukum tanpa main hakim atau pengerahan massa.

“Kalau memang tetap perlu pengerahan massa, itu hak masyarakat, tapi kami berharap tetap menjaga perilaku terpuji dan tidak anarkis,” ungkapnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polda Metro Bantah Lamban Tangani Kasus Novel
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 17:00 WIB

Polda Metro Bantah Lamban Tangani Kasus Novel

Kinerja polisi dalam mengungkap kasus penyiraman penyidik KPK, Novel Baswedan dipertanyakan bahkan dinilai lamban. Sejumlah lembaga masyarakat sipil menilai, kasus ...
Kasus Balada Cinta Firza, Habib Rizieq Kembali Dipanggil Awal Mei
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:58 WIB

Kasus Balada Cinta Firza, Habib Rizieq Kembali Dipanggil Awal Mei

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali akan dipanggil pada awal Mei 2017 mendatang terkait dugaan kasus ...
Polisi Ungkap Sabu 2 Kilogram Disembunyikan dalam Sendal Wanita
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:21 WIB

Polisi Ungkap Sabu 2 Kilogram Disembunyikan dalam Sendal Wanita

Lagi seorang warga Nigeria penyelundup narkoba jenis sabu dari Guangzhou, Cina sebanyak 2 kilogram berinisial DHO (40) dan Evi alias ...
Andi Taufan Tiro Divonis 9 Tahun Penjara
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:09 WIB

Andi Taufan Tiro Divonis 9 Tahun Penjara

Anggota Komisi V DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI non-aktif, Andi Taufan Tiro divonis 9 tahun penjara karena terbukti secara sah ...
Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:07 WIB

Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Pedangdut Saipul Jamil melalui kuasa hukumnya yakni Tito Hananta Kusuma mengaku akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan JPU ...
Saipul Jamil Didakwa Tiga Pasal Alternatif
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 14:58 WIB

Saipul Jamil Didakwa Tiga Pasal Alternatif

Pedangdut Saipul Jamil menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), hari ...