Kamis, 23 Maret 2017 | 09.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Hari Ini Ribuan Umat Islam Turun Aksi Serukan Penjarakan Ahok

Hari Ini Ribuan Umat Islam Turun Aksi Serukan Penjarakan Ahok

Jumat, 14 Oktober 2016 - 10:55 WIB

IMG-17808

Demo umat Islam Jakarta beberapa waktu lalu terkait dugaan penistaan Alquran. (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Hari ini akan digelar aksi demo besar-besaran dari umat Islam, dengan tuntunan utama mereka yaitu tangkap dan penjarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama.

Aksi tersebut rencananya akan dimulai pada 13.00 Wib, dengan titik kumpul di Masjid Istiqal, Jakarta selanjutnya masa akan menyambangi Mabesreskrim Polri di Gambir dan Balaikota DKI Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dhimpun massa sekitar 150 ribu orang terdiri dari gabungan ormas di Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan pihaknya semalam telah melakukan rapat koordinasi dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan. Rapat itu dihadiri oleh Dir Intelkam, Karoops dan Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Polisi mempersilahkan siapa saja untuk melakukan unjuk rasa. Namun unjuk rasa haruslah sesuai dengan peraturan dan tidak merugikan pengguna jalan dan masyarakat umum.

“Jangan sampai banyak-banyaklah, untuk apa juga? Takutnya nanti ada pihak ketiga menunggangi itu,” ujar Awi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/10/2016).

Rencananya, massa aksi mulai dari Masjid Istiqlal kemudian jalan kaki ke arah jalan Medan Merdeka Timur, lalu menyeberang ke jalan Medan Selatan, arah balai kota. Pengamanan akan dibuat ekstra ketat mengingat banyak objek vital.

Selain Masjid Istiqlal, sejumlah objek vital yang akan dilalui oleh massa aksi yaitu Gereja Katedral, Gereja Imanuel, kedutaan besar Amerika Serikat dan Istana Wakil Presiden. Tak hanya itu, Balai Kota juga akan mendapat pengamanan ekstra.

Awi memprediksi, akan ada sebanyak lima ribu massa yang akan turun ke jalan dalam aksi besok.

“Untuk personel nanti malam kita akan berikan jumlahnya, tapi minimal harus imbang dengan massa,” sambung Awi.

Awi juga mengingatkan agar massa untuk tidak melakukan aksi sweeping. Anggota Polres serta Polsek jajaran diingatkan untuk segera bereaksi jika ada aksi massa melakukan sweeping.

Polisi siap menindak tegas jika dalam aksi demo besok ada massa yang membawa senjata api, senjata tajam dan benda-benda yang dapat merugikan orang lain.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...