Rabu, 13 Desember 2017 | 06.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tuduhan Politik Kekuasaan, MUI: Tak Ada Hubungannya Dengan Pilkada

Tuduhan Politik Kekuasaan, MUI: Tak Ada Hubungannya Dengan Pilkada

Reporter : Dian | Senin, 17 Oktober 2016 - 15:28 WIB

IMG-17876

Dari sebelah kanan, Wakil Ketua MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. (KiniNews/dok.)

Jakarta, kini.co.id – Pasca dikeluarkannya pernyataan resmi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan ahok diduga telah melakukan menghina agama atau menghina ulama, kini MUI mendapat tuduhan melakukan politik kekuasaan terhadap Gubernur Petahana Basuki Tjahaja Purnama.

Namun, MUI secara tegas membantah pernyataan tersebut sebagai politik kekuasaan dan menyatakan tuduhan tersebut sebagai kebohongan besar dan fitnah yang sangat keji.

“MUI menjalankan tugas untuk menjaga umat islam dari berbagai pemikiran tang keliruh dan pemikiran yang salah. MUI berharap kepada semua pihak agar jangan menebarkan fitnah dan kebohongan. Karena hal itu justru akan memperkeruh keadaan. Perlu digaris bawahi, MUI mengedepankan kepentingan negara diatas kepentingan kelompok yang sempit. ” Ujar Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi, di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Zainut menjelaskan, terkait dengan sikap dan pendapat serta keputusan MUI terhadap pernyataan Ahok tentang surat Al-Maidah ayat 51, hal tersebut sudah kewenangan dari MUI dan tidak memiliki sangkut paut dengan Pilkada DKI 2017 mendatang.

“MUI berpandangan bahwa pernyataan saudara Ahok dapat mengancam harmoni kehidupan umat beragama dan kebinekhaan Indonesia. Maka dari itu, MUI meminta kepada kepada aparar keamanan agar segera bertindak sebelum persoaalanya melebar kemana-mana” ungkap Zainat.

Sebelumnya MUI dituduh terlibat politik kekuasaan oleh Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos dalam sebuah diskusi bilangam Menteng Jakarta Pusat Minggu kemarin (16/10/2016). Hal tersebut di sampaikan Bonar dalam menanggapi sikap MUI yang meminta aparat kepolisian untuk menindak tegas kasus Ahok.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...