Senin, 20 November 2017 | 20.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Jadi Menteri ESDM, Jonan: Modal Saya Mantan Menteri Perhubungan

Jadi Menteri ESDM, Jonan: Modal Saya Mantan Menteri Perhubungan

Reporter : Fadilah | Senin, 17 Oktober 2016 - 16:35 WIB

IMG-17877

Dari kiri ke kanan, Ignasius Johan, Luhut Binsar Pandjaitan, Archandra Tahar, saat serah terima jabatan Menteri ESDM. (KiniNews/Fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Setelah dilakukannya serah terima jabatan (sertijab) dari Pelaksana Tugas (Plt) Menteri ESDM Luhut Binsar Pandjaitan kepada Ignasius Johan, berarti secara resmi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memilki Menteri Baru dan mulai berkantor hari ini, Senin (17/10/2016).

Jonan mengaku belum memiliki kompetensi di sektor ESDM, Namun dia meyakini, modal satu-satunya yang dimilikinya untuk menerima permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri EDSM adalah karena latar belakangnya yang pernah menjabat sebagai menteri perhubungan.

“‎Saya ditanya mungkin, takutnya ditanya bapak ini kompetensinya apa, kok memimpin kami. Sebelum ditanya saya jawab, saya modalnya cuma satu saat ini, saya mantan menteri perhubungan,” ujarnya sambil tertawa, di Jakarta, Senin, (17/10/2016).

Lebih lanjut, dia mengatakan memang belum tahu banyak soal sektor energi dan mineral. Namun sambil bercanda, Jonan menyatakan dirinya merupakan pelanggan se‎tia energi, seperti listrik dan BBM.

“Kemarin waktu saya perkenalan diri, dipandu Pak Sekjen saya juga agak anu ya. Karena ini bidang yang tidak saya kenal secara detail. Kalau secara konsumen tahu, saya menggunakan BBM, listrik. Ya ngerti sedikitlah waktu saya sebagai bankir,” katanya.

Meski demikian lanjutnya, dia mengaku telah mendapatkan arahan dari Presiden Jokowi tentang apa yang harus dilakukan dalam memimpin kementeriannya ini. Salah satu yang diarahkan adalah memberikan kesejahteraan untuk bangsa dan negara ini.

“Selanjutnya kita akan tetap patuh pada UU dan peraturan turunannya sehingga tidak akan menghambat kinerja di sektor energi,” tandasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...