Rabu, 18 Januari 2017 | 00.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Cekal Penyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen

KPK Cekal Penyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen

Reporter : Fadilah | Selasa, 18 Oktober 2016 - 18:20 WIB

IMG-17895

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati (KiniNews/Fadhilah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Otoda Sukses Mandiri (Osma Group) Hartoyo. Dia dicegah lantaran diduga menyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhy Tri Hartanto melalui tangan PNS Dinas Pariwisata Kebumen Sigit Widodo.

“Surat pencegahan telah dikirim ke Direktorat Jenderal Imigrasi pada tanggal 16 Oktober 2016 kemarin. Pencegahan dilakukan untuk 6 bulan kedepan,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, (18/10).

Terkait raibnya pengusaha yang bergerak dibidang buku, alat peraga dan kargo itu, hingga saat ini KPK masih terus mencarinya, meskpun belum menjadikan Hartoyo sebagai buronan.

Oleh karena itu, KPK terus menghimbau agar Hartoyo menyerahkan diri sebelum Tim KPK menangkapnya. Penyerahan diri tersebut dilakukan untuk memudahkan KPK dalam mengusut kasus tersebut.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan pimpinan kemarin agar yang bersangkutan untuk pro aktiv datang ke KPK,” tukas Yuyuk.

Sebelumnya, terkait kasus ini, KPK menangkap Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri H, dan Sigit Widodo, PNS Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, usai menerima uang suap dari pihak swasta. Selain menangkap keduanya, KPK juga menciduk empat pihak lainnya, diantaranya Sekda Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen atas nama Dian Lestari dan Hartono, serta seorang petinggi perusahaan swasta atas nama Salim.

Atas penangkapan tersebut, KPK hanya menetapkan Yudhi dan Sigit sebagai pihak penerima suap, terkait ijon proyek di Dinas Pendikan, Pemuda, dan Olahrga Kabupaten Kebumen senilai Rp, 4,8 miliar. Keduanya diduga menerima uang suap sebesar Rp. 70 juta dari komitmen fee Rp 750 juta. Sementara meskipun sudah menetapkan dua tersangka, KPK belum menetapkan Hartoyo sebagai tersangka, meskipun menduga ia sebagai pihak pemberi suap.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...