Minggu, 23 April 2017 | 20.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Cekal Penyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen

KPK Cekal Penyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen

Reporter : Fadilah | Selasa, 18 Oktober 2016 - 18:20 WIB

IMG-17895

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati (KiniNews/Fadhilah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Otoda Sukses Mandiri (Osma Group) Hartoyo. Dia dicegah lantaran diduga menyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhy Tri Hartanto melalui tangan PNS Dinas Pariwisata Kebumen Sigit Widodo.

“Surat pencegahan telah dikirim ke Direktorat Jenderal Imigrasi pada tanggal 16 Oktober 2016 kemarin. Pencegahan dilakukan untuk 6 bulan kedepan,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, (18/10).

Terkait raibnya pengusaha yang bergerak dibidang buku, alat peraga dan kargo itu, hingga saat ini KPK masih terus mencarinya, meskpun belum menjadikan Hartoyo sebagai buronan.

Oleh karena itu, KPK terus menghimbau agar Hartoyo menyerahkan diri sebelum Tim KPK menangkapnya. Penyerahan diri tersebut dilakukan untuk memudahkan KPK dalam mengusut kasus tersebut.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan pimpinan kemarin agar yang bersangkutan untuk pro aktiv datang ke KPK,” tukas Yuyuk.

Sebelumnya, terkait kasus ini, KPK menangkap Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri H, dan Sigit Widodo, PNS Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, usai menerima uang suap dari pihak swasta. Selain menangkap keduanya, KPK juga menciduk empat pihak lainnya, diantaranya Sekda Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen atas nama Dian Lestari dan Hartono, serta seorang petinggi perusahaan swasta atas nama Salim.

Atas penangkapan tersebut, KPK hanya menetapkan Yudhi dan Sigit sebagai pihak penerima suap, terkait ijon proyek di Dinas Pendikan, Pemuda, dan Olahrga Kabupaten Kebumen senilai Rp, 4,8 miliar. Keduanya diduga menerima uang suap sebesar Rp. 70 juta dari komitmen fee Rp 750 juta. Sementara meskipun sudah menetapkan dua tersangka, KPK belum menetapkan Hartoyo sebagai tersangka, meskipun menduga ia sebagai pihak pemberi suap.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...