Rabu, 22 Februari 2017 | 01.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Cekal Penyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen

KPK Cekal Penyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen

Reporter : Fadilah | Selasa, 18 Oktober 2016 - 18:20 WIB

IMG-17895

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati (KiniNews/Fadhilah)

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap Direktur Utama (Dirut) PT Otoda Sukses Mandiri (Osma Group) Hartoyo. Dia dicegah lantaran diduga menyuap Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhy Tri Hartanto melalui tangan PNS Dinas Pariwisata Kebumen Sigit Widodo.

“Surat pencegahan telah dikirim ke Direktorat Jenderal Imigrasi pada tanggal 16 Oktober 2016 kemarin. Pencegahan dilakukan untuk 6 bulan kedepan,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, (18/10).

Terkait raibnya pengusaha yang bergerak dibidang buku, alat peraga dan kargo itu, hingga saat ini KPK masih terus mencarinya, meskpun belum menjadikan Hartoyo sebagai buronan.

Oleh karena itu, KPK terus menghimbau agar Hartoyo menyerahkan diri sebelum Tim KPK menangkapnya. Penyerahan diri tersebut dilakukan untuk memudahkan KPK dalam mengusut kasus tersebut.

“Sesuai dengan apa yang disampaikan pimpinan kemarin agar yang bersangkutan untuk pro aktiv datang ke KPK,” tukas Yuyuk.

Sebelumnya, terkait kasus ini, KPK menangkap Ketua Komisi A DPRD Kebumen Yudhi Tri H, dan Sigit Widodo, PNS Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen, usai menerima uang suap dari pihak swasta. Selain menangkap keduanya, KPK juga menciduk empat pihak lainnya, diantaranya Sekda Kabupaten Kebumen Adi Pandoyo, Anggota DPRD Kebumen atas nama Dian Lestari dan Hartono, serta seorang petinggi perusahaan swasta atas nama Salim.

Atas penangkapan tersebut, KPK hanya menetapkan Yudhi dan Sigit sebagai pihak penerima suap, terkait ijon proyek di Dinas Pendikan, Pemuda, dan Olahrga Kabupaten Kebumen senilai Rp, 4,8 miliar. Keduanya diduga menerima uang suap sebesar Rp. 70 juta dari komitmen fee Rp 750 juta. Sementara meskipun sudah menetapkan dua tersangka, KPK belum menetapkan Hartoyo sebagai tersangka, meskipun menduga ia sebagai pihak pemberi suap.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Riski Ditemukan tak Bernyawa
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 21:40 WIB

Riski Ditemukan tak Bernyawa

Korban tenggelam di Kali Pulo, Kecamatan Medan Satria, Muhammad Riski (16) berhasil ditemukan tim gabungan dari Basarnas dan BPBD Kota ...
Lima Lansia Dievakuasi BPBD Bekasi
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 21:31 WIB

Lima Lansia Dievakuasi BPBD Bekasi

Lima warga lansia, dan Satu dibawah umur yang sedang mengidap penyakit berhasil dievakuasi Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ...
SMK Ananda Bekasi Siap Laksanakan UNBK
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 21:27 WIB

SMK Ananda Bekasi Siap Laksanakan UNBK

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ananda yang berada di Jalan Prof. M Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Siap melaksanakan ...
Tandon kota Bekasi belum Berfungsi Optimal
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 20:59 WIB

Tandon kota Bekasi belum Berfungsi Optimal

Seluruh proyek kolam retensi atau tandon yang dibangun sejak 2015 hingga 2016 di wilayah Kota Bekasi hingga kini belum berfungsi ...
Nyali Habib Rizieq Dianggap Rontok Terbantahkan !
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 20:18 WIB

Nyali Habib Rizieq Dianggap Rontok Terbantahkan !

Kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ditengah-tengah massa ratusan ribu aksi 212 jilid II di DPR, ...
Banjir Jakarta, PKS Minta Masyarakat Tidak Menyalahkan Siapapun
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 19:49 WIB

Banjir Jakarta, PKS Minta Masyarakat Tidak Menyalahkan Siapapun

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak menyalahkan siapa pun terhadap bencana ...