Selasa, 24 Januari 2017 | 06.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mabes Polri Bidik Penyebar Hoax ‘Arahan Kapolri’ dengan UU ITE

Mabes Polri Bidik Penyebar Hoax ‘Arahan Kapolri’ dengan UU ITE

Selasa, 18 Oktober 2016 - 19:05 WIB

IMG-17897

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri masih terus menelusuri siapa penyebar kabar hoax alias kabar bohong dalam bentuk slide show yang terdiri dari 14 poin berjudul ‘Arahan Kapolri’ terkait Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Kita masih menyelidiki fakta-fakta yang ada melalui penelusuran digital forensik,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri kepada wartawan, Selasa (18/10).

Terkait siapa orang yang menyebarkan informasi itu, Polri akan mencari orangnya, dan masih berjalan. Hingga saat ini polri masih belum menemukan orang tersebut.

“Iya akan dicari, dan masih berjalan. Belum ketemu, yang penting kita ingin masyarakat bisa mengetahui dan memahami secara benar,” kata Boy.

Boy menegaskan, penyebar kabar hoax tersebut dapat dikategorikan menyebarkan rangkaian kata-kata bohong yang melanggar UU ITE.

Untuk itu, Boy mengimbau agar masyarakat jangan mempermaikan isu ini untuk menyesatkan publik karena ini tidak memberikan informasi yang sebenarnya. Ini tentu adalah sesuatu yang tidak dibenarkan oleh hukum.

Seperti diberitakan, hoax itu muncul dalam bentuk slide show berjudul “Arahan Kapolri” yang terdiri dari 14 poin yang berkaitan dengan Pilgub DKI 2017. Dalam slide itu seolah-olah ada perintah Tito untuk memeriksa tokoh Muhammadiyah Amien Rais yang ikut dalam aksi unjuk rasa puluhan ribu ormas Islam pada Jumat 14 Oktober lalu yang menuntut agar Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum karena dianggap menista surat Al Maidah ayat 51.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan
Nasional - Selasa, 24 Januari 2017 - 00:08 WIB

Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan

Tujuh belas orang WNI yang diduga bergabung dengan ISIS dan di deportasi Pemerintah Turki ke Indonesia saat ini masih menjalani ...
Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 22:07 WIB

Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mempertanyakan simbol Palu-Arit yang terdapat pada uang pecahan baru Bank Indonesia. ...
Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 17:24 WIB

Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK); Febri Diansyah mengatakan penyidik bisa saja kembali memanggil istri mantan Direktur PT Garuda ...
Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:59 WIB

Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun

Wakil Direktur MAK, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan modus jual beli jabatan seringkali dilakukan pada moment menjelang atau setelah Pilkada."Tujuannya adalah ...
Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:57 WIB

Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Virgo Sulianto Gohardi menduga sekitar 90% dari proses pengisian 21.000 jabatan kepala dinas di ...
Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan
Peristiwa - Senin, 23 Januari 2017 - 14:24 WIB

Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan

Dukungan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengalir dari berbagai kalangan, termasuk selebritis.Pelawak Kiwil misalnya, yang ...