Jumat, 21 Juli 2017 | 13.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Mabes Polri Bidik Penyebar Hoax ‘Arahan Kapolri’ dengan UU ITE

Mabes Polri Bidik Penyebar Hoax ‘Arahan Kapolri’ dengan UU ITE

Selasa, 18 Oktober 2016 - 19:05 WIB

IMG-17897

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri masih terus menelusuri siapa penyebar kabar hoax alias kabar bohong dalam bentuk slide show yang terdiri dari 14 poin berjudul ‘Arahan Kapolri’ terkait Pilgub DKI Jakarta 2017.

“Kita masih menyelidiki fakta-fakta yang ada melalui penelusuran digital forensik,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri kepada wartawan, Selasa (18/10).

Terkait siapa orang yang menyebarkan informasi itu, Polri akan mencari orangnya, dan masih berjalan. Hingga saat ini polri masih belum menemukan orang tersebut.

“Iya akan dicari, dan masih berjalan. Belum ketemu, yang penting kita ingin masyarakat bisa mengetahui dan memahami secara benar,” kata Boy.

Boy menegaskan, penyebar kabar hoax tersebut dapat dikategorikan menyebarkan rangkaian kata-kata bohong yang melanggar UU ITE.

Untuk itu, Boy mengimbau agar masyarakat jangan mempermaikan isu ini untuk menyesatkan publik karena ini tidak memberikan informasi yang sebenarnya. Ini tentu adalah sesuatu yang tidak dibenarkan oleh hukum.

Seperti diberitakan, hoax itu muncul dalam bentuk slide show berjudul “Arahan Kapolri” yang terdiri dari 14 poin yang berkaitan dengan Pilgub DKI 2017. Dalam slide itu seolah-olah ada perintah Tito untuk memeriksa tokoh Muhammadiyah Amien Rais yang ikut dalam aksi unjuk rasa puluhan ribu ormas Islam pada Jumat 14 Oktober lalu yang menuntut agar Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama diproses hukum karena dianggap menista surat Al Maidah ayat 51.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...