Kamis, 19 Januari 2017 | 09.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>3 Tersangka, 1 Tewas, 38 Kg Sabu, 100 ribu Pil Ekstasi di Medan

3 Tersangka, 1 Tewas, 38 Kg Sabu, 100 ribu Pil Ekstasi di Medan

Rabu, 19 Oktober 2016 - 16:04 WIB

IMG-17905

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, memaparkan penangkapan 3 tersangka yang diduga bandar narkoba yang membawa 38 Kg sabu, 100 ribu pil ekstasi, 50 ribu Happy Five. (KiniNews/Dok).

Medan, kini.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan tiga warga asal Aceh yang diduga merupakan bandar besar narokotika berjenis sabu-sabu, dan ekstasi. Saat melakukan penangkapan BNN yang bekerja sama dengan Polda Sumut, Bea Cukai dan TNI terpaksa harus menembak mati salah satu tersangka.

Tersangka diamankan beserta barang bukti pada Selasa malam. (KiniNews/BNN)

Kejadian penangkapan ini juga sempat membuat heboh masyarakat setempat, ditambah lagi sebelumya di duga para pelaku membawa 100Kg narkotika berjenis sabu.

Namun, Sebelum berlangsungnya penangkapan yang terjadi di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Medan ini, BNN dan Kepolisian sudah melakukan pengintaian sejak Selasa (18/10/2016) Siang.

Mobil Toyota Rush dengan nopol BK 1804 PK yang tersangka tumpangi dihentikan tepat didepan Komplek Perumahan Imperium yang berada di kecamatan Medan Sunggal.

Sempat terjadi perlawanan dari para tersangka bandar narkotika tersebut, sehingga petugas harus melumpuhkan tersangka dengan peluru panas. Setelah tewasnya salah satu tersangka, kedua tersangka lainnya langsung menyerahkan diri.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, ketiga tersangka tersebut berasal dari Aceh Tamiang. Dimana narkotika tersebut diduga berasal dari jaringan Internasional.

“Barang bukti narkoba itu diduga dari Malaysia. Rencananya akan diedarkan di Jakarta, Batam, Riau dan daerah lainnya,” ujar Arman Depari, Rabu (19/10/2016).

Dari para tersangka, disita barang bukti berupa 38 Kg sabu, 100 ribu pil ekstasi, 50 ribu Happy Five, uang tunai sebesar Rp 12 juta, Telepon Seluler dan mobil Toyota Rush BK 1804 PK warna hitam yang digunakan para tersangka.

“Untuk pengusutan lebih lanjut, pengembangan dilakukan dengan dua pelaku yang masih hidup akan dibawa ke Jakarta,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...