Rabu, 28 Juni 2017 | 05.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>3 Tersangka, 1 Tewas, 38 Kg Sabu, 100 ribu Pil Ekstasi di Medan

3 Tersangka, 1 Tewas, 38 Kg Sabu, 100 ribu Pil Ekstasi di Medan

Rabu, 19 Oktober 2016 - 16:04 WIB

IMG-17905

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Arman Depari, memaparkan penangkapan 3 tersangka yang diduga bandar narkoba yang membawa 38 Kg sabu, 100 ribu pil ekstasi, 50 ribu Happy Five. (KiniNews/Dok).

Medan, kini.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan tiga warga asal Aceh yang diduga merupakan bandar besar narokotika berjenis sabu-sabu, dan ekstasi. Saat melakukan penangkapan BNN yang bekerja sama dengan Polda Sumut, Bea Cukai dan TNI terpaksa harus menembak mati salah satu tersangka.

Tersangka diamankan beserta barang bukti pada Selasa malam. (KiniNews/BNN)

Kejadian penangkapan ini juga sempat membuat heboh masyarakat setempat, ditambah lagi sebelumya di duga para pelaku membawa 100Kg narkotika berjenis sabu.

Namun, Sebelum berlangsungnya penangkapan yang terjadi di Jalan TB Simatupang, Kelurahan Sunggal, Medan ini, BNN dan Kepolisian sudah melakukan pengintaian sejak Selasa (18/10/2016) Siang.

Mobil Toyota Rush dengan nopol BK 1804 PK yang tersangka tumpangi dihentikan tepat didepan Komplek Perumahan Imperium yang berada di kecamatan Medan Sunggal.

Sempat terjadi perlawanan dari para tersangka bandar narkotika tersebut, sehingga petugas harus melumpuhkan tersangka dengan peluru panas. Setelah tewasnya salah satu tersangka, kedua tersangka lainnya langsung menyerahkan diri.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, ketiga tersangka tersebut berasal dari Aceh Tamiang. Dimana narkotika tersebut diduga berasal dari jaringan Internasional.

“Barang bukti narkoba itu diduga dari Malaysia. Rencananya akan diedarkan di Jakarta, Batam, Riau dan daerah lainnya,” ujar Arman Depari, Rabu (19/10/2016).

Dari para tersangka, disita barang bukti berupa 38 Kg sabu, 100 ribu pil ekstasi, 50 ribu Happy Five, uang tunai sebesar Rp 12 juta, Telepon Seluler dan mobil Toyota Rush BK 1804 PK warna hitam yang digunakan para tersangka.

“Untuk pengusutan lebih lanjut, pengembangan dilakukan dengan dua pelaku yang masih hidup akan dibawa ke Jakarta,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...