Sabtu, 20 Januari 2018 | 21.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Kamis, 20 Oktober 2016 - 16:40 WIB

IMG-17941

Penyerangan di Polres Tangerang oleh anggota IS. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyerangan yang disebut-sebut sebagai aksi kelompok teroris ISIS di Polsek Tangerang disebut sebagai informasi yang berlebihan. Pasalnya, kepolisian diniai terlalu dini jika mengidentifikasi penyerangan itu sebagai aksi teroris.

Pengamat anti terorisme bahkan mengatakan kejadian itu dinilai sebagai pengalihan isu untuk demo besar-besaran menuntut Gubernur T Purnama atau Ahok untuk segera dipenjara karena dugaan penistaan agama.

“Dagelan gak mutu untuk pengalihan isu sebelum 21 Oktober,” tulis pengamat Kontra Terorisme, Harist Abu Ulya di akun twitternya, Kamis (20/10/2016).

(Baca Juga: Harist Abu Ulya Minta Kepolisian Tak Gegabah Kaitkan Kasus Penusukan dengan Teroris)

Selain itu, banyak kejanggalan yang terlihat dalam kejadian tersebut, terlebih pelaku membawa identitas lengkap seperti KTP, SIM dan NPWP. Hal itu mirip dengan kejadian penyerangan pastor di sebuah gereja di Medan.

Sehingga penyerangan terhadap anggota Polri yang terjadi hari ini dianggap berlebihan jika dikaitkan dengan terorisme.

Sebelumnya, umat islam melakukan orasi besar-besaran terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok. Habib Rizieq bahkan mengancam akan demonstrasi ke Balai Kota Jakarta dan Istana Negara jika dalam tempo tiga minggu, tidak ada perkembangan pengusutan kasus dugaan penistaan Al Quran yang dilakukan Ahok.

“Minggu ketiga kalau nggak ada progress, satu orang bawa bawa 10 jamaah lagi. Apa langsung kita rebut Balai Kota langsung atau Istana langsung. Tolong dipersiapkan dari sekarang,” kata dia.

Rizieq juga meminta Presiden Joko Widodo jangan melindungi Ahok. Hukum, kata dia, harus tetap ditegakkan.

“Jangan Presiden lindungi Ahok. Jangan sampai negara dikorbankan hanya untuk Ahok. TNI dan polisi harus bersama rakyat. Betul? Siap mati untuk Allah, siap mati untuk Al Quran?” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...