Rabu, 27 September 2017 | 01.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Kamis, 20 Oktober 2016 - 16:40 WIB

IMG-17941

Penyerangan di Polres Tangerang oleh anggota IS. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyerangan yang disebut-sebut sebagai aksi kelompok teroris ISIS di Polsek Tangerang disebut sebagai informasi yang berlebihan. Pasalnya, kepolisian diniai terlalu dini jika mengidentifikasi penyerangan itu sebagai aksi teroris.

Pengamat anti terorisme bahkan mengatakan kejadian itu dinilai sebagai pengalihan isu untuk demo besar-besaran menuntut Gubernur T Purnama atau Ahok untuk segera dipenjara karena dugaan penistaan agama.

“Dagelan gak mutu untuk pengalihan isu sebelum 21 Oktober,” tulis pengamat Kontra Terorisme, Harist Abu Ulya di akun twitternya, Kamis (20/10/2016).

(Baca Juga: Harist Abu Ulya Minta Kepolisian Tak Gegabah Kaitkan Kasus Penusukan dengan Teroris)

Selain itu, banyak kejanggalan yang terlihat dalam kejadian tersebut, terlebih pelaku membawa identitas lengkap seperti KTP, SIM dan NPWP. Hal itu mirip dengan kejadian penyerangan pastor di sebuah gereja di Medan.

Sehingga penyerangan terhadap anggota Polri yang terjadi hari ini dianggap berlebihan jika dikaitkan dengan terorisme.

Sebelumnya, umat islam melakukan orasi besar-besaran terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok. Habib Rizieq bahkan mengancam akan demonstrasi ke Balai Kota Jakarta dan Istana Negara jika dalam tempo tiga minggu, tidak ada perkembangan pengusutan kasus dugaan penistaan Al Quran yang dilakukan Ahok.

“Minggu ketiga kalau nggak ada progress, satu orang bawa bawa 10 jamaah lagi. Apa langsung kita rebut Balai Kota langsung atau Istana langsung. Tolong dipersiapkan dari sekarang,” kata dia.

Rizieq juga meminta Presiden Joko Widodo jangan melindungi Ahok. Hukum, kata dia, harus tetap ditegakkan.

“Jangan Presiden lindungi Ahok. Jangan sampai negara dikorbankan hanya untuk Ahok. TNI dan polisi harus bersama rakyat. Betul? Siap mati untuk Allah, siap mati untuk Al Quran?” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:21 WIB

Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dengan luas 1,800 hektare yang digagas sejak tahun 2003, namun ...
Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:05 WIB

Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Juli 2018, Jawa Barat akan memberangkatkan Kloter I jemaah hajinya dari Bandar ...
Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 21:49 WIB

Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka

Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya. Atas dugaan itu, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Pemberantasan ...
Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 18:52 WIB

Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo, operator telekomunikasi kedua ...
Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 18:12 WIB

Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku

Delapan pemuda Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat yang jadi terdakwa kasus bentrok geng motor, mengaku mendapat tekanan ketika diperiksa petugas kepolisian.Mereka ...
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...