Jumat, 27 April 2018 | 15.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Kamis, 20 Oktober 2016 - 16:40 WIB

IMG-17941

Penyerangan di Polres Tangerang oleh anggota IS. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyerangan yang disebut-sebut sebagai aksi kelompok teroris ISIS di Polsek Tangerang disebut sebagai informasi yang berlebihan. Pasalnya, kepolisian diniai terlalu dini jika mengidentifikasi penyerangan itu sebagai aksi teroris.

Pengamat anti terorisme bahkan mengatakan kejadian itu dinilai sebagai pengalihan isu untuk demo besar-besaran menuntut Gubernur T Purnama atau Ahok untuk segera dipenjara karena dugaan penistaan agama.

“Dagelan gak mutu untuk pengalihan isu sebelum 21 Oktober,” tulis pengamat Kontra Terorisme, Harist Abu Ulya di akun twitternya, Kamis (20/10/2016).

(Baca Juga: Harist Abu Ulya Minta Kepolisian Tak Gegabah Kaitkan Kasus Penusukan dengan Teroris)

Selain itu, banyak kejanggalan yang terlihat dalam kejadian tersebut, terlebih pelaku membawa identitas lengkap seperti KTP, SIM dan NPWP. Hal itu mirip dengan kejadian penyerangan pastor di sebuah gereja di Medan.

Sehingga penyerangan terhadap anggota Polri yang terjadi hari ini dianggap berlebihan jika dikaitkan dengan terorisme.

Sebelumnya, umat islam melakukan orasi besar-besaran terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok. Habib Rizieq bahkan mengancam akan demonstrasi ke Balai Kota Jakarta dan Istana Negara jika dalam tempo tiga minggu, tidak ada perkembangan pengusutan kasus dugaan penistaan Al Quran yang dilakukan Ahok.

“Minggu ketiga kalau nggak ada progress, satu orang bawa bawa 10 jamaah lagi. Apa langsung kita rebut Balai Kota langsung atau Istana langsung. Tolong dipersiapkan dari sekarang,” kata dia.

Rizieq juga meminta Presiden Joko Widodo jangan melindungi Ahok. Hukum, kata dia, harus tetap ditegakkan.

“Jangan Presiden lindungi Ahok. Jangan sampai negara dikorbankan hanya untuk Ahok. TNI dan polisi harus bersama rakyat. Betul? Siap mati untuk Allah, siap mati untuk Al Quran?” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...