Kamis, 30 Maret 2017 | 15.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Penyerangan di Tangerang, Pengamat: Dagelan Gak Mutu Alihkan Isu

Kamis, 20 Oktober 2016 - 16:40 WIB

IMG-17941

Penyerangan di Polres Tangerang oleh anggota IS. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Penyerangan yang disebut-sebut sebagai aksi kelompok teroris ISIS di Polsek Tangerang disebut sebagai informasi yang berlebihan. Pasalnya, kepolisian diniai terlalu dini jika mengidentifikasi penyerangan itu sebagai aksi teroris.

Pengamat anti terorisme bahkan mengatakan kejadian itu dinilai sebagai pengalihan isu untuk demo besar-besaran menuntut Gubernur T Purnama atau Ahok untuk segera dipenjara karena dugaan penistaan agama.

“Dagelan gak mutu untuk pengalihan isu sebelum 21 Oktober,” tulis pengamat Kontra Terorisme, Harist Abu Ulya di akun twitternya, Kamis (20/10/2016).

(Baca Juga: Harist Abu Ulya Minta Kepolisian Tak Gegabah Kaitkan Kasus Penusukan dengan Teroris)

Selain itu, banyak kejanggalan yang terlihat dalam kejadian tersebut, terlebih pelaku membawa identitas lengkap seperti KTP, SIM dan NPWP. Hal itu mirip dengan kejadian penyerangan pastor di sebuah gereja di Medan.

Sehingga penyerangan terhadap anggota Polri yang terjadi hari ini dianggap berlebihan jika dikaitkan dengan terorisme.

Sebelumnya, umat islam melakukan orasi besar-besaran terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok. Habib Rizieq bahkan mengancam akan demonstrasi ke Balai Kota Jakarta dan Istana Negara jika dalam tempo tiga minggu, tidak ada perkembangan pengusutan kasus dugaan penistaan Al Quran yang dilakukan Ahok.

“Minggu ketiga kalau nggak ada progress, satu orang bawa bawa 10 jamaah lagi. Apa langsung kita rebut Balai Kota langsung atau Istana langsung. Tolong dipersiapkan dari sekarang,” kata dia.

Rizieq juga meminta Presiden Joko Widodo jangan melindungi Ahok. Hukum, kata dia, harus tetap ditegakkan.

“Jangan Presiden lindungi Ahok. Jangan sampai negara dikorbankan hanya untuk Ahok. TNI dan polisi harus bersama rakyat. Betul? Siap mati untuk Allah, siap mati untuk Al Quran?” tegasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...