Senin, 24 April 2017 | 12.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Kamis, 20 Oktober 2016 - 22:51 WIB

IMG-17945

SA Pelaku penusukan tiga Polisi di Tangerang (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat Kontra Teroris The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA), Ustadz Haris Abu Ulya menegaskan, Sultan Aziansyah pelaku penusukan tiga anggota polisi di Tangerang, Banten merupakan fenomena lonewolf (orang yang suka bekerja sendirian). Oleh karenanya aksi kekerasan yang dilakukan pelaku merupakan inisiatif pribadi.

Harist yang biasa melakukan penelitian terhadap pelaku-pelaku teroris dan korban yang diteroriskan ini juga menilai pemicu mucul dari pribadi atau keluarga.

“Ya sangat mungkin pemicunya problem pribadi atau keluarga, hanya keyakinan yang ia pahami menjadi legitimasi tindakannya yang keliru,” kata Haris dalam rilisnya, Kamis (20/10).

Terkait adanya stiker bertuliskan kalimat tauhid, dan penagkuan kata Haris, sebelumnya juga pernah dilakukan pelaku yang sering diingatkan petugas kepolisian, sampai abang kandungnya untuk mminta tolong kawan sesama polisi untuk menasehati pelaku, akan tetapi tetap saja tidak berubah makin resisten kepada sosok-sosok polisi.

“Jadi aksi pelaku adalah inisiatif pribadi dan bukan rancangan kelompok. Menurut hemat saya sudut pandang yang tepat adalah aksi pelaku adalah aksi kekerasan dan tidak terkait dengan motif politik kelompok tertentu bahkan bukan desain dari kelompok yang SA berafiliasi kepadanya,” paparnya.

Seseorang berpotensi melakukan aksi kekerasan bahkan teror dengan beragam alasan kata Haris, tidak selalu karena keyakinan, karena soal perut juga bisa mendorong seorang melakukan aksi teror seperti sosok teroris Leopard pelaku bom Serpong.

“Atau bisa juga karena kondisi labil dan depresi seseorang bisa melakukan aksi nekat. Dan bisa juga karena motif politik di arena Pilkada teror juga kerap terjadi,” tegasnya.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat harus menghindari generalisasi dan mengkaitkan aksi pelaku dengan jaringan atau kelompok tertentu hingga keluar jauh dari substansi aksi kekerasan seperti yang terjadi.

Haris menambahkan pelaku merupakan sosok anak yang pintar, atlit silat. Ia juga tinggal di asrama polisi bersama kakaknya yang juga anggota polisi anggota Satuan Serse Narkoba. Oleh karenanya pelaku sering bertandang ke Polsek tempat kakaknya berkantor.

Pelaku yang juga dikaitkan dengan Almarhum Ustadz Fauzan Al-Anshari asal Ciamis, Jawa Barat karena memang sempat mondok di pesantren tersebut namun karena Ustadz Fauzan berafiliasi dengan kelompok ISIS akhirnya pelaku diambil keluarganya dan keluar dari ponpes tersebut.

Sejak Ustadz Fauzan Al-Anshari meninggal dunia kelompok pengajian yang berafiliasi dengan ISIS tersebut bubar sejak Februari 2016 lalu. Selain itu ponpes yang didirikan Ustad Fauzan juga bubar tidak ada yang melanjutkan. Apalagi anggotanya banyak yang ditangkap dan tinggal sekitar 5-6 orang masih diluar dan menyebar tidak jelas.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...