Senin, 23 Oktober 2017 | 22.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Kamis, 20 Oktober 2016 - 22:51 WIB

IMG-17945

SA Pelaku penusukan tiga Polisi di Tangerang (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat Kontra Teroris The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA), Ustadz Haris Abu Ulya menegaskan, Sultan Aziansyah pelaku penusukan tiga anggota polisi di Tangerang, Banten merupakan fenomena lonewolf (orang yang suka bekerja sendirian). Oleh karenanya aksi kekerasan yang dilakukan pelaku merupakan inisiatif pribadi.

Harist yang biasa melakukan penelitian terhadap pelaku-pelaku teroris dan korban yang diteroriskan ini juga menilai pemicu mucul dari pribadi atau keluarga.

“Ya sangat mungkin pemicunya problem pribadi atau keluarga, hanya keyakinan yang ia pahami menjadi legitimasi tindakannya yang keliru,” kata Haris dalam rilisnya, Kamis (20/10).

Terkait adanya stiker bertuliskan kalimat tauhid, dan penagkuan kata Haris, sebelumnya juga pernah dilakukan pelaku yang sering diingatkan petugas kepolisian, sampai abang kandungnya untuk mminta tolong kawan sesama polisi untuk menasehati pelaku, akan tetapi tetap saja tidak berubah makin resisten kepada sosok-sosok polisi.

“Jadi aksi pelaku adalah inisiatif pribadi dan bukan rancangan kelompok. Menurut hemat saya sudut pandang yang tepat adalah aksi pelaku adalah aksi kekerasan dan tidak terkait dengan motif politik kelompok tertentu bahkan bukan desain dari kelompok yang SA berafiliasi kepadanya,” paparnya.

Seseorang berpotensi melakukan aksi kekerasan bahkan teror dengan beragam alasan kata Haris, tidak selalu karena keyakinan, karena soal perut juga bisa mendorong seorang melakukan aksi teror seperti sosok teroris Leopard pelaku bom Serpong.

“Atau bisa juga karena kondisi labil dan depresi seseorang bisa melakukan aksi nekat. Dan bisa juga karena motif politik di arena Pilkada teror juga kerap terjadi,” tegasnya.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat harus menghindari generalisasi dan mengkaitkan aksi pelaku dengan jaringan atau kelompok tertentu hingga keluar jauh dari substansi aksi kekerasan seperti yang terjadi.

Haris menambahkan pelaku merupakan sosok anak yang pintar, atlit silat. Ia juga tinggal di asrama polisi bersama kakaknya yang juga anggota polisi anggota Satuan Serse Narkoba. Oleh karenanya pelaku sering bertandang ke Polsek tempat kakaknya berkantor.

Pelaku yang juga dikaitkan dengan Almarhum Ustadz Fauzan Al-Anshari asal Ciamis, Jawa Barat karena memang sempat mondok di pesantren tersebut namun karena Ustadz Fauzan berafiliasi dengan kelompok ISIS akhirnya pelaku diambil keluarganya dan keluar dari ponpes tersebut.

Sejak Ustadz Fauzan Al-Anshari meninggal dunia kelompok pengajian yang berafiliasi dengan ISIS tersebut bubar sejak Februari 2016 lalu. Selain itu ponpes yang didirikan Ustad Fauzan juga bubar tidak ada yang melanjutkan. Apalagi anggotanya banyak yang ditangkap dan tinggal sekitar 5-6 orang masih diluar dan menyebar tidak jelas.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Hormati Bawas MA Soal Akan Periksa Hakim yang menangkan Novanto
Hukum - Senin, 23 Oktober 2017 - 19:46 WIB

KPK Hormati Bawas MA Soal Akan Periksa Hakim yang menangkan Novanto

Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) akan segera memeriksa hakim yang menangani praperadilan Ketua DPR Setya Novanto, Cepi Iskandar.Juru Bicara ...
Ini alasan Fraksi Nasdem setuju Perppu Ormas jadi UU
Politik - Senin, 23 Oktober 2017 - 18:05 WIB

Ini alasan Fraksi Nasdem setuju Perppu Ormas jadi UU

Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang.

“RUU penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Fraksi PAN komitmen tetap tolak Perppu ormas
Politik - Senin, 23 Oktober 2017 - 16:59 WIB

Fraksi PAN komitmen tetap tolak Perppu ormas

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan sampai saat ini tidak ada kondisi apapun yang mengatakan kebutuhan mendesak terbantah dengan UU ...
Tujuh fraksi mendukung, tiga menolak Perppu ormas
Politik - Senin, 23 Oktober 2017 - 16:46 WIB

Tujuh fraksi mendukung, tiga menolak Perppu ormas

Sebanyak tujuh fraksi atau mayoritas yang ada di Komisi II DPR menyepakati peraturan pemerintan pengganti undang-undang (Perppu) tentang organisasi kemasyarakatan ...
Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong
Hukum - Senin, 23 Oktober 2017 - 15:50 WIB

Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong

Mantan Direktur Utama PNRI, Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang lanjutan perkara e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).Awalnya, Ia mengaku ...
Luhut: Kereta cepat Jakarta – Bandung akan tembus langsung Bandara Kertajati
Ekonomi - Senin, 23 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Luhut: Kereta cepat Jakarta – Bandung akan tembus langsung Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dimungkinan terkoneksi langsung ke Bandara Antarbangsa Kertajati, di Majalengka, ...