Rabu, 24 Januari 2018 | 06.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Kamis, 20 Oktober 2016 - 22:51 WIB

IMG-17945

SA Pelaku penusukan tiga Polisi di Tangerang (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat Kontra Teroris The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA), Ustadz Haris Abu Ulya menegaskan, Sultan Aziansyah pelaku penusukan tiga anggota polisi di Tangerang, Banten merupakan fenomena lonewolf (orang yang suka bekerja sendirian). Oleh karenanya aksi kekerasan yang dilakukan pelaku merupakan inisiatif pribadi.

Harist yang biasa melakukan penelitian terhadap pelaku-pelaku teroris dan korban yang diteroriskan ini juga menilai pemicu mucul dari pribadi atau keluarga.

“Ya sangat mungkin pemicunya problem pribadi atau keluarga, hanya keyakinan yang ia pahami menjadi legitimasi tindakannya yang keliru,” kata Haris dalam rilisnya, Kamis (20/10).

Terkait adanya stiker bertuliskan kalimat tauhid, dan penagkuan kata Haris, sebelumnya juga pernah dilakukan pelaku yang sering diingatkan petugas kepolisian, sampai abang kandungnya untuk mminta tolong kawan sesama polisi untuk menasehati pelaku, akan tetapi tetap saja tidak berubah makin resisten kepada sosok-sosok polisi.

“Jadi aksi pelaku adalah inisiatif pribadi dan bukan rancangan kelompok. Menurut hemat saya sudut pandang yang tepat adalah aksi pelaku adalah aksi kekerasan dan tidak terkait dengan motif politik kelompok tertentu bahkan bukan desain dari kelompok yang SA berafiliasi kepadanya,” paparnya.

Seseorang berpotensi melakukan aksi kekerasan bahkan teror dengan beragam alasan kata Haris, tidak selalu karena keyakinan, karena soal perut juga bisa mendorong seorang melakukan aksi teror seperti sosok teroris Leopard pelaku bom Serpong.

“Atau bisa juga karena kondisi labil dan depresi seseorang bisa melakukan aksi nekat. Dan bisa juga karena motif politik di arena Pilkada teror juga kerap terjadi,” tegasnya.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat harus menghindari generalisasi dan mengkaitkan aksi pelaku dengan jaringan atau kelompok tertentu hingga keluar jauh dari substansi aksi kekerasan seperti yang terjadi.

Haris menambahkan pelaku merupakan sosok anak yang pintar, atlit silat. Ia juga tinggal di asrama polisi bersama kakaknya yang juga anggota polisi anggota Satuan Serse Narkoba. Oleh karenanya pelaku sering bertandang ke Polsek tempat kakaknya berkantor.

Pelaku yang juga dikaitkan dengan Almarhum Ustadz Fauzan Al-Anshari asal Ciamis, Jawa Barat karena memang sempat mondok di pesantren tersebut namun karena Ustadz Fauzan berafiliasi dengan kelompok ISIS akhirnya pelaku diambil keluarganya dan keluar dari ponpes tersebut.

Sejak Ustadz Fauzan Al-Anshari meninggal dunia kelompok pengajian yang berafiliasi dengan ISIS tersebut bubar sejak Februari 2016 lalu. Selain itu ponpes yang didirikan Ustad Fauzan juga bubar tidak ada yang melanjutkan. Apalagi anggotanya banyak yang ditangkap dan tinggal sekitar 5-6 orang masih diluar dan menyebar tidak jelas.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...