Sabtu, 25 Maret 2017 | 12.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Harist Ulya: Sultan Aziansyah Pelaku Penusukan Polisi Sosok “Lonewolf”

Kamis, 20 Oktober 2016 - 22:51 WIB

IMG-17945

SA Pelaku penusukan tiga Polisi di Tangerang (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat Kontra Teroris The Community of Ideological Islamic Analisyst (CIIA), Ustadz Haris Abu Ulya menegaskan, Sultan Aziansyah pelaku penusukan tiga anggota polisi di Tangerang, Banten merupakan fenomena lonewolf (orang yang suka bekerja sendirian). Oleh karenanya aksi kekerasan yang dilakukan pelaku merupakan inisiatif pribadi.

Harist yang biasa melakukan penelitian terhadap pelaku-pelaku teroris dan korban yang diteroriskan ini juga menilai pemicu mucul dari pribadi atau keluarga.

“Ya sangat mungkin pemicunya problem pribadi atau keluarga, hanya keyakinan yang ia pahami menjadi legitimasi tindakannya yang keliru,” kata Haris dalam rilisnya, Kamis (20/10).

Terkait adanya stiker bertuliskan kalimat tauhid, dan penagkuan kata Haris, sebelumnya juga pernah dilakukan pelaku yang sering diingatkan petugas kepolisian, sampai abang kandungnya untuk mminta tolong kawan sesama polisi untuk menasehati pelaku, akan tetapi tetap saja tidak berubah makin resisten kepada sosok-sosok polisi.

“Jadi aksi pelaku adalah inisiatif pribadi dan bukan rancangan kelompok. Menurut hemat saya sudut pandang yang tepat adalah aksi pelaku adalah aksi kekerasan dan tidak terkait dengan motif politik kelompok tertentu bahkan bukan desain dari kelompok yang SA berafiliasi kepadanya,” paparnya.

Seseorang berpotensi melakukan aksi kekerasan bahkan teror dengan beragam alasan kata Haris, tidak selalu karena keyakinan, karena soal perut juga bisa mendorong seorang melakukan aksi teror seperti sosok teroris Leopard pelaku bom Serpong.

“Atau bisa juga karena kondisi labil dan depresi seseorang bisa melakukan aksi nekat. Dan bisa juga karena motif politik di arena Pilkada teror juga kerap terjadi,” tegasnya.

Oleh karena itu ia meminta masyarakat harus menghindari generalisasi dan mengkaitkan aksi pelaku dengan jaringan atau kelompok tertentu hingga keluar jauh dari substansi aksi kekerasan seperti yang terjadi.

Haris menambahkan pelaku merupakan sosok anak yang pintar, atlit silat. Ia juga tinggal di asrama polisi bersama kakaknya yang juga anggota polisi anggota Satuan Serse Narkoba. Oleh karenanya pelaku sering bertandang ke Polsek tempat kakaknya berkantor.

Pelaku yang juga dikaitkan dengan Almarhum Ustadz Fauzan Al-Anshari asal Ciamis, Jawa Barat karena memang sempat mondok di pesantren tersebut namun karena Ustadz Fauzan berafiliasi dengan kelompok ISIS akhirnya pelaku diambil keluarganya dan keluar dari ponpes tersebut.

Sejak Ustadz Fauzan Al-Anshari meninggal dunia kelompok pengajian yang berafiliasi dengan ISIS tersebut bubar sejak Februari 2016 lalu. Selain itu ponpes yang didirikan Ustad Fauzan juga bubar tidak ada yang melanjutkan. Apalagi anggotanya banyak yang ditangkap dan tinggal sekitar 5-6 orang masih diluar dan menyebar tidak jelas.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berkas Sengketa Pilkada Dicuri, Dewan Etik MK Diminta Turuntangan
Politik - Sabtu, 25 Maret 2017 - 12:25 WIB

Berkas Sengketa Pilkada Dicuri, Dewan Etik MK Diminta Turuntangan

Kasus dicurinya berkas sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai, Papua di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi perhatian banyak orang.Bahkan hilangnya berkas-berkas itu harus ...
Mobil Kepresidenan Sering Mogok, DPR Usulkan Jokowi Pakai Esemka
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 10:45 WIB

Mobil Kepresidenan Sering Mogok, DPR Usulkan Jokowi Pakai Esemka

Mobil kepresidenan merupakan topik yang banyak diperbincangkan belakangan ini. Pasalnya, mobil yang dikendarai Presiden Jokowi sempat mogok sebanyak empat kali ...
Pernyataan Saksi dan Foto Buktikan ‘Kemesraan’ Setnov dengan Andi Narogong
Hukum - Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:44 WIB

Pernyataan Saksi dan Foto Buktikan ‘Kemesraan’ Setnov dengan Andi Narogong

Setelah gesit berkelit dan membantah semua tuduhan terlibat dalam pusaran suap proyek e-KTP, Setya Novanto kini tersudutkan.Pasalnya, sejumlah bukti dan ...
Bulan Depan, Taksi Online Wajib Pakai Stiker
Ekonomi - Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:19 WIB

Bulan Depan, Taksi Online Wajib Pakai Stiker

Konflik antara transportasi umum dan transportasi online semakin marak belakangan ini. Pasalnya, banyak transportasi online yang menggunakan kendaraan biasa sehingga ...
Detik-Detik Kericuhan Demo Penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara
Peristiwa - Jumat, 24 Maret 2017 - 21:55 WIB

Detik-Detik Kericuhan Demo Penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara

Ratusan massa dari Majelis Silaturahmi Umat Islam yang datang dari dua penjuru Jl Lingkar Utara, Bekasi Utara yang berusaha merangsuk ...
Suporter Sepakbola Merusak Kereta Tujuan Purwokerto
Nasional - Jumat, 24 Maret 2017 - 19:58 WIB

Suporter Sepakbola Merusak Kereta Tujuan Purwokerto

Telah terjadi insiden pelemparan oleh oknum suporter bola pada kereta api tujuan akhir Purwokerto antara Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Gedebage ...