Rabu, 18 Januari 2017 | 13.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Maruarar Menilai Dua Tahun Jokowi-JK Berjalan Sesuai Track

Maruarar Menilai Dua Tahun Jokowi-JK Berjalan Sesuai Track

Minggu, 23 Oktober 2016 - 22:05 WIB

IMG-17971

Maruarar Sirait

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI-P Maruarar Sirait mengaku sepakat angka kemiskinan dan pengguran berdasarkan hasil survey Saiful Mujani Research and Consultig (SMRC) masih tinggi di dua tahun pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Namun dari survei yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya, angka itu cenderung turun.

Penurunan itu terjadi di empat hal tersebut yakni pemenuhan kebutuhan pokok, jumlah pengangguran, kemiskinan dan pencarian pekerjaan.

“Berarti program sudah cukup berhasil. Artinya apa, yang terjadi hari ini sudah on the track,” kata Ara saat menghadiri rilis hasil survei SMRC terkait dua tahun pemerintah Jokowi-JK, di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta Pusat, Minggu (23/10).

Menurut anggota DPR yang berbasis massanya dari Majalengka, Subang dan Sumedang (SMS) ini juga menyebutkan harapan masyarakat terhadap Jokowi sejak awal memang tinggi. Sehingga, masyarakat menginginkan segala sesuatunya berubah dengan cepat seperti yang diinginkan. Tapi, perubahan itu tak bisa secepat yang diharapkan masyarakat, akan tetapi perlahan hal itu terealisasi.

“Kalau dibilang masih tinggi iya, tapi trennya menurun. Maka harus ada terobosan-terobosan lagi agar lebih cepat menurunkan angka-angka itu,” tegas Ara.

Dari hasil survei SMRC menunjukkan, 49 persen warga menilai saat ini semakin berat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Angka ini menurun dari bulan Desember 2015 sebesar 60 persen, Maret 2016 sebesar 61 persen dan Juni 2016 juga 61 persen.

Sedangkan untuk jumlah pengangguran, sebanyak 56 persen warga menilai semakin banyak. Angka ini juga turun dari 71 persen pada Desember 2015, 62 persen pada Maret 2016 dan Juni 2016.

Tren penurunan juga terlihat pada jumlah orang miskin. Pada Oktober 2016, sebanyak 49 persen warga menilai semakin banyak. Namun angka ini turun dari 63 peraen, 55 persen, dan 53 persen secara berturut-turut pada bulan Desember 2015, Maret 2016 dan Juni 2016.

Sementara untuk pencarian lapangan pekerjaan, angka lebih fluktuatif. Jumlah masyarakat yang menilai mencari kerja semakin sulit sebesar 70 persen pada Desember 2015, 66 persen pada Maret 2016, 71 persen pada Juni 2016 dan 63 persen pada Oktober 2016 atau tepat dua tahun pemerintah Jokowi-JK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...