Kamis, 30 Maret 2017 | 15.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Maruarar Menilai Dua Tahun Jokowi-JK Berjalan Sesuai Track

Maruarar Menilai Dua Tahun Jokowi-JK Berjalan Sesuai Track

Minggu, 23 Oktober 2016 - 22:05 WIB

IMG-17971

Maruarar Sirait

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI-P Maruarar Sirait mengaku sepakat angka kemiskinan dan pengguran berdasarkan hasil survey Saiful Mujani Research and Consultig (SMRC) masih tinggi di dua tahun pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla. Namun dari survei yang dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya, angka itu cenderung turun.

Penurunan itu terjadi di empat hal tersebut yakni pemenuhan kebutuhan pokok, jumlah pengangguran, kemiskinan dan pencarian pekerjaan.

“Berarti program sudah cukup berhasil. Artinya apa, yang terjadi hari ini sudah on the track,” kata Ara saat menghadiri rilis hasil survei SMRC terkait dua tahun pemerintah Jokowi-JK, di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta Pusat, Minggu (23/10).

Menurut anggota DPR yang berbasis massanya dari Majalengka, Subang dan Sumedang (SMS) ini juga menyebutkan harapan masyarakat terhadap Jokowi sejak awal memang tinggi. Sehingga, masyarakat menginginkan segala sesuatunya berubah dengan cepat seperti yang diinginkan. Tapi, perubahan itu tak bisa secepat yang diharapkan masyarakat, akan tetapi perlahan hal itu terealisasi.

“Kalau dibilang masih tinggi iya, tapi trennya menurun. Maka harus ada terobosan-terobosan lagi agar lebih cepat menurunkan angka-angka itu,” tegas Ara.

Dari hasil survei SMRC menunjukkan, 49 persen warga menilai saat ini semakin berat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Angka ini menurun dari bulan Desember 2015 sebesar 60 persen, Maret 2016 sebesar 61 persen dan Juni 2016 juga 61 persen.

Sedangkan untuk jumlah pengangguran, sebanyak 56 persen warga menilai semakin banyak. Angka ini juga turun dari 71 persen pada Desember 2015, 62 persen pada Maret 2016 dan Juni 2016.

Tren penurunan juga terlihat pada jumlah orang miskin. Pada Oktober 2016, sebanyak 49 persen warga menilai semakin banyak. Namun angka ini turun dari 63 peraen, 55 persen, dan 53 persen secara berturut-turut pada bulan Desember 2015, Maret 2016 dan Juni 2016.

Sementara untuk pencarian lapangan pekerjaan, angka lebih fluktuatif. Jumlah masyarakat yang menilai mencari kerja semakin sulit sebesar 70 persen pada Desember 2015, 66 persen pada Maret 2016, 71 persen pada Juni 2016 dan 63 persen pada Oktober 2016 atau tepat dua tahun pemerintah Jokowi-JK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...