Sabtu, 18 November 2017 | 17.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Resmi Ditahan KPK, Mantan Menkes Mengaku Diperlakukan Tak Adil

Resmi Ditahan KPK, Mantan Menkes Mengaku Diperlakukan Tak Adil

Selasa, 25 Oktober 2016 - 00:17 WIB

IMG-17994

Siti Fadilah Supari Resmi Ditahan KPK (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Mantan Mentri Kesehatan, Siti Fadilah Supari resmi ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Departemen Kesehatan tahun anggaran 2007.

Siti Fadhila yang keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 15.30 WIB, terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Dengan suara yang terdengar sangau menahan isak tangis, Siti mengaku diperlakukan tidak adil dan hanya menjadi pengalihan isu.

Karena, menurut mantan Menkes periode 2004-2009 ini masih banyak kasus-kasus yang lebih besar ketimbang kasus yang menjerat dirinya sebagai tersangka.

“Akhirnya selama lima tahun ditunjukkan dengan hukum yang sangat tidak adil. Pak Jokowi saya harap adil menegakkan hukum dengan betul,” kata Siti di Gedung KPK, Senin (24/10).

Menurutnya, banyak kasus yang berat malah dibiarkan. Sedangkan yang sebetulnya tidak bersalah harus ditahan dan harus bersalah.

“Ini tidak adil. Ini betul-betul dikriminalisasi. Janganlah kasus ini untuk menutupi kasus yang lebih besar. Jangan pengalihan isu memakai isu saya,” isaknya.

Siti juga mengaku dalam pemeriksaan kali dirinya tidak dikonfirmasi mengenai substansi kasus. Siti hanya dikonfirmasi penyidik mengenai sejumlah nama.

“Tidak ditanya apa-apa. Cuma ditanya kenal ini, sama kenal ini atau tidak, kok ditahan. Belum sampai pada pokok perkara. Saya merasa ini sangat tidak adil,” ungkapnya.

Siti juga membantah terlibat kasus dugaan korupsi alkes, dan merasa tidak pernah menerima Mandiri Traveller’s Cheque (MTC) senilai Rp 1,275 miliar seperti yang disebutkan dalam dakwaan mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Rustam Syarifudin Pakaya.

“Saya tidak menerima dan tidak ada yang dituduh sebagai pemberi. Kemudian tidak ada juga bukti saya menerima, siapa yang memberi, kapan dan dimana,” sebutnya.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, Siti Fadilah resmi ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Siti akan menjalani masa penahanan selama 20 hari mendatang. “Penahanan untuk kepentingan penyidikan,” tegas Yayuk.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...