Selasa, 30 Mei 2017 | 05.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>RAPBN 2017, Pemerintah Targetkan Angka Pengangguran 5,6 Persen

RAPBN 2017, Pemerintah Targetkan Angka Pengangguran 5,6 Persen

Reporter : Fadilah | Selasa, 25 Oktober 2016 - 16:51 WIB

IMG-18015

Rapat pembahasan RAPBN 2017 di ruang Banggar DPR RI. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Badan Anggaran (Banggar) bersama Pemerintah menyepakati sejumlah hal terkait asumsi makro untuk RAPBN 2017. Kesepakatan itu tercapai dalam rapat kerja (raker) antara dengan pemerintah dan Bank Indonesia Selasa (25/10/2016) ini.

Kesepakatan yang dicapai antara lain target angka pengangguran dipatok 5,6%, sedangkan tingkat angka kemiskinan disepakati 10,5%. Sementara gini ratio diasumsikan 0,39% dengan indeks pembangunan manusia (IPM) 70,1%.

Sedangkan untuk total penerimaan kehutanan ditargetkan sebesar Rp 461 miliar. Hal tersebut ditetapkan sejalan dengan pemerintah yang melanjutkan penundaan pemberian izin baru huran alam, dan lahan gambut di hutan konservasi hutan.

Kemudian disektor perikanan, total penerimaan disepakati Rp 950 miliar, penerimaan panas bumi sebesar Rp 659,5 miliar, penerimaan lahan atas laba BUMN Rp 41 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lainnya Rp 84,42 triliun.

Rinciannya, Kemenkominfo Rp 14,8 triliun, Kemenristekdikti Rp 3,1 triliun, Kepolisian Rp 7,46 triliun, Kementerian ATR Rp 2,3 triliun, Kemenkumham Rp 2,87 triliun, Kemenhub Rp 9,5 triliun, dan BLU Rp 37,6 triliun.

Selain itu disepakati juga defisit anggaran sebesar 2,41% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), besarannya Rp 330,1 triliun.

Sedangkan mengenai pembiayaan guna mendorong akselerasu pembangunan infrastruktur, dan kegiatan produktif ditetapkan juga pembiayaan utang sebesar Rp 380,6 triliun.

Kesepakatan tersebut dilakukan menyesuaikan alokasi SBN yang sebesar Rp 4,31 triliun dari Rp 403,4 triliun dalam RAPBN 2016 yang menjadi Rp 399 triliun.

Penyesuaian alokasi ini atas konsekuensi atas kesepakatan lebih rendahnya pertumbuhan ekonomi dan tidak berubahnya PDB yang menyebabkan nominal Rp 2,6 triliun, dan karena tidak terjadinya penurunan pembiayaan investasi Rp 1,6 triliun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal e-KTP, Setnov Kirim Pesan pada Mantan Sekjen Kemendagri
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 22:23 WIB

Soal e-KTP, Setnov Kirim Pesan pada Mantan Sekjen Kemendagri

Ketua DPR, Setya Novanto rupanya mengirimkan pesan kepada mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini soal proyek e-KTP.Pesan tersebut disampaikan Zudan Arif ...
30 Titik Bangli Masih Berdiri di Kota Bekasi
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 21:48 WIB

30 Titik Bangli Masih Berdiri di Kota Bekasi

Sebanyak 30 titik bangunan liar (bangli) masih berdiri kokoh di Kota Bekasi. Jenis bangunannya beragam, dari semi permanen hingga permanen.Lokasinya ...
Habib Rizieq Praperadilankan Penetapan Tersangka
Hukum - Senin, 29 Mei 2017 - 19:48 WIB

Habib Rizieq Praperadilankan Penetapan Tersangka

Kuasa hukum Imam Besar (FPI) Habib Rizieq Syihab menyatakan akan mengajukan gugatan praperadilan terhadap penetapan tersangka dugaan penyebaran percakapan dan ...
Habib Rizieq Tersangka Dugaan Percakapan Pornografi
Hukum - Senin, 29 Mei 2017 - 19:21 WIB

Habib Rizieq Tersangka Dugaan Percakapan Pornografi

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto pornografi ...
Ini Peringatan Pemkot Bekasi untuk The Jakmania
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 19:21 WIB

Ini Peringatan Pemkot Bekasi untuk The Jakmania

Pemerintah Kota Bekasi memberi peringatan kepada panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija Jakarta kontra Arema FC dalam lanjutan liga 1, di ...
Andi Narogong Mengaku Pernah Dilempar Piring
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 19:19 WIB

Andi Narogong Mengaku Pernah Dilempar Piring

Terdakwa pertama kasus e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik); Irman membantah tudingan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menyebut dirinya ...