Selasa, 28 Maret 2017 | 01.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pemerintah Apresiasi Langkah SBY Ungkap Dokumen TPF Munir

Pemerintah Apresiasi Langkah SBY Ungkap Dokumen TPF Munir

Kamis, 27 Oktober 2016 - 02:13 WIB

IMG-18041

Munir (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengapresiasi penjelasan dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memberi penjelasan terkait keberadaan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kematian aktivis HAM Munir.

“Pemerintah memberikan apresiasi atas apa yang disampaikan Pak SBY maupun Pak Sudi (Silalahi) secara terbuka,” ujar Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (26/10.

Pramono mengatakan, Presiden Jokowi telah memerintahkan Kejaksaan Agung untuk menelusuri keberadaan dokumen tersebut.

“Menjadi jelas tanpa harus menyalahkan siapapun sehingga dengan demikian Presiden sudah menugaskan Jaksa Agung untuk menelusuri, mencari, dan mendapatkan dokumen aslinya,” kata Pramono.

Terpisah Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengatakan tidak ada perintah Presiden Joko Widodo kepada Jaksa Agung untuk mengusut SBY sebagai mantan Presiden.

“Tidak Ada. Jadi catat, jangan sampai itu nanti yang mencuat itu,” tegasnya saat menghadiri acara Press Briefing “2 Tahun Kerja Nyata Pemerintahan Jokowi-JK”, di Gedung Bina Graha, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta,Rabu (26/10) kemarin.

Wiranto bahkan mengulang kembali pernyataannya, bahwa tidak ada perintah, kehendak, keinginan Presiden memerintahkan Jaksa Agung untuk mengusut SBY sebagai mantan Presiden.

Perintah Presiden Jokowi kepada Jaksa Agung, kata Wiranto adalah untuk menelusuri keberadaan dokumen asli laporan TPF Munir itu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...