Minggu, 25 Februari 2018 | 22.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Selidiki Aliran Dana dari Mantan Gubsu, Diduga Masuk ke Kajati Jatim

KPK Selidiki Aliran Dana dari Mantan Gubsu, Diduga Masuk ke Kajati Jatim

Reporter : Rakisa | Jumat, 28 Oktober 2016 - 13:34 WIB

IMG-18067

Mantan Gubsu, Gatot Pujo Nugroho. FOTO: Istimewa

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki aliran dana yang diduga masuk ke Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung terkait penanganan perkara Bansos Sumatera Utara (Sumut).

Maruli disebut-sebut kecipratan uang Rp 500 juta dari Gatot Pujo Nugroho, mantan Gubernur Sumatera Utara. Uang itu diduga sebagai upaya “mengamankan” kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dan hibah Sumatera Utara 2012-2013 yang ditangani Kejaksaan. Disebut-sebut pemberian uang melalui kuasa hukum Gatot, OC Kaligis.

“Masih penyelidikan,” ungkap Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan di kantornya, Jakarta, Kamis (27/10) kemarin. Sayangnya, Basaria belum mau berbicara banyak mengenai penyelidikan tersebut. “Nanti sabar saja dulu. Diselidiki dulu,” ujar Basaria.

Basaria memastikan pihaknya dalam menelisik dugaan itu tak terpaku atas pengakuan seseorang. KPK, lanjut Basaria, juga tak mempermasalahkan jika Maruli membantah soal aliran uang tersebut.

“Semua penyelidikan itu tidak berdasarkan apakah menurut kata seseorang atau tidak. Mau dibantah boleh saja. Tapi fakta yang diterima oleh penyidik harus benar-benar berdasarkan bukti-bukti yang ada,” kata Basaria.

Maruli berulang kali membantah adanya aliran uang dari Gatot ke kocek pribadinya. Sementara, sejumlah saksi dalam persidangan kasus suap penanganan perkara Bansos Sumut telah mengungkap dugaan aliran uang tersebut. Salah satunya istri Gatot, Evy Susanti.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...