Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Siapa ’Penguasa’ yang Mengincar Dahlan Iskan, Ini Kata Jusuf Kalla

Siapa ’Penguasa’ yang Mengincar Dahlan Iskan, Ini Kata Jusuf Kalla

Jumat, 28 Oktober 2016 - 17:33 WIB

IMG-18073

Dahlan Iskan Ditetapkan sebagai tersangka Kajati Jatim (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengakuan mantan Mentri BUMN Dahlan Iskan bahwa dirinya dijadikan tersangka dan ditahan karena sudah lama diincar penguasa. Meski tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud dengan penguasa tersebut.

Namun, Wakil Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Dahlan bahwa dirinya tidak mengerti siapa yang dimaksud oleh mantan salah satu tim sukses pemenangan Jokowi-JK itu.

“Kalau banyak dikatakan beliau diincar penguasa, saya tidak mengerti apa yang Pak Dahlan maksudkan, apakah pemerintah di Jakarta, apa di Jawa Timur, kita kembalikanlah kepada beliau. Kalau di Jakarta ini, saya kira tidak ada,” kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (28/10).

Menurut JK, walapun Dahlan Iskan adalah salah satu menteri di zaman SBY, namun di saat Pemilihan Presiden 2014 lalu, ia merupakan salah satu anggota tim sukses pemenangan Jokowi-JK.

“Jangan lupa Pak Dahlan menteri di zaman SBY, tapi di saat terakhir Pak Dahlan tim sukses (Jokowi-JK) juga, jadi tidak mungkin dalam dimaksud penguasa itu di sini (Jakarta) melakukan hal seperti itu,” ujar dia.

JK juga menyampaikan simpati yang mendalam atas ditahannya Dahlan Iskan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Kamis (27/10) malam kemarin.

“Saya menyampaikan simpati yang mendalam atas kejadian yang dialami Pa Dahlan, beliau kawan lama di Jawa Pos, lalu ‘join’ (bergabung) koran di Makassar,” tegas JK.

“Saya tidak yakin Pak Dahlan punya niat seperti itu, tapi banyak hal di Indonesia memang selama ada masalah dihubung-hubungkan terus, tapi itu tugas merekalah (pengadilan),” tambahnya.

Seperti diberitakan, mantan Mentri BUMN Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kajati Jawa Timur setelah menjalani pemeriksaan hampir tujuh jam terkait dugaan penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU), salah satu BUMD milik Pemprov Jawa Timur.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...