Rabu, 18 Januari 2017 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>31 Oktober Akan Dicanangkan Jadi Hari Menabung Nasional

31 Oktober Akan Dicanangkan Jadi Hari Menabung Nasional

Reporter : Rakisa | Senin, 31 Oktober 2016 - 01:58 WIB

IMG-18091

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Presiden Joko Widodo akan mencanangkan 31 Oktober sebagai ‘Hari Menabung Nasional’. Hal ini bertujuan untuk mendorong semangat dan menanamkan budaya menabung bagi masyarakat.

Tujuan lainnya adalah untuk menyediakan dana pembangunan, budaya menabung juga penting untuk menurunkan saving-investment gap atau kesenjangan antara ketersediaan dana dalam negeri dan kebutuhan dana investasi.

“Di level dunia, sudah ada Hari Menabung Internasional yang sudah lama diperingati. Kita baru dicanangkan, Senin, 31 Oktober, sama dengan Hari Menabung International,” kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, dalam diskusi bersama Pimpinan Redaksi di Jakarta, Minggu (30/10).

Muliaman menegaskan dengan mewujudkan masyarakat yang berdudaya menabung dengan mendorong peningkatan jumlah dana simpanan serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional, diharapkan tercapai kesejahteraan masyarakat.

“Menabung tidak saja terbatas pada menyimpan uang di bank, melainkan juga membeli polis asuransi, membeli saham dan obligasi lewat perusahaan sekuritas di pasar modal,” tukas Muliaman.

Investment-saving gap, kata Muliaman, terlihat pada posisi utang luar negeri Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia menunjukkan, utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2016 sebesar US$ 314,3 miliar atau naik 3,7% sejak awal tahun.

Posisi ULN Indonesia didominasi ULN berjangka panjang. ULN berjangka panjang pada Mei 2016 mencapai US$ 275,5 miliar atau 87,6% dari total ULN. Pada akhir Mei 2016, posisi ULN sektor swasta tercatat sebesar US$ 163,6 miliar (52,1% dari total ULN), sedangkan posisi ULN sektor publik sebesar US$ 150,7 miliar (47,9% dari total ULN).

“Saya berharap, pencanangan Hari Menabung Nasional perlu diperkuat dengan peraturan Presiden biar lebih kuat,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...