Minggu, 23 April 2017 | 20.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kejahatan Terhadap Anak, Komnas PA: Sumut Peringkat Sembilan

Kejahatan Terhadap Anak, Komnas PA: Sumut Peringkat Sembilan

Senin, 31 Oktober 2016 - 11:38 WIB

IMG-18099

Arist Merdeka Sirait. (Ist)

Medan, kini.co.id – Sumut Provinsi tak ramah anak. Hal itu dikarenakan tingginya jumlah kejahatan terhadap anak di daerah bahkan jumlahnya terus meningkat.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait kepada KiniNews, Minggu (30/10/2016).

Secara nasional, kata Arist dari 34 Provinsi di Indonesia Sumut berada di peringkat 9 terbanyak melakukan kejahatan terhadap anak.

“Sumut peringkat 9 kejahatan terhadap anak, dimana 51,7 persen itu merupakan kejahatan seksual,” kata Arist usai Rakorda Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Sumut.

(Baca Juga: Arist Merdeka Sirait Maju di Pilkada Sumut?)

Sementara, menurut data Komnas PA, Provinsi terbanyak melakukan kejahatan anak adalah Jakarta, kemudian Jawa Barat, dan Banten.

“Hal itu cukup memprihatinkan, karena memang terbukti dari kunjungan-kunjungan kerja yang kita lakukan baik di Deliserdang, Siantar Simalungun, termasuk ke Palas dan Paluta itu kejahatan seksual mendominasi,”

Arist juga menyebut jumlah kejahatan terhadap anak di Sumut dalam kurun satu tahun yakni 2015-2016 meningkat sebanyak 38 persen.

Ia menjelaskan di tahun 2015, ada 1.126 kasus kejahatan terhadap anak, sementara di 2016 jumlah itu meningkat 38 persen menjadi 2.726 kasus, dimana 51,7 di antaranya adalah kasus kejahatan seksual.

“Data ini kita peroleh dari masing-masing polres dan LPA di kabupaten se-Sumut,” kata dia.

Arist juga sangat menyayangkan minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumut atas kejahatan yang terjadi pada anak. Ia menilai belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melindungi anak-anak dari berbagai kejahatan tersebut.

“Selama ini kita lihat perlindungan anak di Sumut sangat lemah, pemerintahnya juga belum punya gerakan perlindungan anak. Dalam kunjungan kerja kita di 17 kabupaten kota ini, kita mendorong pemda untuk bersepakat untuk mencanangkan gerakan perlindungan anak sekampung atau sedusun,” jelasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...