Selasa, 17 Januari 2017 | 22.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kejahatan Terhadap Anak, Komnas PA: Sumut Peringkat Sembilan

Kejahatan Terhadap Anak, Komnas PA: Sumut Peringkat Sembilan

Senin, 31 Oktober 2016 - 11:38 WIB

IMG-18099

Arist Merdeka Sirait. (Ist)

Medan, kini.co.id – Sumut Provinsi tak ramah anak. Hal itu dikarenakan tingginya jumlah kejahatan terhadap anak di daerah bahkan jumlahnya terus meningkat.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait kepada KiniNews, Minggu (30/10/2016).

Secara nasional, kata Arist dari 34 Provinsi di Indonesia Sumut berada di peringkat 9 terbanyak melakukan kejahatan terhadap anak.

“Sumut peringkat 9 kejahatan terhadap anak, dimana 51,7 persen itu merupakan kejahatan seksual,” kata Arist usai Rakorda Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Sumut.

(Baca Juga: Arist Merdeka Sirait Maju di Pilkada Sumut?)

Sementara, menurut data Komnas PA, Provinsi terbanyak melakukan kejahatan anak adalah Jakarta, kemudian Jawa Barat, dan Banten.

“Hal itu cukup memprihatinkan, karena memang terbukti dari kunjungan-kunjungan kerja yang kita lakukan baik di Deliserdang, Siantar Simalungun, termasuk ke Palas dan Paluta itu kejahatan seksual mendominasi,”

Arist juga menyebut jumlah kejahatan terhadap anak di Sumut dalam kurun satu tahun yakni 2015-2016 meningkat sebanyak 38 persen.

Ia menjelaskan di tahun 2015, ada 1.126 kasus kejahatan terhadap anak, sementara di 2016 jumlah itu meningkat 38 persen menjadi 2.726 kasus, dimana 51,7 di antaranya adalah kasus kejahatan seksual.

“Data ini kita peroleh dari masing-masing polres dan LPA di kabupaten se-Sumut,” kata dia.

Arist juga sangat menyayangkan minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumut atas kejahatan yang terjadi pada anak. Ia menilai belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melindungi anak-anak dari berbagai kejahatan tersebut.

“Selama ini kita lihat perlindungan anak di Sumut sangat lemah, pemerintahnya juga belum punya gerakan perlindungan anak. Dalam kunjungan kerja kita di 17 kabupaten kota ini, kita mendorong pemda untuk bersepakat untuk mencanangkan gerakan perlindungan anak sekampung atau sedusun,” jelasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...
Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 19:00 WIB

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yakni ...
Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:40 WIB

Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya

Tepat di teras warung milik Slamet, di Jalan Raya Siman, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, geger karena penemuan sesosok mayat. ...
Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:12 WIB

Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan

Belakangan ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi arogan. Karena hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah membubarkan ...