Rabu, 24 Januari 2018 | 06.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kejahatan Terhadap Anak, Komnas PA: Sumut Peringkat Sembilan

Kejahatan Terhadap Anak, Komnas PA: Sumut Peringkat Sembilan

Senin, 31 Oktober 2016 - 11:38 WIB

IMG-18099

Arist Merdeka Sirait. (Ist)

Medan, kini.co.id – Sumut Provinsi tak ramah anak. Hal itu dikarenakan tingginya jumlah kejahatan terhadap anak di daerah bahkan jumlahnya terus meningkat.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait kepada KiniNews, Minggu (30/10/2016).

Secara nasional, kata Arist dari 34 Provinsi di Indonesia Sumut berada di peringkat 9 terbanyak melakukan kejahatan terhadap anak.

“Sumut peringkat 9 kejahatan terhadap anak, dimana 51,7 persen itu merupakan kejahatan seksual,” kata Arist usai Rakorda Lembaga Perlindungan Anak (LPA) se-Sumut.

(Baca Juga: Arist Merdeka Sirait Maju di Pilkada Sumut?)

Sementara, menurut data Komnas PA, Provinsi terbanyak melakukan kejahatan anak adalah Jakarta, kemudian Jawa Barat, dan Banten.

“Hal itu cukup memprihatinkan, karena memang terbukti dari kunjungan-kunjungan kerja yang kita lakukan baik di Deliserdang, Siantar Simalungun, termasuk ke Palas dan Paluta itu kejahatan seksual mendominasi,”

Arist juga menyebut jumlah kejahatan terhadap anak di Sumut dalam kurun satu tahun yakni 2015-2016 meningkat sebanyak 38 persen.

Ia menjelaskan di tahun 2015, ada 1.126 kasus kejahatan terhadap anak, sementara di 2016 jumlah itu meningkat 38 persen menjadi 2.726 kasus, dimana 51,7 di antaranya adalah kasus kejahatan seksual.

“Data ini kita peroleh dari masing-masing polres dan LPA di kabupaten se-Sumut,” kata dia.

Arist juga sangat menyayangkan minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumut atas kejahatan yang terjadi pada anak. Ia menilai belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melindungi anak-anak dari berbagai kejahatan tersebut.

“Selama ini kita lihat perlindungan anak di Sumut sangat lemah, pemerintahnya juga belum punya gerakan perlindungan anak. Dalam kunjungan kerja kita di 17 kabupaten kota ini, kita mendorong pemda untuk bersepakat untuk mencanangkan gerakan perlindungan anak sekampung atau sedusun,” jelasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...