Kamis, 23 Maret 2017 | 11.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Demo 4 November Tak Mengerikan, Alasan Menko Darmin Tak Siapkan Upaya Khusus

Demo 4 November Tak Mengerikan, Alasan Menko Darmin Tak Siapkan Upaya Khusus

Reporter : Fadilah | Kamis, 3 November 2016 - 17:33 WIB

IMG-18188

Menko Darmin (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution mengaku tak menyiapkan upaya khusus apa pun untuk menjaga ekonomi tetap stabil saat digempur aksi demonstrasi 4 November 2016 besok.

Dia juga mengaku tak takut dengan gempuran aksi demonstrasi yang akan dilakukan 4 November besok berdampak buruk bagi perekonomian nasional.

Pasalnya aksi tersebut tidak akan terlalu mengerikan seperti yang diperkirakan saat ini.

“Tidak ada (persiapan), karena kita tidak melihat ini sesuatu yang mengerikan. Kecuali lajutnya kalau berbagai kegiatan tidak bisa jalan lagi. Sampai smuanya (ikut demo) selama tiga bulan, itu baru jadi masalah. Kalau cuma sehari-dua hari tidaklah,” kata Darmin, di Jakarta, Kamis, (3/11/2016).

Mantan Gubernur BI (Bank Indonesia) itu berujar Indonesia sudah pernah menjalani segala macam proses baik demokrasi dan tekanan yang dampaknya tak membuat ekonomi amblas.

Mulai dari gejolak krisis pun sudah pernah dihadapi bangsa ini dengan sangat apik. Kekhawatiran yang dilebih-lebihkan nyatanya tak seperti yang dibayangkan.

“Ekonomi kita coba perhatikan, sejak kena gejolak krisis sejak 2008 kita cukup kuat berjalan,” katanya.

Meski demikian, dirinya tetap mengingatkan agar semua pihak tetap menjaga agar demo yang dilakukan tak menjadi anarkis. Supaya negeri ini tetap stabili.

“Tentu kalau ada anarki ceritanya bisa beda. Itu yang harus dijaga oleh semuanya, bukan hanya aparat keamanan, jaga diri semuanya supaya yang diinginkan tersampaikan dan tidak ada kerusakan,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...