Rabu, 18 Januari 2017 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Diperiksa Delapan Jam, Habib Rizieq Ingatkan Presiden Tak Intervensi

Aksi Bela Islam 4 November

Diperiksa Delapan Jam, Habib Rizieq Ingatkan Presiden Tak Intervensi

Jumat, 4 November 2016 - 00:13 WIB

IMG-18196

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab di Bareskrim Polri (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab hampir sekitar delapan jam diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi ahli agama kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pemeriksaan cukup lama lantaran Habib Rizieq mengutip belasan referensi kitab tafsir klasik untuk memperkuat argumennya. Setelah keluar dari ruang penyidik, Habib mengatakan diminta pendapat tentang penafsiran surat Al Maidah ayat 51.

“Saya diperiksa dan dimintai keterangan sebagai ahli agama, memaparkan antara lain adalah menyangkut tafsir surah Al Maidah ayat 51 karena, tadi saya sertakan beberapa belas daripada tafsir kitab klasik, dalil lengkap itu sebabnya kenapa keterangan cukup makan waktu,” kata Rizieq, Kamis (3/110) malam tadi.

Menurut Haib, Bareskrim harus segera gelar perkara dengan kejaksaan untuk menentukan status Ahok. Sebab saksi fakta, saksi ahli agama, bahasa dan pidana sudah diperiksa penyidik.

Selain itu, rekaman video Ahok terkait penistaan agama di Kepulauan Seribu telah selesai diuji laboratorium forensik. Habib Rizieq mengatakan, kasus Ahok sudah menjadi isu nasional dan mengganggu ketertiban umum.

Rizieq mendesak gelar perkara dipercepat lantaran kasus dugaan penistaan agama sudah menjadi isu besar dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Menurut dia ucapan Ahok juga telah memicu aksi demonstrasi ormas Islam yang akan diselenggarakan Jumat (4/11) hari ini.

“Ada jutaan umat Islam turun ke jalan, mau tunggu sampai kapan lagi, ada pihak manapun intervensi jangan, termasuk Presiden, partai pengusung Ahok, jangan merasa partai besar, ingin lakukan manuver politik,” tukas Habib.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...