Selasa, 20 Februari 2018 | 10.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Diperiksa Delapan Jam, Habib Rizieq Ingatkan Presiden Tak Intervensi

Aksi Bela Islam 4 November

Diperiksa Delapan Jam, Habib Rizieq Ingatkan Presiden Tak Intervensi

Jumat, 4 November 2016 - 00:13 WIB

IMG-18196

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab di Bareskrim Polri (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab hampir sekitar delapan jam diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi ahli agama kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pemeriksaan cukup lama lantaran Habib Rizieq mengutip belasan referensi kitab tafsir klasik untuk memperkuat argumennya. Setelah keluar dari ruang penyidik, Habib mengatakan diminta pendapat tentang penafsiran surat Al Maidah ayat 51.

“Saya diperiksa dan dimintai keterangan sebagai ahli agama, memaparkan antara lain adalah menyangkut tafsir surah Al Maidah ayat 51 karena, tadi saya sertakan beberapa belas daripada tafsir kitab klasik, dalil lengkap itu sebabnya kenapa keterangan cukup makan waktu,” kata Rizieq, Kamis (3/110) malam tadi.

Menurut Haib, Bareskrim harus segera gelar perkara dengan kejaksaan untuk menentukan status Ahok. Sebab saksi fakta, saksi ahli agama, bahasa dan pidana sudah diperiksa penyidik.

Selain itu, rekaman video Ahok terkait penistaan agama di Kepulauan Seribu telah selesai diuji laboratorium forensik. Habib Rizieq mengatakan, kasus Ahok sudah menjadi isu nasional dan mengganggu ketertiban umum.

Rizieq mendesak gelar perkara dipercepat lantaran kasus dugaan penistaan agama sudah menjadi isu besar dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Menurut dia ucapan Ahok juga telah memicu aksi demonstrasi ormas Islam yang akan diselenggarakan Jumat (4/11) hari ini.

“Ada jutaan umat Islam turun ke jalan, mau tunggu sampai kapan lagi, ada pihak manapun intervensi jangan, termasuk Presiden, partai pengusung Ahok, jangan merasa partai besar, ingin lakukan manuver politik,” tukas Habib.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...