Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Diperiksa Delapan Jam, Habib Rizieq Ingatkan Presiden Tak Intervensi

Aksi Bela Islam 4 November

Diperiksa Delapan Jam, Habib Rizieq Ingatkan Presiden Tak Intervensi

Jumat, 4 November 2016 - 00:13 WIB

IMG-18196

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab di Bareskrim Polri (KiniNews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab hampir sekitar delapan jam diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi ahli agama kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pemeriksaan cukup lama lantaran Habib Rizieq mengutip belasan referensi kitab tafsir klasik untuk memperkuat argumennya. Setelah keluar dari ruang penyidik, Habib mengatakan diminta pendapat tentang penafsiran surat Al Maidah ayat 51.

“Saya diperiksa dan dimintai keterangan sebagai ahli agama, memaparkan antara lain adalah menyangkut tafsir surah Al Maidah ayat 51 karena, tadi saya sertakan beberapa belas daripada tafsir kitab klasik, dalil lengkap itu sebabnya kenapa keterangan cukup makan waktu,” kata Rizieq, Kamis (3/110) malam tadi.

Menurut Haib, Bareskrim harus segera gelar perkara dengan kejaksaan untuk menentukan status Ahok. Sebab saksi fakta, saksi ahli agama, bahasa dan pidana sudah diperiksa penyidik.

Selain itu, rekaman video Ahok terkait penistaan agama di Kepulauan Seribu telah selesai diuji laboratorium forensik. Habib Rizieq mengatakan, kasus Ahok sudah menjadi isu nasional dan mengganggu ketertiban umum.

Rizieq mendesak gelar perkara dipercepat lantaran kasus dugaan penistaan agama sudah menjadi isu besar dan berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Menurut dia ucapan Ahok juga telah memicu aksi demonstrasi ormas Islam yang akan diselenggarakan Jumat (4/11) hari ini.

“Ada jutaan umat Islam turun ke jalan, mau tunggu sampai kapan lagi, ada pihak manapun intervensi jangan, termasuk Presiden, partai pengusung Ahok, jangan merasa partai besar, ingin lakukan manuver politik,” tukas Habib.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III: Integritas Densus Tipikor Haruslah Pasti
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:31 WIB

Komisi III: Integritas Densus Tipikor Haruslah Pasti

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan mengatakan bahwa integritas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan ditugaskan pada Densus ...
Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:25 WIB

Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki Sitem Informasi Partai Politik (SIPOL).Hal tersebut lantaran SIPOL ...
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...