Kamis, 19 Januari 2017 | 15.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kapolda Tak Izinkan Massa Aksi Bela Islam II Nginap Gedung DPR

Kapolda Tak Izinkan Massa Aksi Bela Islam II Nginap Gedung DPR

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 02:50 WIB

IMG-18225

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan di DPR (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Massa aksi Bela Islam II yang sempat berakhir ricuh di depan Istana Negara, Jumat (4/11) malam yang kemudian dipukul mundur aparat kepolisian melanjutkan demosntrasi di depan Gedung DPR-MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Massa menginginkan menginap di kawasan gedung DPR-MPR, namun keinginan massa tidak diizinkan aparat kepolisian yang mengamankan aksi tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan menegaskan massa aksi tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung Parlemen.

“Kan batas orasi sudah ada, di depan pagar itu batas mereka melakukan orasi dan tidak boleh di dalam (Gedung Parlemen),” katanya saat meninjau keamanan di gedung DPR-MPR, Sabtu (5/11).

Iriawan mengatakan, demonstran sudah diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla sehingga aspirasinya bisa disampaikan dan hal itu sebenarnya sudah selesai.

Kehadiran demonstran ke Gedung Parlemen merupakan kehendak mereka sendiri padahal aspirasinya sudah diterima Wapres.

“Kami biarkan saja, silakan kita kuat-kuatan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jika situasi dinilai perlu ada penambahan pasukan pengamanan maka akan dilakukan penambahan personel pengamanan Gedung Parlemen.

Namun hal itu belum ada arahan untuk peningkatan status Jakarta dari Siaga 1.

“Status Siaga 1 memang sudah dari beberapa hari lalu, tidak ada penambahan personil dan peningkatan status,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...