Kamis, 23 Maret 2017 | 11.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kapolda Tak Izinkan Massa Aksi Bela Islam II Nginap Gedung DPR

Kapolda Tak Izinkan Massa Aksi Bela Islam II Nginap Gedung DPR

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 02:50 WIB

IMG-18225

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan di DPR (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Massa aksi Bela Islam II yang sempat berakhir ricuh di depan Istana Negara, Jumat (4/11) malam yang kemudian dipukul mundur aparat kepolisian melanjutkan demosntrasi di depan Gedung DPR-MPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Massa menginginkan menginap di kawasan gedung DPR-MPR, namun keinginan massa tidak diizinkan aparat kepolisian yang mengamankan aksi tersebut.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan menegaskan massa aksi tetap tidak diperbolehkan masuk ke dalam Gedung Parlemen.

“Kan batas orasi sudah ada, di depan pagar itu batas mereka melakukan orasi dan tidak boleh di dalam (Gedung Parlemen),” katanya saat meninjau keamanan di gedung DPR-MPR, Sabtu (5/11).

Iriawan mengatakan, demonstran sudah diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla sehingga aspirasinya bisa disampaikan dan hal itu sebenarnya sudah selesai.

Kehadiran demonstran ke Gedung Parlemen merupakan kehendak mereka sendiri padahal aspirasinya sudah diterima Wapres.

“Kami biarkan saja, silakan kita kuat-kuatan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, jika situasi dinilai perlu ada penambahan pasukan pengamanan maka akan dilakukan penambahan personel pengamanan Gedung Parlemen.

Namun hal itu belum ada arahan untuk peningkatan status Jakarta dari Siaga 1.

“Status Siaga 1 memang sudah dari beberapa hari lalu, tidak ada penambahan personil dan peningkatan status,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...