Selasa, 17 Januari 2017 | 21.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Disebut Dalang Kerusuhan Aksi Bela Islam 4 November, Ini Klarifikasi HMI

Aksi Bela Islam 4 November

Disebut Dalang Kerusuhan Aksi Bela Islam 4 November, Ini Klarifikasi HMI

Sabtu, 5 November 2016 - 12:45 WIB

IMG-18239

Aksi Bela Islam II di Istana berakhir ricuh (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sempat disebut-sebut pemicu kerusuhan yang terjadi pada Aksi Bela Islam Jilid II $ November kemarin. Hal itu pun dibantah, Ketua Bidang Pengembangan Anggota, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Barat, Muhammad Agus Jamaluddin,

Melalui keterangan tertulisnya yang diterima KiniNews, Sabtu (5/11/2016) Jalaluddin membantah tudingan Polda Metro Jaya, yang mengatakan, Himpunan Mahasiswa dalam dari kericuhan aksi yang dilakukan oleh ribuan umat Islam, Jumat (4/11/2016) kemarin.

“HMI tidak ada maksud untuk membuat rusuh dalam aksi, justru itu bukan HMI, tapi provokator, yang ingin memecah belah HMI dalam Aksi” Kata, Agus dalam keterangan tertulisnya.

Mantan Ketua Umum Komisariat STAINU, ini menjelaskan, aparat kepolisian yang mencoba memecah belah barisan HMI saat melakukan aksi.

“Jadi HMI Cabang Jakarta Barat, Cabang Kota Bogor, Cabang Serang dan Cabang palembang itu kan Misah, dari barisan Pengurus besar, karena Miss dan ini juga sudah permainan aparat untuk memecah belah baraisan massa. Nah ketika kerusuhan terjadi itu bukan kader HMI tapi ada provokator” jelas Agus.

Tak hanya itu, mantan Ketua Umum HMI Komisariat STAINU, ini juga memaparkan, saat kericuhan itu terjadi, ada orang yang tidak dikenal, melemparkan sendal kepada aparat kepolisian, dan itu sendal salah satu kader HMI.

“Ada temen ane, diambil paksa sendalnya oleh seorang yang tak dikenal untuk dilemparkan ke polisi, nama temen saya itu, Rudi Hartono kader HMI Jakarta Barat,” papar Agus.

Sebagaimana informasi yang di Himpun, Aksi yang dilakukan oleh ribuan umat Islam ini, berjalan dengan ricuh, bahkan terdapat lebih dari satu korban yang terkena pukulan oleh aparat.

Dalam kericuhan tersebut, nama Himpunan Mahasiswa Islam, disebut-sebut sebagai dalang dari kerusuhan tersebut. Namun informasi tersebut dibantah oleh kader Himpunan Mahasiswa Islam, yang mengikuti aksi tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...
Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 19:00 WIB

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yakni ...
Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:40 WIB

Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya

Tepat di teras warung milik Slamet, di Jalan Raya Siman, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, geger karena penemuan sesosok mayat. ...
Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:12 WIB

Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan

Belakangan ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi arogan. Karena hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah membubarkan ...