Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Sabtu, 5 November 2016 - 14:50 WIB

IMG-18257

Presiden Jokowi didampingin Menkopolhukam Wiranto saat memberikan keterangan Pers terakait aksi 4 November di Istana Negara. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 kemarin disebut berjalan damai. Meski ada riak-riak kecil yang terjadi akibat provokasi, aksi tersebut diyakini berjalan baik bahkan elegan.

Pengamat Kontra Teroris, Harits Abu Ulya menyatakan justru yang tidak elegan dalam aksi umat Islam tersebut adalah sikap Presiden Jokowi yang enggan menerima perwakilan demonstran di Istana Negara.

Menurutnya, jika Presiden pada saat itu menerima perwakilan demonstran, aksi tidak akan berujung ricuh.

“Saya menilai aksi ini berlangsung dengan sangat elegan. Jutaan umat Islam menggelar aksi dengan sangat damai, dan mereka mampu menahan emosinya, meskipun ada riak-riak kecil karena provokasi. Saya sangat menyayangkan sikap presiden Jokowi, kenapa dari awal tidak menerima wakil demonstran untuk bertemu. Justru yang kita lihat sikap pak Jokowi yang tidak elegan, tidak hadir di depan demonstran, malah menyuruh wakil presiden dan menteri-menterinya mengadapi massa,” jelas Harits, Sabtu (5/11/2016).

Ia menilai sikap Jokowi yang mengelak bertemu demonstran tidak menunjukkan sikap seorang negarawan.

“Dengan demikian sikap kenegarawanan Presiden belum patut dicontoh. Bisa kita lihat saat pembakar masjid di Tolikara diundang ke Istana, bahkan dia bisa tertawa bersama pelawak di sana. Lalu apa susahnya menerima perwakilan demonstran, dan mendengarkan tuntutannya,” kata Harits.

Harits juga menyayangkan sejumlah media memberitakan hal yang tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Seperti kericuhan di Penjaringan, Jakarta Utara sekitar kediaman Ahok diberitakan seolah massa aksi bela islam.

“Kita sangat kecewa dengan pemberitaan media terkait kericuhan di Penjaringan yang di-framing seolah dilakukan oleh massa Aksi Bela Islam, padahal bukan,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III: Integritas Densus Tipikor Haruslah Pasti
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:31 WIB

Komisi III: Integritas Densus Tipikor Haruslah Pasti

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Trimedya Panjaitan mengatakan bahwa integritas Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan ditugaskan pada Densus ...
Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:25 WIB

Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki Sitem Informasi Partai Politik (SIPOL).Hal tersebut lantaran SIPOL ...
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...