Kamis, 23 Maret 2017 | 11.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Sabtu, 5 November 2016 - 14:50 WIB

IMG-18257

Presiden Jokowi didampingin Menkopolhukam Wiranto saat memberikan keterangan Pers terakait aksi 4 November di Istana Negara. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 kemarin disebut berjalan damai. Meski ada riak-riak kecil yang terjadi akibat provokasi, aksi tersebut diyakini berjalan baik bahkan elegan.

Pengamat Kontra Teroris, Harits Abu Ulya menyatakan justru yang tidak elegan dalam aksi umat Islam tersebut adalah sikap Presiden Jokowi yang enggan menerima perwakilan demonstran di Istana Negara.

Menurutnya, jika Presiden pada saat itu menerima perwakilan demonstran, aksi tidak akan berujung ricuh.

“Saya menilai aksi ini berlangsung dengan sangat elegan. Jutaan umat Islam menggelar aksi dengan sangat damai, dan mereka mampu menahan emosinya, meskipun ada riak-riak kecil karena provokasi. Saya sangat menyayangkan sikap presiden Jokowi, kenapa dari awal tidak menerima wakil demonstran untuk bertemu. Justru yang kita lihat sikap pak Jokowi yang tidak elegan, tidak hadir di depan demonstran, malah menyuruh wakil presiden dan menteri-menterinya mengadapi massa,” jelas Harits, Sabtu (5/11/2016).

Ia menilai sikap Jokowi yang mengelak bertemu demonstran tidak menunjukkan sikap seorang negarawan.

“Dengan demikian sikap kenegarawanan Presiden belum patut dicontoh. Bisa kita lihat saat pembakar masjid di Tolikara diundang ke Istana, bahkan dia bisa tertawa bersama pelawak di sana. Lalu apa susahnya menerima perwakilan demonstran, dan mendengarkan tuntutannya,” kata Harits.

Harits juga menyayangkan sejumlah media memberitakan hal yang tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Seperti kericuhan di Penjaringan, Jakarta Utara sekitar kediaman Ahok diberitakan seolah massa aksi bela islam.

“Kita sangat kecewa dengan pemberitaan media terkait kericuhan di Penjaringan yang di-framing seolah dilakukan oleh massa Aksi Bela Islam, padahal bukan,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...