Senin, 21 Agustus 2017 | 15.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Sabtu, 5 November 2016 - 14:50 WIB

IMG-18257

Presiden Jokowi didampingin Menkopolhukam Wiranto saat memberikan keterangan Pers terakait aksi 4 November di Istana Negara. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 kemarin disebut berjalan damai. Meski ada riak-riak kecil yang terjadi akibat provokasi, aksi tersebut diyakini berjalan baik bahkan elegan.

Pengamat Kontra Teroris, Harits Abu Ulya menyatakan justru yang tidak elegan dalam aksi umat Islam tersebut adalah sikap Presiden Jokowi yang enggan menerima perwakilan demonstran di Istana Negara.

Menurutnya, jika Presiden pada saat itu menerima perwakilan demonstran, aksi tidak akan berujung ricuh.

“Saya menilai aksi ini berlangsung dengan sangat elegan. Jutaan umat Islam menggelar aksi dengan sangat damai, dan mereka mampu menahan emosinya, meskipun ada riak-riak kecil karena provokasi. Saya sangat menyayangkan sikap presiden Jokowi, kenapa dari awal tidak menerima wakil demonstran untuk bertemu. Justru yang kita lihat sikap pak Jokowi yang tidak elegan, tidak hadir di depan demonstran, malah menyuruh wakil presiden dan menteri-menterinya mengadapi massa,” jelas Harits, Sabtu (5/11/2016).

Ia menilai sikap Jokowi yang mengelak bertemu demonstran tidak menunjukkan sikap seorang negarawan.

“Dengan demikian sikap kenegarawanan Presiden belum patut dicontoh. Bisa kita lihat saat pembakar masjid di Tolikara diundang ke Istana, bahkan dia bisa tertawa bersama pelawak di sana. Lalu apa susahnya menerima perwakilan demonstran, dan mendengarkan tuntutannya,” kata Harits.

Harits juga menyayangkan sejumlah media memberitakan hal yang tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Seperti kericuhan di Penjaringan, Jakarta Utara sekitar kediaman Ahok diberitakan seolah massa aksi bela islam.

“Kita sangat kecewa dengan pemberitaan media terkait kericuhan di Penjaringan yang di-framing seolah dilakukan oleh massa Aksi Bela Islam, padahal bukan,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...