Selasa, 20 Februari 2018 | 10.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Harits Ulya Sebut Presiden Tak Tunjukkan Sikap Negarawan

Sabtu, 5 November 2016 - 14:50 WIB

IMG-18257

Presiden Jokowi didampingin Menkopolhukam Wiranto saat memberikan keterangan Pers terakait aksi 4 November di Istana Negara. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 kemarin disebut berjalan damai. Meski ada riak-riak kecil yang terjadi akibat provokasi, aksi tersebut diyakini berjalan baik bahkan elegan.

Pengamat Kontra Teroris, Harits Abu Ulya menyatakan justru yang tidak elegan dalam aksi umat Islam tersebut adalah sikap Presiden Jokowi yang enggan menerima perwakilan demonstran di Istana Negara.

Menurutnya, jika Presiden pada saat itu menerima perwakilan demonstran, aksi tidak akan berujung ricuh.

“Saya menilai aksi ini berlangsung dengan sangat elegan. Jutaan umat Islam menggelar aksi dengan sangat damai, dan mereka mampu menahan emosinya, meskipun ada riak-riak kecil karena provokasi. Saya sangat menyayangkan sikap presiden Jokowi, kenapa dari awal tidak menerima wakil demonstran untuk bertemu. Justru yang kita lihat sikap pak Jokowi yang tidak elegan, tidak hadir di depan demonstran, malah menyuruh wakil presiden dan menteri-menterinya mengadapi massa,” jelas Harits, Sabtu (5/11/2016).

Ia menilai sikap Jokowi yang mengelak bertemu demonstran tidak menunjukkan sikap seorang negarawan.

“Dengan demikian sikap kenegarawanan Presiden belum patut dicontoh. Bisa kita lihat saat pembakar masjid di Tolikara diundang ke Istana, bahkan dia bisa tertawa bersama pelawak di sana. Lalu apa susahnya menerima perwakilan demonstran, dan mendengarkan tuntutannya,” kata Harits.

Harits juga menyayangkan sejumlah media memberitakan hal yang tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Seperti kericuhan di Penjaringan, Jakarta Utara sekitar kediaman Ahok diberitakan seolah massa aksi bela islam.

“Kita sangat kecewa dengan pemberitaan media terkait kericuhan di Penjaringan yang di-framing seolah dilakukan oleh massa Aksi Bela Islam, padahal bukan,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...