Rabu, 17 Januari 2018 | 21.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Aksi Bela Islam 4 November

Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 18:08 WIB

IMG-18261

Dr Sholeh Assegaf Koordinator Tim Medis GNPF-MUI (KIniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ratusan orang menjadi korban dalam kericuhan demo Aksi Bela Islam II di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) malam. Sedikitnya ada sekitar 165 orang pendemo yang dilarikan ke RS Budi Kemulyaan, akibat terkena pelontar gas air mata. Dari 165 korban tersebut, ada 8 orang diantaranya adalah perempuan.

Koordinator tim Medis GNPF-MUI, dokter Sholeh Assegaf mengatakan dalam kurun waktu sekitar dua jam sejak kerusuhan di Istana Negara berjumlah sekitar 165 orang, diantaranya delapan ibu-ibu.

“Di RS Budi Kemulayaan sebagai home base medis yang saya tangani berjumlah sekitar 165 orang, termasuk Ustadz Arifin Ilham dan juga Ustadz Ali Jaber yang ikut kena gas air mata, “ ujarnya dalam keterangan pers GNPF-MUI, di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Meskipun terkena gas air mata kata dokter Sholeh tetap berbahaya terbukti dengan ada yang meninggal karena efek. Dikatakannya semua korban sudah pulang tinggal satu orang yang mendapatkan perawatan intensif karena tidak hanya terkena efek gas air mata tetapi juga luka cukup serius dan harus menjalani operasi.

Koordinator GNPF MUI KH Bachtiar Nasir menambahkan bahwa korban aksi yang meninggal bernama Syahri, dari Banten. Berdasarkan keterangan istri almarhum Syahrie tidak menderita asma.

“Kami turut berduka cita ada sekitar satu sodara kita yang meninggal yakni pak Syahrie Oemar Yunan (51), jadi bukan karena penyakit asma seperti yang disampaikan polisi,” tambah Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir.

“Istrinya mengatakan dia tidak asma. Semua baik-baik saja. Insiden ini sudah memakan korban,” tambah Bachtiar Nasir.

Sebelumnya Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan tidak hanya massa demonstran yang menjadi korban, aparat kepolisian juga turut menjadi korban dalam kericuhan.

“Ada 160 pendemo kena gas air mata, itu sangat perih saya juga tidak kuat menahan itu ya, sudah dirawat jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Selain dari pihak pengunjuk rasa, kata Boy, 100 personel polisi juga mengalami luka-luka, ada juga dari petugas pemadam kebakaran. Beberapa petugas yang terluka saat ini masih dirawat di Biddokes Polda Metro Jaya.

“Ada 100 anggota yang mengalami luka. Tinggal ada 11 (korban luka), masih di Biddokes Polda Metro. Ada yang kepalanya bocor akibat timpukan pendemo,” ujar Boy.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...