Rabu, 22 Februari 2017 | 22.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Aksi Bela Islam 4 November

Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 18:08 WIB

IMG-18261

Dr Sholeh Assegaf Koordinator Tim Medis GNPF-MUI (KIniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ratusan orang menjadi korban dalam kericuhan demo Aksi Bela Islam II di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) malam. Sedikitnya ada sekitar 165 orang pendemo yang dilarikan ke RS Budi Kemulyaan, akibat terkena pelontar gas air mata. Dari 165 korban tersebut, ada 8 orang diantaranya adalah perempuan.

Koordinator tim Medis GNPF-MUI, dokter Sholeh Assegaf mengatakan dalam kurun waktu sekitar dua jam sejak kerusuhan di Istana Negara berjumlah sekitar 165 orang, diantaranya delapan ibu-ibu.

“Di RS Budi Kemulayaan sebagai home base medis yang saya tangani berjumlah sekitar 165 orang, termasuk Ustadz Arifin Ilham dan juga Ustadz Ali Jaber yang ikut kena gas air mata, “ ujarnya dalam keterangan pers GNPF-MUI, di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Meskipun terkena gas air mata kata dokter Sholeh tetap berbahaya terbukti dengan ada yang meninggal karena efek. Dikatakannya semua korban sudah pulang tinggal satu orang yang mendapatkan perawatan intensif karena tidak hanya terkena efek gas air mata tetapi juga luka cukup serius dan harus menjalani operasi.

Koordinator GNPF MUI KH Bachtiar Nasir menambahkan bahwa korban aksi yang meninggal bernama Syahri, dari Banten. Berdasarkan keterangan istri almarhum Syahrie tidak menderita asma.

“Kami turut berduka cita ada sekitar satu sodara kita yang meninggal yakni pak Syahrie Oemar Yunan (51), jadi bukan karena penyakit asma seperti yang disampaikan polisi,” tambah Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir.

“Istrinya mengatakan dia tidak asma. Semua baik-baik saja. Insiden ini sudah memakan korban,” tambah Bachtiar Nasir.

Sebelumnya Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan tidak hanya massa demonstran yang menjadi korban, aparat kepolisian juga turut menjadi korban dalam kericuhan.

“Ada 160 pendemo kena gas air mata, itu sangat perih saya juga tidak kuat menahan itu ya, sudah dirawat jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Selain dari pihak pengunjuk rasa, kata Boy, 100 personel polisi juga mengalami luka-luka, ada juga dari petugas pemadam kebakaran. Beberapa petugas yang terluka saat ini masih dirawat di Biddokes Polda Metro Jaya.

“Ada 100 anggota yang mengalami luka. Tinggal ada 11 (korban luka), masih di Biddokes Polda Metro. Ada yang kepalanya bocor akibat timpukan pendemo,” ujar Boy.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...
Pembayaran BPJS Kini Bisa di Super Indo
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 14:53 WIB

Pembayaran BPJS Kini Bisa di Super Indo

PT Lion Super Indo menjalin kerjasama dengan PT Bank Mandiri Tbk untuk bisa menyediakan layanan jasa pembayaran iuran Badan Pelaksana ...