Senin, 29 Mei 2017 | 01.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Aksi Bela Islam 4 November

Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 18:08 WIB

IMG-18261

Dr Sholeh Assegaf Koordinator Tim Medis GNPF-MUI (KIniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ratusan orang menjadi korban dalam kericuhan demo Aksi Bela Islam II di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) malam. Sedikitnya ada sekitar 165 orang pendemo yang dilarikan ke RS Budi Kemulyaan, akibat terkena pelontar gas air mata. Dari 165 korban tersebut, ada 8 orang diantaranya adalah perempuan.

Koordinator tim Medis GNPF-MUI, dokter Sholeh Assegaf mengatakan dalam kurun waktu sekitar dua jam sejak kerusuhan di Istana Negara berjumlah sekitar 165 orang, diantaranya delapan ibu-ibu.

“Di RS Budi Kemulayaan sebagai home base medis yang saya tangani berjumlah sekitar 165 orang, termasuk Ustadz Arifin Ilham dan juga Ustadz Ali Jaber yang ikut kena gas air mata, “ ujarnya dalam keterangan pers GNPF-MUI, di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Meskipun terkena gas air mata kata dokter Sholeh tetap berbahaya terbukti dengan ada yang meninggal karena efek. Dikatakannya semua korban sudah pulang tinggal satu orang yang mendapatkan perawatan intensif karena tidak hanya terkena efek gas air mata tetapi juga luka cukup serius dan harus menjalani operasi.

Koordinator GNPF MUI KH Bachtiar Nasir menambahkan bahwa korban aksi yang meninggal bernama Syahri, dari Banten. Berdasarkan keterangan istri almarhum Syahrie tidak menderita asma.

“Kami turut berduka cita ada sekitar satu sodara kita yang meninggal yakni pak Syahrie Oemar Yunan (51), jadi bukan karena penyakit asma seperti yang disampaikan polisi,” tambah Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir.

“Istrinya mengatakan dia tidak asma. Semua baik-baik saja. Insiden ini sudah memakan korban,” tambah Bachtiar Nasir.

Sebelumnya Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan tidak hanya massa demonstran yang menjadi korban, aparat kepolisian juga turut menjadi korban dalam kericuhan.

“Ada 160 pendemo kena gas air mata, itu sangat perih saya juga tidak kuat menahan itu ya, sudah dirawat jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Selain dari pihak pengunjuk rasa, kata Boy, 100 personel polisi juga mengalami luka-luka, ada juga dari petugas pemadam kebakaran. Beberapa petugas yang terluka saat ini masih dirawat di Biddokes Polda Metro Jaya.

“Ada 100 anggota yang mengalami luka. Tinggal ada 11 (korban luka), masih di Biddokes Polda Metro. Ada yang kepalanya bocor akibat timpukan pendemo,” ujar Boy.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 13:54 WIB

Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi

Paska ledakan yang terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, aktivitas Halte Transjakarta yang sempat terhenti beberapa hari akibat terkena ledakan ...
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...