Selasa, 28 Maret 2017 | 01.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Aksi Bela Islam 4 November

Tim Medis GNPF-MUI: 165 Orang Jadi Korban, Delapan di Antaranya Wanita

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 18:08 WIB

IMG-18261

Dr Sholeh Assegaf Koordinator Tim Medis GNPF-MUI (KIniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ratusan orang menjadi korban dalam kericuhan demo Aksi Bela Islam II di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) malam. Sedikitnya ada sekitar 165 orang pendemo yang dilarikan ke RS Budi Kemulyaan, akibat terkena pelontar gas air mata. Dari 165 korban tersebut, ada 8 orang diantaranya adalah perempuan.

Koordinator tim Medis GNPF-MUI, dokter Sholeh Assegaf mengatakan dalam kurun waktu sekitar dua jam sejak kerusuhan di Istana Negara berjumlah sekitar 165 orang, diantaranya delapan ibu-ibu.

“Di RS Budi Kemulayaan sebagai home base medis yang saya tangani berjumlah sekitar 165 orang, termasuk Ustadz Arifin Ilham dan juga Ustadz Ali Jaber yang ikut kena gas air mata, “ ujarnya dalam keterangan pers GNPF-MUI, di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Meskipun terkena gas air mata kata dokter Sholeh tetap berbahaya terbukti dengan ada yang meninggal karena efek. Dikatakannya semua korban sudah pulang tinggal satu orang yang mendapatkan perawatan intensif karena tidak hanya terkena efek gas air mata tetapi juga luka cukup serius dan harus menjalani operasi.

Koordinator GNPF MUI KH Bachtiar Nasir menambahkan bahwa korban aksi yang meninggal bernama Syahri, dari Banten. Berdasarkan keterangan istri almarhum Syahrie tidak menderita asma.

“Kami turut berduka cita ada sekitar satu sodara kita yang meninggal yakni pak Syahrie Oemar Yunan (51), jadi bukan karena penyakit asma seperti yang disampaikan polisi,” tambah Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir.

“Istrinya mengatakan dia tidak asma. Semua baik-baik saja. Insiden ini sudah memakan korban,” tambah Bachtiar Nasir.

Sebelumnya Kabid Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan tidak hanya massa demonstran yang menjadi korban, aparat kepolisian juga turut menjadi korban dalam kericuhan.

“Ada 160 pendemo kena gas air mata, itu sangat perih saya juga tidak kuat menahan itu ya, sudah dirawat jalan,” kata Boy di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (5/11).

Selain dari pihak pengunjuk rasa, kata Boy, 100 personel polisi juga mengalami luka-luka, ada juga dari petugas pemadam kebakaran. Beberapa petugas yang terluka saat ini masih dirawat di Biddokes Polda Metro Jaya.

“Ada 100 anggota yang mengalami luka. Tinggal ada 11 (korban luka), masih di Biddokes Polda Metro. Ada yang kepalanya bocor akibat timpukan pendemo,” ujar Boy.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...