Minggu, 28 Mei 2017 | 11.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Penjelasan GNPF-MUI Soal Kericuhan Aksi 4 November

Aksi Bela Islam 4 November

Ini Penjelasan GNPF-MUI Soal Kericuhan Aksi 4 November

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:16 WIB

IMG-18263

GNPF-MUI memberikan keterangan pers soal Aksi 4 November (KIniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir mengatakan aksi Bela Islam II di Istana Negara yang mengakibatkan ratusan korban orang dilarikan ke rumah sakit berawal dari aksi yang dianggap melanggar aturan batas waktu saat berunjuk rasa kemudian ada provokasi sehingga dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Padahal aksi itu berlanjut hingga malam lantaran juru runding GNPF MUI masih berada di Istana bersama Wapres dan sejumlah menteri. Untuk melakukan negosisasi.

Dikatakannya negoisasi pertama mengutus dua orang perwakilan dari GNPF MUI yakni dirinya dan dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana.

“Karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI, kami menolak. Kami ingin bertemu langsung Presiden,” kata KH Bachtiar dalam keterangan persnya di Kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Lanjutnya, juru runding kembali mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena Istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, dan kembali kepada barisan aksi.

Kemudian, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi.

Kedatangan keduanya untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar juru runding bisa diterima oleh Wapres RI. Dan Habib Rizieq bersedia memenuhi tawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga.

“Untuk ketiga kalinya kami masuk ke Istana bersama KH.M.Zaitun Razmin, KH Misbahul Anam. KH Arifin Ilham juga dengan inisiatif ikut berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI,” tegasnya.

Karena perundingan berjalan alot dan hasilnya Wapres Jusuf Kalla memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya.

Bachtiar menjelaskan kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang ‘terprovokasi’ dengan barikade polisi.

“Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet,” tegasnya pula.

KH Bachtiar juga membantah pihaknya telah melanggar aturan batas waktu saat berunjuk rasa pada Jumat (4/11) lalu di Jakarta yang harus berakhir pukul 18.00 WIB.

“Aksi memang berlanjut hingga lewat pukul 18.00 WIB, namun pukul 18.30 WIB kami masih dalam posisi bernegosiasi dengan Wapres, Menkopolhukam, dan Panglima TNI di Istana,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...