Rabu, 18 Januari 2017 | 13.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Penjelasan GNPF-MUI Soal Kericuhan Aksi 4 November

Aksi Bela Islam 4 November

Ini Penjelasan GNPF-MUI Soal Kericuhan Aksi 4 November

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:16 WIB

IMG-18263

GNPF-MUI memberikan keterangan pers soal Aksi 4 November (KIniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir mengatakan aksi Bela Islam II di Istana Negara yang mengakibatkan ratusan korban orang dilarikan ke rumah sakit berawal dari aksi yang dianggap melanggar aturan batas waktu saat berunjuk rasa kemudian ada provokasi sehingga dipukul mundur dengan tembakan gas air mata.

Padahal aksi itu berlanjut hingga malam lantaran juru runding GNPF MUI masih berada di Istana bersama Wapres dan sejumlah menteri. Untuk melakukan negosisasi.

Dikatakannya negoisasi pertama mengutus dua orang perwakilan dari GNPF MUI yakni dirinya dan dan KH. M. Zaitun Razmin untuk mendatangi istana.

“Karena hanya akan ditemui oleh Menko Polhukam dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Presiden RI, kami menolak. Kami ingin bertemu langsung Presiden,” kata KH Bachtiar dalam keterangan persnya di Kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Lanjutnya, juru runding kembali mendatangi istana untuk kedua kalinya namun kemudian mereka tetap menolak untuk berunding karena Istana tetap menawarkan Menko Polhukkam dan petinggi lainnya, dan kembali kepada barisan aksi.

Kemudian, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi.

Kedatangan keduanya untuk menemui Habib Rizieq Syihab dan menawarkan agar juru runding bisa diterima oleh Wapres RI. Dan Habib Rizieq bersedia memenuhi tawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerintahkan Kapolri untuk menangkap BTP hari itu juga.

“Untuk ketiga kalinya kami masuk ke Istana bersama KH.M.Zaitun Razmin, KH Misbahul Anam. KH Arifin Ilham juga dengan inisiatif ikut berusaha bernegosiasi langsung menemui Wapres RI,” tegasnya.

Karena perundingan berjalan alot dan hasilnya Wapres Jusuf Kalla memberikan jaminan akan memproses hukum BTP secara cepat, tegas dan transparan serta minta waktu selama 2 (dua) minggu untuk merealisasikannya.

Bachtiar menjelaskan kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang ‘terprovokasi’ dengan barikade polisi.

“Agar tidak terjadi bentrok maka Laskar FPI menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi, tak lama setelah adzan isya berkumandang petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet,” tegasnya pula.

KH Bachtiar juga membantah pihaknya telah melanggar aturan batas waktu saat berunjuk rasa pada Jumat (4/11) lalu di Jakarta yang harus berakhir pukul 18.00 WIB.

“Aksi memang berlanjut hingga lewat pukul 18.00 WIB, namun pukul 18.30 WIB kami masih dalam posisi bernegosiasi dengan Wapres, Menkopolhukam, dan Panglima TNI di Istana,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...