Rabu, 28 Juni 2017 | 05.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Aksi Bela Islam 4 November

Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:30 WIB

IMG-18265

Aksi Bela Islam II di Istana yang berakhir ricuh (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir menjelaskan saat kericuhan aksi Bela Islam II di Istana Negara, Jumat (4/11) malam, Ustadz Arifin Ilham masih berada di Istana bersama Wapres, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri.

“Suara tembakan menembus dinding Istana, otomatis Wapres Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian terkaget dan memperlihatkan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan,” ujar KH Bachtiar menceritakan kesaksian Ustadz Arifin dalam keterangan persnya di kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Bachtiar menambahkan Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat di lokasi untuk menahan diri dan berhenti menembaki massa. Keduanya berteriak-teriak melalui pengeras suara.

Panglima TNI sempat mengambil komando lewat pengeras suara dan berbicara kepada petugas. “Saya Panglima TNI, semua dengarkan saya, komando ada di saya,” ujar Jendral Gatot berusaha menenangkan suasana di tengah tembakan yang terus terjadi.

“Ini ada Kapolri ingin bicara, coba dengarkan,” seru Panglima TNI menyerahkan mikrophone ke Kapolri.

“Saya Tito Karnavian, Kapolri kalian, kepada setiap anggota kepolisian tolong hentikan tembakan,” pinta Jenderal Tito yang datang memerintahkan kepada anggotanya untuk tak menembak.

“Tolong dengarkan saya sebagai Kapolri, hentikan tembakan sekarang juga,” ujar Bachtiar mengutip kalimat Tito yang mengulang perintah agar menghentikan tembakan.

Akan tetapi, tambah Bachtiar perintah keduanya tidak digubris oleh pasukan polisi yang terus menghujani tembakan gas air mata kepada massa.

Saat Ustadz Arifin keluar Istana, pasukan bermotor tengah berputar-putar di kerumunan massa. Mereka yang tak bisa menghindar lantas tertabrak dan ada pula yang sampai tergilas.

“Ratusan orang mengalami luka akibat tembakan peluru karet dan terkena dampak gas air mata,” tegasnya.

Selain itu terdapat satu korban tewas dalam aksi tersebut yakani Syahrie Oemar (65) warga Curug, Tangerang, Banten meninggal dunia karena tidak kuat menahan dampak gas air mata.

Sementara Ustadz Arifin diduga terluka oleh lesatan benda tumpul yang diduga sebagai peluru karet. Namun Ustadz Arifin sendiri membantahnya bahwa ia sehat walafiat dan mengaku tidak apa-apa.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan pembubaran massa terpaksa dilakukan setelah ada upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian dengan bambu runcing.

Upaya provokasi tersebut disusul dengan pelemparan botol, kayu, batu, dan benda-benda berbahaya lainnya ke arah petugas.

“Sekitar pukul 19.30 WIB diputuskan langkah pembubaran dengan menembakkan gas air mata. Bunyi pelontarnya seperti suara ledakan senjata (api),” kata Boy di Mabes Polri.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...