Senin, 19 Februari 2018 | 10.48 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Aksi Bela Islam 4 November

Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:30 WIB

IMG-18265

Aksi Bela Islam II di Istana yang berakhir ricuh (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir menjelaskan saat kericuhan aksi Bela Islam II di Istana Negara, Jumat (4/11) malam, Ustadz Arifin Ilham masih berada di Istana bersama Wapres, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri.

“Suara tembakan menembus dinding Istana, otomatis Wapres Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian terkaget dan memperlihatkan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan,” ujar KH Bachtiar menceritakan kesaksian Ustadz Arifin dalam keterangan persnya di kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Bachtiar menambahkan Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat di lokasi untuk menahan diri dan berhenti menembaki massa. Keduanya berteriak-teriak melalui pengeras suara.

Panglima TNI sempat mengambil komando lewat pengeras suara dan berbicara kepada petugas. “Saya Panglima TNI, semua dengarkan saya, komando ada di saya,” ujar Jendral Gatot berusaha menenangkan suasana di tengah tembakan yang terus terjadi.

“Ini ada Kapolri ingin bicara, coba dengarkan,” seru Panglima TNI menyerahkan mikrophone ke Kapolri.

“Saya Tito Karnavian, Kapolri kalian, kepada setiap anggota kepolisian tolong hentikan tembakan,” pinta Jenderal Tito yang datang memerintahkan kepada anggotanya untuk tak menembak.

“Tolong dengarkan saya sebagai Kapolri, hentikan tembakan sekarang juga,” ujar Bachtiar mengutip kalimat Tito yang mengulang perintah agar menghentikan tembakan.

Akan tetapi, tambah Bachtiar perintah keduanya tidak digubris oleh pasukan polisi yang terus menghujani tembakan gas air mata kepada massa.

Saat Ustadz Arifin keluar Istana, pasukan bermotor tengah berputar-putar di kerumunan massa. Mereka yang tak bisa menghindar lantas tertabrak dan ada pula yang sampai tergilas.

“Ratusan orang mengalami luka akibat tembakan peluru karet dan terkena dampak gas air mata,” tegasnya.

Selain itu terdapat satu korban tewas dalam aksi tersebut yakani Syahrie Oemar (65) warga Curug, Tangerang, Banten meninggal dunia karena tidak kuat menahan dampak gas air mata.

Sementara Ustadz Arifin diduga terluka oleh lesatan benda tumpul yang diduga sebagai peluru karet. Namun Ustadz Arifin sendiri membantahnya bahwa ia sehat walafiat dan mengaku tidak apa-apa.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan pembubaran massa terpaksa dilakukan setelah ada upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian dengan bambu runcing.

Upaya provokasi tersebut disusul dengan pelemparan botol, kayu, batu, dan benda-benda berbahaya lainnya ke arah petugas.

“Sekitar pukul 19.30 WIB diputuskan langkah pembubaran dengan menembakkan gas air mata. Bunyi pelontarnya seperti suara ledakan senjata (api),” kata Boy di Mabes Polri.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...