Selasa, 28 Maret 2017 | 03.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Aksi Bela Islam 4 November

Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:30 WIB

IMG-18265

Aksi Bela Islam II di Istana yang berakhir ricuh (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir menjelaskan saat kericuhan aksi Bela Islam II di Istana Negara, Jumat (4/11) malam, Ustadz Arifin Ilham masih berada di Istana bersama Wapres, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri.

“Suara tembakan menembus dinding Istana, otomatis Wapres Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian terkaget dan memperlihatkan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan,” ujar KH Bachtiar menceritakan kesaksian Ustadz Arifin dalam keterangan persnya di kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Bachtiar menambahkan Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat di lokasi untuk menahan diri dan berhenti menembaki massa. Keduanya berteriak-teriak melalui pengeras suara.

Panglima TNI sempat mengambil komando lewat pengeras suara dan berbicara kepada petugas. “Saya Panglima TNI, semua dengarkan saya, komando ada di saya,” ujar Jendral Gatot berusaha menenangkan suasana di tengah tembakan yang terus terjadi.

“Ini ada Kapolri ingin bicara, coba dengarkan,” seru Panglima TNI menyerahkan mikrophone ke Kapolri.

“Saya Tito Karnavian, Kapolri kalian, kepada setiap anggota kepolisian tolong hentikan tembakan,” pinta Jenderal Tito yang datang memerintahkan kepada anggotanya untuk tak menembak.

“Tolong dengarkan saya sebagai Kapolri, hentikan tembakan sekarang juga,” ujar Bachtiar mengutip kalimat Tito yang mengulang perintah agar menghentikan tembakan.

Akan tetapi, tambah Bachtiar perintah keduanya tidak digubris oleh pasukan polisi yang terus menghujani tembakan gas air mata kepada massa.

Saat Ustadz Arifin keluar Istana, pasukan bermotor tengah berputar-putar di kerumunan massa. Mereka yang tak bisa menghindar lantas tertabrak dan ada pula yang sampai tergilas.

“Ratusan orang mengalami luka akibat tembakan peluru karet dan terkena dampak gas air mata,” tegasnya.

Selain itu terdapat satu korban tewas dalam aksi tersebut yakani Syahrie Oemar (65) warga Curug, Tangerang, Banten meninggal dunia karena tidak kuat menahan dampak gas air mata.

Sementara Ustadz Arifin diduga terluka oleh lesatan benda tumpul yang diduga sebagai peluru karet. Namun Ustadz Arifin sendiri membantahnya bahwa ia sehat walafiat dan mengaku tidak apa-apa.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan pembubaran massa terpaksa dilakukan setelah ada upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian dengan bambu runcing.

Upaya provokasi tersebut disusul dengan pelemparan botol, kayu, batu, dan benda-benda berbahaya lainnya ke arah petugas.

“Sekitar pukul 19.30 WIB diputuskan langkah pembubaran dengan menembakkan gas air mata. Bunyi pelontarnya seperti suara ledakan senjata (api),” kata Boy di Mabes Polri.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...