Senin, 21 Agustus 2017 | 15.34 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Aksi Bela Islam 4 November

Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:30 WIB

IMG-18265

Aksi Bela Islam II di Istana yang berakhir ricuh (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir menjelaskan saat kericuhan aksi Bela Islam II di Istana Negara, Jumat (4/11) malam, Ustadz Arifin Ilham masih berada di Istana bersama Wapres, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri.

“Suara tembakan menembus dinding Istana, otomatis Wapres Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian terkaget dan memperlihatkan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan,” ujar KH Bachtiar menceritakan kesaksian Ustadz Arifin dalam keterangan persnya di kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Bachtiar menambahkan Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat di lokasi untuk menahan diri dan berhenti menembaki massa. Keduanya berteriak-teriak melalui pengeras suara.

Panglima TNI sempat mengambil komando lewat pengeras suara dan berbicara kepada petugas. “Saya Panglima TNI, semua dengarkan saya, komando ada di saya,” ujar Jendral Gatot berusaha menenangkan suasana di tengah tembakan yang terus terjadi.

“Ini ada Kapolri ingin bicara, coba dengarkan,” seru Panglima TNI menyerahkan mikrophone ke Kapolri.

“Saya Tito Karnavian, Kapolri kalian, kepada setiap anggota kepolisian tolong hentikan tembakan,” pinta Jenderal Tito yang datang memerintahkan kepada anggotanya untuk tak menembak.

“Tolong dengarkan saya sebagai Kapolri, hentikan tembakan sekarang juga,” ujar Bachtiar mengutip kalimat Tito yang mengulang perintah agar menghentikan tembakan.

Akan tetapi, tambah Bachtiar perintah keduanya tidak digubris oleh pasukan polisi yang terus menghujani tembakan gas air mata kepada massa.

Saat Ustadz Arifin keluar Istana, pasukan bermotor tengah berputar-putar di kerumunan massa. Mereka yang tak bisa menghindar lantas tertabrak dan ada pula yang sampai tergilas.

“Ratusan orang mengalami luka akibat tembakan peluru karet dan terkena dampak gas air mata,” tegasnya.

Selain itu terdapat satu korban tewas dalam aksi tersebut yakani Syahrie Oemar (65) warga Curug, Tangerang, Banten meninggal dunia karena tidak kuat menahan dampak gas air mata.

Sementara Ustadz Arifin diduga terluka oleh lesatan benda tumpul yang diduga sebagai peluru karet. Namun Ustadz Arifin sendiri membantahnya bahwa ia sehat walafiat dan mengaku tidak apa-apa.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan pembubaran massa terpaksa dilakukan setelah ada upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian dengan bambu runcing.

Upaya provokasi tersebut disusul dengan pelemparan botol, kayu, batu, dan benda-benda berbahaya lainnya ke arah petugas.

“Sekitar pukul 19.30 WIB diputuskan langkah pembubaran dengan menembakkan gas air mata. Bunyi pelontarnya seperti suara ledakan senjata (api),” kata Boy di Mabes Polri.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...