Selasa, 24 Januari 2017 | 06.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Aksi Bela Islam 4 November

Pasukan Pengamanan Tak Gubris Perintah Kapolri Agar Hentikan Tembakan

Reporter : Rakisa | Sabtu, 5 November 2016 - 19:30 WIB

IMG-18265

Aksi Bela Islam II di Istana yang berakhir ricuh (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua GNPF-MUI KH Bachtiar Nasir menjelaskan saat kericuhan aksi Bela Islam II di Istana Negara, Jumat (4/11) malam, Ustadz Arifin Ilham masih berada di Istana bersama Wapres, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri.

“Suara tembakan menembus dinding Istana, otomatis Wapres Jusuf Kalla, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian terkaget dan memperlihatkan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan,” ujar KH Bachtiar menceritakan kesaksian Ustadz Arifin dalam keterangan persnya di kawasan Senayan, Sabtu (5/11).

Bachtiar menambahkan Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat di lokasi untuk menahan diri dan berhenti menembaki massa. Keduanya berteriak-teriak melalui pengeras suara.

Panglima TNI sempat mengambil komando lewat pengeras suara dan berbicara kepada petugas. “Saya Panglima TNI, semua dengarkan saya, komando ada di saya,” ujar Jendral Gatot berusaha menenangkan suasana di tengah tembakan yang terus terjadi.

“Ini ada Kapolri ingin bicara, coba dengarkan,” seru Panglima TNI menyerahkan mikrophone ke Kapolri.

“Saya Tito Karnavian, Kapolri kalian, kepada setiap anggota kepolisian tolong hentikan tembakan,” pinta Jenderal Tito yang datang memerintahkan kepada anggotanya untuk tak menembak.

“Tolong dengarkan saya sebagai Kapolri, hentikan tembakan sekarang juga,” ujar Bachtiar mengutip kalimat Tito yang mengulang perintah agar menghentikan tembakan.

Akan tetapi, tambah Bachtiar perintah keduanya tidak digubris oleh pasukan polisi yang terus menghujani tembakan gas air mata kepada massa.

Saat Ustadz Arifin keluar Istana, pasukan bermotor tengah berputar-putar di kerumunan massa. Mereka yang tak bisa menghindar lantas tertabrak dan ada pula yang sampai tergilas.

“Ratusan orang mengalami luka akibat tembakan peluru karet dan terkena dampak gas air mata,” tegasnya.

Selain itu terdapat satu korban tewas dalam aksi tersebut yakani Syahrie Oemar (65) warga Curug, Tangerang, Banten meninggal dunia karena tidak kuat menahan dampak gas air mata.

Sementara Ustadz Arifin diduga terluka oleh lesatan benda tumpul yang diduga sebagai peluru karet. Namun Ustadz Arifin sendiri membantahnya bahwa ia sehat walafiat dan mengaku tidak apa-apa.

Sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan pembubaran massa terpaksa dilakukan setelah ada upaya penyerangan terhadap aparat kepolisian dengan bambu runcing.

Upaya provokasi tersebut disusul dengan pelemparan botol, kayu, batu, dan benda-benda berbahaya lainnya ke arah petugas.

“Sekitar pukul 19.30 WIB diputuskan langkah pembubaran dengan menembakkan gas air mata. Bunyi pelontarnya seperti suara ledakan senjata (api),” kata Boy di Mabes Polri.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan
Nasional - Selasa, 24 Januari 2017 - 00:08 WIB

Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan

Tujuh belas orang WNI yang diduga bergabung dengan ISIS dan di deportasi Pemerintah Turki ke Indonesia saat ini masih menjalani ...
Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 22:07 WIB

Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mempertanyakan simbol Palu-Arit yang terdapat pada uang pecahan baru Bank Indonesia. ...
Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 17:24 WIB

Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK); Febri Diansyah mengatakan penyidik bisa saja kembali memanggil istri mantan Direktur PT Garuda ...
Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:59 WIB

Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun

Wakil Direktur MAK, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan modus jual beli jabatan seringkali dilakukan pada moment menjelang atau setelah Pilkada."Tujuannya adalah ...
Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:57 WIB

Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Virgo Sulianto Gohardi menduga sekitar 90% dari proses pengisian 21.000 jabatan kepala dinas di ...
Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan
Peristiwa - Senin, 23 Januari 2017 - 14:24 WIB

Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan

Dukungan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengalir dari berbagai kalangan, termasuk selebritis.Pelawak Kiwil misalnya, yang ...