Rabu, 24 Mei 2017 | 09.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Buni Yani Sebut Dirinya Bukan Pengupload Pertama Video Ahok

Buni Yani Sebut Dirinya Bukan Pengupload Pertama Video Ahok

Reporter : Zainal Bakri | Senin, 7 November 2016 - 16:14 WIB

IMG-18293

Buni Yani menjelaskan soal video Ahok. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus mendapat perhatian publik.

Video yang dikenal dari akun Buni Yani itu pun menjadi viral bahkan menjadi persoalan hukum hingga saat ini.

Buni Yani pun dicurigai sengaja mengedit dan memotong video itu sehingga Ahok terkesan menistakan agama. Banyak yang curiga Buni Yani menghilangkan sebagian kata dalam video tersebut.

Menanggapi kecurigaan itu Buni Yani mengatakan dirinya samasekali tidak ada mengedit video tersebut. Ia pun berkeras tak memiliki kepentingan dengan mengedit video itu.

Selain itu, ia tidak punya kemampuan editing video dan tak punya waktu melakukannya.

(Baca Juga: Dugaan Penistaan Agama, Bareskrim Belum Pastikan Kapan Pemeriksaan Buni Yani)

“Saya bukan pertama kali meng-upload video. Sama sekali bukan saya. Ini kan dari pemda kemudian dari media NKRI. Saya dituduh memotong yang dari 1 jam ke 31 detik. Itu tidak benar. Saya tidak mempunyai kemampuan editing. Saya tak punya alatnya. Saya tidak ada waktu, karena saya mengajar. Saya enggak ada kepentingan,” ucap Buni di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Ia pun bersumpah tidak mengubah apa-apa dalam video tersebut sama sekali.

“Dalam bahasanya itu, ‘Jangan percaya kepada orang,’ bahasanya, ‘Bapak-bapak, ibu-ibu punya batin sendiri tidak pilih saya. Dibohongi pakai….’ Kata ‘pakai’ ini penting sekali. Tapi dalam konteks itu tidak ada maksud terlapor mengatakan Al Maidah itu bohong,” Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...