Selasa, 28 Maret 2017 | 01.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Roadmap Percepatan Industri Perikanan Ditargetkan Selesai 1 Bulan

Roadmap Percepatan Industri Perikanan Ditargetkan Selesai 1 Bulan

Reporter : Fadilah | Senin, 7 November 2016 - 16:28 WIB

IMG-18295

Industri Perikanan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah menyatakan bertekad akan membuat industri perikanan nasional merajai Asia. Setelah sebelumnya melakukan upaya penangangan terhadap penangkapan ikan ilegal ‘illegal fishing’, langkah selanjutnya penataan industri perikanan nasional.

Sebagai bentuk keseriusannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 22 Agustus 2016 mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Industri Perikanan Nasional.

Dalam Inpres tersebut, secara khusus Presiden menginstruksikan kepada Menteri Perindustrian untuk mengevaluasi peraturan perundang-undangan yang menghambat pengembangan industri perikanan nasional.

Sehingga dapat mempercepat pembangunan industri non produk pangan berbahan baku ikan dan rumput laut, serta mempercepat pembangunan industri bahan penolong untuk kebutuhan industri perikanan nasional.

Hal tersebut dibenarkan Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartanto. Kata dia Inpres tersebut mengharuskan pemerintah membuat turunan Inpres dalam bentuk roadmap atau peta jalan.

“Roadmap tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan,” tuturnya usai Rakernas Kadin, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Senin, (7/11/2016).

Saat ini, roadmap tersebut masih dalam pembahasan. Pihak Kemenperin dan KKP juga masih menkonsolidasikan terkait dengan data industri dan data perikanan.

Roadmap tersebut diharapkan tidak hanya berfokus dalam industri penangkapan ikan, cold storage, dan ekspor ikan. Namun juga lifestyle masyarakat Indonesia dimasa depan.

“Jadi kita tidak hanya industri penangkapan ikan dan cold storage kemudian di ekspor,” ucapnya.

Politikus Golkar itu menambahkan industri ini dapat berkembang dengan mulus, jika profitablitas yang akan dihasilkan oleh pengusaha tinggi.

Karenanya Airlangga berharap, roadmap ini dapat menjadi kunci medorong industri perikanan dan maritim.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...