Selasa, 20 Februari 2018 | 10.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ini Kronologis Versi Polisi Aksi Bela Islam II yang Berakhir Ricuh

Ini Kronologis Versi Polisi Aksi Bela Islam II yang Berakhir Ricuh

Senin, 7 November 2016 - 17:10 WIB

IMG-18299

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono memberikan keterangan pers terkait aksi Bela Islam II yang berakhir ricuh (KiniNews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Aparat Kepolisian menyebutkan bahwa apa yang dilakukan pihaknya dalam menangani aksi Bela Islam II di Istana Negara, Jumat (4/11) lalu sudah sesuai dengan prosedur dengan meukul mundur para demonstran yang dinilai mulai tidaak kondusif dan karena melebih batas waktu aksi pukul 18.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono menjelaskan detik-detik demonstrasi di depan Istana Merdeka yang berujung bentrokan fisik antara beberapa demonstran dan aparat keamanan.

Awi mengatakan setelah sholat Jumat, massa mulai berbondong-bondong menuju Istana. Namun sebelumnya sejak pukul 11.00 WIB masa juga sudaah mulai berdatangan.

Sebelum massa longmarch dari Masjid Istiqlal ke Istana Merdeka, aparat kepolisian dan tentara sudah siaga. Pada pukul, 13.50 WIB, muncul sikap anarkis yang pertama dari arah massa ormas Islam. Beberapa orang terlihat melemparkan benda-benda keras ke arah polisi.

Untuk meredam emosi massa, polisi dan tentara melantunkan asmaul husna.

“Pada pukul 14.41 WIB, di depan Istana Merdeka, polisi kembali dilempari botol air mineral oleh oknum demonstran. Bahkan, sebagian massa berusaha mendekati polisi dengan cara merusak kawat berduri,” kata Awi dalam keterangan persnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/11).

Kata Awi, massa mulai melakukan lemparan kedua kalinya. Kemudian polisi mengumandangkan adzan dan mengajak salat Ashar. Upaya ini dalam meredam ketegangan dengan cara-cara persuasif.

Selanjutnya, pada pukul 15.47 WIB demonstran yang berada di barisan depan kembali melempari polisi. Pukul 15.58 WIB, perwakilan ormas Islam dikawal Kapolda Metro Jaya Inspektur M. Iriawan dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal Teddy Lhaksmana untuk masuk ke Istana dan diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri.

“Perwakilan minta masuk. Kita anter sampai depan Istana,” kata Awi.

Demonstrasi, lanjut Awi seharusnya sudah dan bubar pukul 18.00 WIB karena undang-undang menyatakan demikian. Tetapi ternyata tidak dituruti dan masih bertahan.

“Pada pukul 18.14 WIB, menurut pamantauan CCTV di sisi barat, justru terlihat sejumlah demonstran mengoleskan pasta gigi di sekitaran mata yang menandakan mereka siap-siap jika nanti polisi memakai gas air mata,” tegasnya.

Masih kata Awi, pantaun CCTV, sebagian sebagian demonstran terlihat menghalangi massa yang lain yang ingin menyerang anggota polisi.

“Ini sesama massa memang ada yang menghalangi upaya untuk menyerang polisi. Ada upaya-upaya melakukan penyerangan, tapi dihadang massa lain. Kelihatannya ada pro dan kontra,” kata Awi.

Kemudian, sekitar pukul 19.10 WIB, sebagian demonstran mulai nampak beringas dan melakukan menyerang polisi dengan mamakai bambu dan batu.

“Karena diserang terus, terpaksa polisi menembakkan gas air mata untuk meredam aksi agar tak berlanjut rusuh. Ada tiga kali tahapan yang dilakukan polisi sebelum menembakkan gas air mata,” ujarnya.

Awi menambahkan, tembakan gas air pertama dilakukan pada pukul 19.33 WIB. Sehingga mereka berlarian. Tembakan gas air mata gelombang kedua pada pukul 19.41 WIB dan pukul 19.48 WIB kembali melakukan tembakan gas air mata.

“Upaya ini dalam memukul mundur sekelompok demonstran yang dilakukan aparat keamanan namun dibalas dengan aksi perusakan pada pukul 19.53 WIB,” jelasnya.

Pada pukul 20.01 WIB, sebagian demonstran membakar beberapa kendaraan aparat keamanan. Dan sekitar pukul 21.15 WIB, kekacauan yang dibuat sekelompok demonstran mulai mereda.

Kata Awi, Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika itu memerintahkan pasukan untuk mundur.”Kapolri dan kapolda naik panggung untuk menghentikan tembakan gas air mata,” kata dia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...