Selasa, 20 Februari 2018 | 10.25 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Selasa, 8 November 2016 - 08:53 WIB

IMG-18319

Aksi Bela Islam II di Istana berakhir ricuh (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kericuhan dalam Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 hampir mencoreng aksi damai yang digelar dari siang hari oleh jutaan umat Islam.

Terungkap sebuah fakta bahwa kerucuhan yang terjadi merupakan sebuah kesengajaan dengan kepentingan oknum tertentu.

Hal ini berdasarkan penyelidikan polisi kepada oknum provokator yang ditangkap.

“Polisi bergerak sesuai fakta-fakta hukum. Maksudnya fakta hukum siapa berbuat apa harus jelas. Karena kita akan sampaikan ke pengadilan, itu konstruksi hukumnya, sebab kita negara hukum,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Selasa (7/11/2016).

Ia menyebut hasil sementara penyelidikan, diduga ada donatur yang membiayai kericuhan tersebut.

“Begitu konstruksi hukum. Kalau nanti ada benang merahnya yang memobilisasi, memerintahkan, menyuruh nanti kita lihat, termasuk ada yang membiayai dan mendanai,” kata dia.

Menurutnya, dari peralatan dan senjata yang dibawa para oknum pelaku kerusuhan diduga peristiwa itu telah direncanakan untuk maksud tertentu. Dan untuk melancarkan itu akan butuh biaya.

“Begini semua kan perlu dana dan biaya. Nanti kita lihat. Nanti fakta hukum penyidik yang akan mengungkap itu,” cetus Awi.

Diketahui, dalam kerusuhan di depan Istana Merdeka, Jumat (4/11/2016) lalu, polisi memeriksa 10 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Namun, karena tak cukup bukti mereka pun dibebaskan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...