Selasa, 28 Maret 2017 | 03.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Selasa, 8 November 2016 - 08:53 WIB

IMG-18319

Aksi Bela Islam II di Istana berakhir ricuh (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kericuhan dalam Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 hampir mencoreng aksi damai yang digelar dari siang hari oleh jutaan umat Islam.

Terungkap sebuah fakta bahwa kerucuhan yang terjadi merupakan sebuah kesengajaan dengan kepentingan oknum tertentu.

Hal ini berdasarkan penyelidikan polisi kepada oknum provokator yang ditangkap.

“Polisi bergerak sesuai fakta-fakta hukum. Maksudnya fakta hukum siapa berbuat apa harus jelas. Karena kita akan sampaikan ke pengadilan, itu konstruksi hukumnya, sebab kita negara hukum,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Selasa (7/11/2016).

Ia menyebut hasil sementara penyelidikan, diduga ada donatur yang membiayai kericuhan tersebut.

“Begitu konstruksi hukum. Kalau nanti ada benang merahnya yang memobilisasi, memerintahkan, menyuruh nanti kita lihat, termasuk ada yang membiayai dan mendanai,” kata dia.

Menurutnya, dari peralatan dan senjata yang dibawa para oknum pelaku kerusuhan diduga peristiwa itu telah direncanakan untuk maksud tertentu. Dan untuk melancarkan itu akan butuh biaya.

“Begini semua kan perlu dana dan biaya. Nanti kita lihat. Nanti fakta hukum penyidik yang akan mengungkap itu,” cetus Awi.

Diketahui, dalam kerusuhan di depan Istana Merdeka, Jumat (4/11/2016) lalu, polisi memeriksa 10 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Namun, karena tak cukup bukti mereka pun dibebaskan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...