Senin, 21 Agustus 2017 | 15.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Selasa, 8 November 2016 - 08:53 WIB

IMG-18319

Aksi Bela Islam II di Istana berakhir ricuh (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kericuhan dalam Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 hampir mencoreng aksi damai yang digelar dari siang hari oleh jutaan umat Islam.

Terungkap sebuah fakta bahwa kerucuhan yang terjadi merupakan sebuah kesengajaan dengan kepentingan oknum tertentu.

Hal ini berdasarkan penyelidikan polisi kepada oknum provokator yang ditangkap.

“Polisi bergerak sesuai fakta-fakta hukum. Maksudnya fakta hukum siapa berbuat apa harus jelas. Karena kita akan sampaikan ke pengadilan, itu konstruksi hukumnya, sebab kita negara hukum,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Selasa (7/11/2016).

Ia menyebut hasil sementara penyelidikan, diduga ada donatur yang membiayai kericuhan tersebut.

“Begitu konstruksi hukum. Kalau nanti ada benang merahnya yang memobilisasi, memerintahkan, menyuruh nanti kita lihat, termasuk ada yang membiayai dan mendanai,” kata dia.

Menurutnya, dari peralatan dan senjata yang dibawa para oknum pelaku kerusuhan diduga peristiwa itu telah direncanakan untuk maksud tertentu. Dan untuk melancarkan itu akan butuh biaya.

“Begini semua kan perlu dana dan biaya. Nanti kita lihat. Nanti fakta hukum penyidik yang akan mengungkap itu,” cetus Awi.

Diketahui, dalam kerusuhan di depan Istana Merdeka, Jumat (4/11/2016) lalu, polisi memeriksa 10 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Namun, karena tak cukup bukti mereka pun dibebaskan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...