Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Kericuhan Demo 4 November Diduga Sengaja Diciptakan, Polisi: Ada Donatur!

Selasa, 8 November 2016 - 08:53 WIB

IMG-18319

Aksi Bela Islam II di Istana berakhir ricuh (KiniNews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kericuhan dalam Aksi Bela Islam Jilid II yang digelar 4 November 2016 hampir mencoreng aksi damai yang digelar dari siang hari oleh jutaan umat Islam.

Terungkap sebuah fakta bahwa kerucuhan yang terjadi merupakan sebuah kesengajaan dengan kepentingan oknum tertentu.

Hal ini berdasarkan penyelidikan polisi kepada oknum provokator yang ditangkap.

“Polisi bergerak sesuai fakta-fakta hukum. Maksudnya fakta hukum siapa berbuat apa harus jelas. Karena kita akan sampaikan ke pengadilan, itu konstruksi hukumnya, sebab kita negara hukum,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Selasa (7/11/2016).

Ia menyebut hasil sementara penyelidikan, diduga ada donatur yang membiayai kericuhan tersebut.

“Begitu konstruksi hukum. Kalau nanti ada benang merahnya yang memobilisasi, memerintahkan, menyuruh nanti kita lihat, termasuk ada yang membiayai dan mendanai,” kata dia.

Menurutnya, dari peralatan dan senjata yang dibawa para oknum pelaku kerusuhan diduga peristiwa itu telah direncanakan untuk maksud tertentu. Dan untuk melancarkan itu akan butuh biaya.

“Begini semua kan perlu dana dan biaya. Nanti kita lihat. Nanti fakta hukum penyidik yang akan mengungkap itu,” cetus Awi.

Diketahui, dalam kerusuhan di depan Istana Merdeka, Jumat (4/11/2016) lalu, polisi memeriksa 10 orang yang diduga sebagai provokator kerusuhan. Namun, karena tak cukup bukti mereka pun dibebaskan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...