Selasa, 12 Desember 2017 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Pertamina Kaji Satu Harga BBM untuk Industri

Pertamina Kaji Satu Harga BBM untuk Industri

Reporter : Fadilah | Rabu, 9 November 2016 - 15:07 WIB

IMG-18352

BBM. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto akan segera mencarikan solusi agar sektor industri di wilayah terpencil mendapatkan satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut menyusul banyaknya perusahaan di daerah yang menginginkan satu harga BBM.

Diakuinya satu harga BBM itu adalah penugasan. Kendati demikian perusahaan plat merah itu mengaku akan mengusahakannya karena hal tersebut menyangkut kebutuhan nasional.

“Saat ini kami masih mengkaji solusi yang tepat dan akan mengusahakan agar terwujud satu harga BBM bagi sektor industri,” tutur Dwi di Jakarta, Rabu, (9/11/2016).

Dia menambahkan saat ini perusahaan sedang melakukan inventarisasi industri di wilayah terpencil. Dia berharap dalam waktu dekat Pertamina segera mendapatkan solusi yang tepat.

Sebagai informasi presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program ‘Satu Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)’ di Papua.

Dengan demikian harga BBM di Papua dan sekitarnya akan diseragamkan dengan Harga BBM di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yaitu Rp 6.450 per liter untuk premium, dan Rp 5.150 per liter untuk harga solar.

Terkait permintaan presiden itu Pertamina telah menemukan solusinya. Beberapa langkah yang dilakukan oleh perusahaan plat merah itu adalah dengan mendatangkan pesawat khusus Air Tractor.

Ini difasilitasi oleh Pelita Air Service anak usaha dari Pertamina, yang merupakan best practice dalam pengiriman BBM via udara sebagau moda khusus yang dedicate menjaga ketahanan suplai agar harga terjangkau.

Kemudian Pertamina melalui pendirian lembaga penyalur Pertamina di 8 Kabupaten Pegunungan dan Pedalaman seperti Puncak, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yaimo, Tolikara, Intan Jaya dan pegunungan Afrak.

Selain itu Pertamina juga berupaya menggunakan berbagai moda transportasi baik darat maupun laut. Untuk menggunakan moda transportasi ini tentu ada biaya distribusi yang harus ditanggung oleh Pertamina.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang
Hukum - Selasa, 12 Desember 2017 - 11:01 WIB

KPK Kembali Periksa Setnov untuk Lengkapi Berkas Anang

Tersangka kasus korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) TA 2011-2012 Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, ...
Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:29 WIB

Begini Cara Ajukan Pinjaman UMi di Pegadaian

Pemerintah Indonesia terus berupaya mendorong kemajuan UMKM di daerah. Di antaranya dengan menyalurkan kredit untuk pelaku usaha kecil.Sebagai pilihan, pemerintah ...
Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 10:15 WIB

Citilink raih LCC terbaik ke tujuh kali

Untuk yang ke-7 kalinya ajang Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) 2017/2018 yang digagas oleh Indonesia Travel and Tourism ...
70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM
Ekonomi - Selasa, 12 Desember 2017 - 09:40 WIB

70 IKM komponen otomotif jalin sinergi dengan pemasok APM

Kementerian Perindustrian memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif yang berasal dari beberapa sentra Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok ...
Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:34 WIB

Kompak F-PKS Gunakan Syal Palestina-Indonesia di DPR

Sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terus mendapat kecaman. Sebagai bentuk dukungan ...
Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 07:30 WIB

Batal Menjadi Ketua DPR RI, Aziz Legowo

Politikus Partai Golkar Aziz Syamsudin mengaku tak masalah jika dirinya batal menjadi ketua DPR.Rapat Badan Musyawarah (Bamus) hari ini menyerahkan ...