Rabu, 18 Januari 2017 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Pertamina Kaji Satu Harga BBM untuk Industri

Pertamina Kaji Satu Harga BBM untuk Industri

Reporter : Fadilah | Rabu, 9 November 2016 - 15:07 WIB

IMG-18352

BBM. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto akan segera mencarikan solusi agar sektor industri di wilayah terpencil mendapatkan satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut menyusul banyaknya perusahaan di daerah yang menginginkan satu harga BBM.

Diakuinya satu harga BBM itu adalah penugasan. Kendati demikian perusahaan plat merah itu mengaku akan mengusahakannya karena hal tersebut menyangkut kebutuhan nasional.

“Saat ini kami masih mengkaji solusi yang tepat dan akan mengusahakan agar terwujud satu harga BBM bagi sektor industri,” tutur Dwi di Jakarta, Rabu, (9/11/2016).

Dia menambahkan saat ini perusahaan sedang melakukan inventarisasi industri di wilayah terpencil. Dia berharap dalam waktu dekat Pertamina segera mendapatkan solusi yang tepat.

Sebagai informasi presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program ‘Satu Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)’ di Papua.

Dengan demikian harga BBM di Papua dan sekitarnya akan diseragamkan dengan Harga BBM di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yaitu Rp 6.450 per liter untuk premium, dan Rp 5.150 per liter untuk harga solar.

Terkait permintaan presiden itu Pertamina telah menemukan solusinya. Beberapa langkah yang dilakukan oleh perusahaan plat merah itu adalah dengan mendatangkan pesawat khusus Air Tractor.

Ini difasilitasi oleh Pelita Air Service anak usaha dari Pertamina, yang merupakan best practice dalam pengiriman BBM via udara sebagau moda khusus yang dedicate menjaga ketahanan suplai agar harga terjangkau.

Kemudian Pertamina melalui pendirian lembaga penyalur Pertamina di 8 Kabupaten Pegunungan dan Pedalaman seperti Puncak, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yaimo, Tolikara, Intan Jaya dan pegunungan Afrak.

Selain itu Pertamina juga berupaya menggunakan berbagai moda transportasi baik darat maupun laut. Untuk menggunakan moda transportasi ini tentu ada biaya distribusi yang harus ditanggung oleh Pertamina.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...