Senin, 24 April 2017 | 12.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Pertamina Kaji Satu Harga BBM untuk Industri

Pertamina Kaji Satu Harga BBM untuk Industri

Reporter : Fadilah | Rabu, 9 November 2016 - 15:07 WIB

IMG-18352

BBM. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto akan segera mencarikan solusi agar sektor industri di wilayah terpencil mendapatkan satu harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal tersebut menyusul banyaknya perusahaan di daerah yang menginginkan satu harga BBM.

Diakuinya satu harga BBM itu adalah penugasan. Kendati demikian perusahaan plat merah itu mengaku akan mengusahakannya karena hal tersebut menyangkut kebutuhan nasional.

“Saat ini kami masih mengkaji solusi yang tepat dan akan mengusahakan agar terwujud satu harga BBM bagi sektor industri,” tutur Dwi di Jakarta, Rabu, (9/11/2016).

Dia menambahkan saat ini perusahaan sedang melakukan inventarisasi industri di wilayah terpencil. Dia berharap dalam waktu dekat Pertamina segera mendapatkan solusi yang tepat.

Sebagai informasi presiden Joko Widodo (Jokowi) mencanangkan program ‘Satu Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)’ di Papua.

Dengan demikian harga BBM di Papua dan sekitarnya akan diseragamkan dengan Harga BBM di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) yaitu Rp 6.450 per liter untuk premium, dan Rp 5.150 per liter untuk harga solar.

Terkait permintaan presiden itu Pertamina telah menemukan solusinya. Beberapa langkah yang dilakukan oleh perusahaan plat merah itu adalah dengan mendatangkan pesawat khusus Air Tractor.

Ini difasilitasi oleh Pelita Air Service anak usaha dari Pertamina, yang merupakan best practice dalam pengiriman BBM via udara sebagau moda khusus yang dedicate menjaga ketahanan suplai agar harga terjangkau.

Kemudian Pertamina melalui pendirian lembaga penyalur Pertamina di 8 Kabupaten Pegunungan dan Pedalaman seperti Puncak, Nduga, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Yaimo, Tolikara, Intan Jaya dan pegunungan Afrak.

Selain itu Pertamina juga berupaya menggunakan berbagai moda transportasi baik darat maupun laut. Untuk menggunakan moda transportasi ini tentu ada biaya distribusi yang harus ditanggung oleh Pertamina.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...