Kamis, 23 Maret 2017 | 11.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Reporter : Fadilah | Jumat, 11 November 2016 - 14:59 WIB

IMG-18366

Dana asing. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku segala keputusan dan perubahan yang terjadi di AS (Amerika Serikat) termasuk dari sisi politik akan memberikan dampak yang luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kendati demikian Bambang membantah jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak cukup liar pada perdagangan hari ini, Jumat (11/11/2016) merupakan imbas dari hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang memenangkan Donald Trump dari Partai Republik.

Menurutnya terpuruknya nilai tukar rupiah murni imbas prediksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang memang direncanakan usai hajatan Pilpres AS.

“Itu karena The Federal Reserve mau naikin (suku bunga) setelah pemilihan presiden selesai,” tutur Bambang di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Oleh karena itu Bambang mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.

“Pokoknya jaga fundamental, jaga kepercayaan, dan dipastikan ini hanya temporer (dampak pelemahan rupiah),” imbaunya.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55% dari Rp13.138 kemarin.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...