Selasa, 28 Februari 2017 | 21.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Reporter : Fadilah | Jumat, 11 November 2016 - 14:59 WIB

IMG-18366

Dana asing. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku segala keputusan dan perubahan yang terjadi di AS (Amerika Serikat) termasuk dari sisi politik akan memberikan dampak yang luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kendati demikian Bambang membantah jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak cukup liar pada perdagangan hari ini, Jumat (11/11/2016) merupakan imbas dari hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang memenangkan Donald Trump dari Partai Republik.

Menurutnya terpuruknya nilai tukar rupiah murni imbas prediksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang memang direncanakan usai hajatan Pilpres AS.

“Itu karena The Federal Reserve mau naikin (suku bunga) setelah pemilihan presiden selesai,” tutur Bambang di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Oleh karena itu Bambang mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.

“Pokoknya jaga fundamental, jaga kepercayaan, dan dipastikan ini hanya temporer (dampak pelemahan rupiah),” imbaunya.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55% dari Rp13.138 kemarin.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 17:41 WIB

Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Dicky Irawan menyebutkan pihanya ...
TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:44 WIB

TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP) kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul ...
TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:24 WIB

TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Walikota Madiun, Bambang Irianto. Dalam mengusut ...
Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:22 WIB

Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara

Pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (28/2/2017).Soetikno yang diperiksa sejak ...
Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…
Ekonomi - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:18 WIB

Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…

Polemik perusahaan tambang di Papua, Freeport masih terus berlangsung.Masalah semakin melebar ketika Freeport berkeras ingin menentang peraturan pemerintah Indonesia. Dan ...
Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 15:32 WIB

Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hadir di sidang ke-12 dugaan penistaan agama sebagai ahli agama, Selasa (28/2/2017).Rizieq pun mengaku ...