Rabu, 28 Juni 2017 | 05.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Reporter : Fadilah | Jumat, 11 November 2016 - 14:59 WIB

IMG-18366

Dana asing. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku segala keputusan dan perubahan yang terjadi di AS (Amerika Serikat) termasuk dari sisi politik akan memberikan dampak yang luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kendati demikian Bambang membantah jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak cukup liar pada perdagangan hari ini, Jumat (11/11/2016) merupakan imbas dari hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang memenangkan Donald Trump dari Partai Republik.

Menurutnya terpuruknya nilai tukar rupiah murni imbas prediksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang memang direncanakan usai hajatan Pilpres AS.

“Itu karena The Federal Reserve mau naikin (suku bunga) setelah pemilihan presiden selesai,” tutur Bambang di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Oleh karena itu Bambang mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.

“Pokoknya jaga fundamental, jaga kepercayaan, dan dipastikan ini hanya temporer (dampak pelemahan rupiah),” imbaunya.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55% dari Rp13.138 kemarin.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...