Kamis, 19 Januari 2017 | 15.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Nilai Tukar Rupiah Liar Pasca Pilpres AS, Pemerintah Diminta Jaga Fundamental

Reporter : Fadilah | Jumat, 11 November 2016 - 14:59 WIB

IMG-18366

Dana asing. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengaku segala keputusan dan perubahan yang terjadi di AS (Amerika Serikat) termasuk dari sisi politik akan memberikan dampak yang luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kendati demikian Bambang membantah jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang bergerak cukup liar pada perdagangan hari ini, Jumat (11/11/2016) merupakan imbas dari hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) yang memenangkan Donald Trump dari Partai Republik.

Menurutnya terpuruknya nilai tukar rupiah murni imbas prediksi kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang memang direncanakan usai hajatan Pilpres AS.

“Itu karena The Federal Reserve mau naikin (suku bunga) setelah pemilihan presiden selesai,” tutur Bambang di Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Oleh karena itu Bambang mengingatkan agar pemerintah tetap fokus menjaga fundamental ekonomi Indonesia hingga akhir tahun.

“Pokoknya jaga fundamental, jaga kepercayaan, dan dipastikan ini hanya temporer (dampak pelemahan rupiah),” imbaunya.

Untuk diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS amblas pada perdagangan hari ini dan sempat menyentuh Rp13.865 atau melemah hingga 5,55% dari Rp13.138 kemarin.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...