Kamis, 19 Januari 2017 | 09.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kapolrestabes Medan Mardiaz Kusin Digantikan Sandi Nugroho

Kapolrestabes Medan Mardiaz Kusin Digantikan Sandi Nugroho

Senin, 14 November 2016 - 18:26 WIB

IMG-18413

Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Mabes Polri kembali melakukan mutasi ratusan perwira menengah dijajaran Kepolisian Daerah (Polda). Mulai dari Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jawa Tengah hingga Polda Sumatera Utara.

Berdasarkan Telegram Polri Nomor ST/2754/X/2016, tanggal 14 November 2016 yang ditandatangani Wakapolri Komjen Syafrudin, sebanyak 165 perwira menengah dengan pangkat Komisaris Besar dan Ajun Komisaris Besar digeser.

Seperti Kapolrestabes Medan yang saat ini dipegang Komisaris Besar Mardiaz Kusin Dwihananto berpindah ke tangan Komisaris Besar Sandi Nugroho yang sebelumnya merupakan Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri.

Mardiaz pindah ke Jakarta dipromosikan menjadi Analis Madya di Bidang Pidnarkoba Bareskrim Polri (dalam rangka sespimti).

Sedangkan Sandi Nugroho sendiri sebelumnya juga pernah menjabat Mantan Kasat Reskrim Polresta Medan.

Tak hanya Mardiaz, di Polda Metro Jaya, ada Komisaris Besar Harry Kurniawan yang sebelumnya menjabat Kapolresta Depok menggantikan Komisaris Besar Irman Sugema sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota. Irmas Sugema ditarik ke Jakarta sebagai Analisis Kebijakan Madya Bidang Provos Divisi Propam Polri.

Nama lainnya adalah dengan pangkat Ajun Komisaris Besar seperti Herry Heryawan diangkat sebagai Kapolresta Depok yang sebelumnya sebagai Direskrimum Polda Metro Jaya. Didik Sugiarto mengisi jabatan Herry.

Berikutnya di Jawa Barat ada Asep Guntur yang sebelumnya sebagai Kapolres Cianjur menduduki jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Jakarta Pusat. Posisi Kapolres Cianjur diisi oleh Arif Budiman dari Polres Garut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...