Selasa, 24 April 2018 | 00.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Perdagangan RI Oktober 2016 Surplus, BPS : AS Penyumbang Terbesar

Perdagangan RI Oktober 2016 Surplus, BPS : AS Penyumbang Terbesar

Reporter : Fadilah | Selasa, 15 November 2016 - 14:37 WIB

IMG-18432

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2016 mengalami surplus US$ 1,21 miliar. Surplus diperoleh lantaran nilai ekspor Indonesia di bulan kesepuluh ini mencapai US$ 12,68 miliar atau lebih besar dibanding realisasi impor yang hanya sebesar US$ 11,47 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan angka ekspor Indonesia meningkat 0,88% dibandingkan September 2016. Begitu juga dibandingkan Oktober 2015 meningkat 4,6%.

“Ekspor non-migas Oktober 2016 mencapai US$ 11,68 miliar, naik 1,22% dibandingkan September 2016, sementara dibandingkan ekspor Oktober 2015 naik 8,43% ,” paparnya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa, (15/11/2016).

Kata dia secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 117,09 miliar atau menurun 8,04% dibanding periode yang sama tahun 2015, demikian juga ekspor non migas mencapai US$ 106,37 miliar atau menurun 4,65%.

Peningkatan ekspor non-migas Oktober 2016 terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$ 287,1 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$ 158,8 juta.

Dari sisi impor, angka yang mencapai US$ 11,47 miliar ini naik 1,55% jika dibandingkan September 2016, demikian pula jika dibandingkan Oktober 2015 naik 3,27%.

“Impor non-migas pada Oktober 2016 mencapai US$ 9,94 miliar atau naik 4,27% jika dibandingkan September 2016. Sama halnya jika dibandingkan Oktober 2015 naik 6,33%,” kata dia.

Untuk impor migas Oktober 2016 mencapai US$ 1,53 miliar atau turun 13,13% jika dibandingkan September 2016, sama halnya jika dibandingkan Oktober 2015 turun 12,97%.

Secara Kumulatif, nilai impor Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 110,17 miliar atau turun 7,50% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

“Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$ 15,30 miliar (turun 27,73%) dan non-migas US$ 94,86 miliar (turun 3,12%),” katanya.

Hal senada dikatakan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo. Menurut Sasmito, secara keseluruhan BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus tertinggi terhadap Amerika Serikat.

“Surplusnya pun mencapai US$ 6,94 miliar,” imbuh Sasmito.

Kata Sasmito surplus neraca perdagangan Indonesia juga cukup besar pada negara India dan Belanda. Tercatat, surplus negara perdagangan Indonesia terhadap India mencapai US$ 5,7 miliar, sedangkan total neraca perdagangan pada Belanda adalah US$ 1,91 miliar.

Dia berharap agar neraca perdagangan Indonesia terus tumbuh terhadap Amerika Serikat. Khususnya setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Jadi kita harap dengan terpilihnya Trump perdagangan Indonesia juga meningkat,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...