Jumat, 22 September 2017 | 18.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Perdagangan RI Oktober 2016 Surplus, BPS : AS Penyumbang Terbesar

Perdagangan RI Oktober 2016 Surplus, BPS : AS Penyumbang Terbesar

Reporter : Fadilah | Selasa, 15 November 2016 - 14:37 WIB

IMG-18432

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2016 mengalami surplus US$ 1,21 miliar. Surplus diperoleh lantaran nilai ekspor Indonesia di bulan kesepuluh ini mencapai US$ 12,68 miliar atau lebih besar dibanding realisasi impor yang hanya sebesar US$ 11,47 miliar.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan angka ekspor Indonesia meningkat 0,88% dibandingkan September 2016. Begitu juga dibandingkan Oktober 2015 meningkat 4,6%.

“Ekspor non-migas Oktober 2016 mencapai US$ 11,68 miliar, naik 1,22% dibandingkan September 2016, sementara dibandingkan ekspor Oktober 2015 naik 8,43% ,” paparnya di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa, (15/11/2016).

Kata dia secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 117,09 miliar atau menurun 8,04% dibanding periode yang sama tahun 2015, demikian juga ekspor non migas mencapai US$ 106,37 miliar atau menurun 4,65%.

Peningkatan ekspor non-migas Oktober 2016 terjadi pada lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar US$ 287,1 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak dan abu logam sebesar US$ 158,8 juta.

Dari sisi impor, angka yang mencapai US$ 11,47 miliar ini naik 1,55% jika dibandingkan September 2016, demikian pula jika dibandingkan Oktober 2015 naik 3,27%.

“Impor non-migas pada Oktober 2016 mencapai US$ 9,94 miliar atau naik 4,27% jika dibandingkan September 2016. Sama halnya jika dibandingkan Oktober 2015 naik 6,33%,” kata dia.

Untuk impor migas Oktober 2016 mencapai US$ 1,53 miliar atau turun 13,13% jika dibandingkan September 2016, sama halnya jika dibandingkan Oktober 2015 turun 12,97%.

Secara Kumulatif, nilai impor Januari-Oktober 2016 mencapai US$ 110,17 miliar atau turun 7,50% dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

“Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US$ 15,30 miliar (turun 27,73%) dan non-migas US$ 94,86 miliar (turun 3,12%),” katanya.

Hal senada dikatakan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo. Menurut Sasmito, secara keseluruhan BPS mencatat bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus tertinggi terhadap Amerika Serikat.

“Surplusnya pun mencapai US$ 6,94 miliar,” imbuh Sasmito.

Kata Sasmito surplus neraca perdagangan Indonesia juga cukup besar pada negara India dan Belanda. Tercatat, surplus negara perdagangan Indonesia terhadap India mencapai US$ 5,7 miliar, sedangkan total neraca perdagangan pada Belanda adalah US$ 1,91 miliar.

Dia berharap agar neraca perdagangan Indonesia terus tumbuh terhadap Amerika Serikat. Khususnya setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Jadi kita harap dengan terpilihnya Trump perdagangan Indonesia juga meningkat,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945
Tak Berkategori - Jumat, 22 September 2017 - 16:53 WIB

DPD RI Dukung Pembahasan Posisi Kejaksaan Dalam Amandemen Kelima UUD 1945

Ketua DPD RI Oesman Sapta mendukung pembahasan posisi Kejaksaan Agung dalam amandemen UUD 1945 agar posisinya tugas dan fungsinya jelas ...
Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela
Hukum - Jumat, 22 September 2017 - 16:11 WIB

Hakim Praperadilan Novanto Akan Bacakan Putusan Sela

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cepi Iskandar akan membacakan putusan sela dalam perkara permohonan gugatan praperadilan yang diajukan oleh ...
YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 16:01 WIB

YLKI minta BI tak paksakan biaya top up e-money

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyarankan Bank Indonesia tidak memaksakan perbankan menarik biaya isi ulang ...
Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:50 WIB

Banyak Upaya Pembelokan Sejarah, Fadli Zon Dukung Pemutaran Film G30S

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon menyatakan pemutaran film sejarah Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dinilai tepat. Karena ini ...
Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital
Ekonomi - Jumat, 22 September 2017 - 15:25 WIB

Airlangga ajak pelaku usaha garap teknologi digital

Pemerintah akan mendorong pengembangan ekonomi digital melalui basis industri dan perdagangan elektronik (e-commerce). Salah satu kunci sukses pelaksanaannya adalah perlu ...
Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara
Politik - Jumat, 22 September 2017 - 15:23 WIB

Fadli Dukung Lelang KPK Jika Uangnya Masuk Kas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi membuka lelang barang hasil rampasan dari koruptor. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendukung langkah itu ...