Senin, 11 Desember 2017 | 09.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Donald Trump Jadi Presiden AS, BPS Berharap Tak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Donald Trump Jadi Presiden AS, BPS Berharap Tak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Reporter : Fadilah | Selasa, 15 November 2016 - 14:47 WIB

IMG-18434

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Warga Amerika Serikat (AS) sudah memberikan suaranya untuk memilih presiden mereka ke-45. Hasil suara yang dihimpun, Donald Trump berhasil terpilih menjadi presiden AS mengalahkan Hillary Clinton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berharap terpilihnya Trump sebagai Presiden AS tidak mempengaruhi neraca ekspor perdagangan Indonesia. Pasalnya negeri Paman Sam itu merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia.

“Dengan adanya pergantian Presiden AS, semoga tidak akan pengaruh terhadap ekspor Indonesia yang memang paling besar ke AS,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Berdasarkan data selama Januari-Oktober 2016, ekspor ke AS mencapai US$ 12,89 miliar, atau memegang porsi 12,12% dari total ekspor.

Rinciannya ekspor minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$ 354,4 juta dan non migas sebesar US$ 12,8 miliar. Bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, ada penurunan 2,74%.

Beberapa produk utama selain migas yang diekspor adalah karet, tekstil, alas kaki, peralatan rumah tangga, komponen mesin dan peralatan listrik, kopi, coklat, dan lainnya.

Ditempat yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus tertinggi terhadap Amerika Serikat.

“Surplusnya pun mencapai US$ 6,94 miliar,” imbuh Sasmito.

Lebih jauh ia berharap agar neraca perdagangan Indonesia terus tumbuh terhadap Amerika Serikat. Khususnya setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Jadi kita harap dengan terpilihnya Trump perdagangan Indonesia juga meningkat,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...