Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Donald Trump Jadi Presiden AS, BPS Berharap Tak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Donald Trump Jadi Presiden AS, BPS Berharap Tak Pengaruhi Ekspor Indonesia

Reporter : Fadilah | Selasa, 15 November 2016 - 14:47 WIB

IMG-18434

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Warga Amerika Serikat (AS) sudah memberikan suaranya untuk memilih presiden mereka ke-45. Hasil suara yang dihimpun, Donald Trump berhasil terpilih menjadi presiden AS mengalahkan Hillary Clinton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto berharap terpilihnya Trump sebagai Presiden AS tidak mempengaruhi neraca ekspor perdagangan Indonesia. Pasalnya negeri Paman Sam itu merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia.

“Dengan adanya pergantian Presiden AS, semoga tidak akan pengaruh terhadap ekspor Indonesia yang memang paling besar ke AS,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Berdasarkan data selama Januari-Oktober 2016, ekspor ke AS mencapai US$ 12,89 miliar, atau memegang porsi 12,12% dari total ekspor.

Rinciannya ekspor minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$ 354,4 juta dan non migas sebesar US$ 12,8 miliar. Bila dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, ada penurunan 2,74%.

Beberapa produk utama selain migas yang diekspor adalah karet, tekstil, alas kaki, peralatan rumah tangga, komponen mesin dan peralatan listrik, kopi, coklat, dan lainnya.

Ditempat yang sama, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus tertinggi terhadap Amerika Serikat.

“Surplusnya pun mencapai US$ 6,94 miliar,” imbuh Sasmito.

Lebih jauh ia berharap agar neraca perdagangan Indonesia terus tumbuh terhadap Amerika Serikat. Khususnya setelah terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

“Jadi kita harap dengan terpilihnya Trump perdagangan Indonesia juga meningkat,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...