Senin, 26 Juni 2017 | 00.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Penetapan Status Tersangka Ahok Disebut Terlambat, Redam Demo?

Penetapan Status Tersangka Ahok Disebut Terlambat, Redam Demo?

Kamis, 17 November 2016 - 09:27 WIB

IMG-18460

Pengumuman hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Penetapan status tersangka pada Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki T Purnama (Ahok) dinilai terlambat dan terkesan tertekan.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J Mahesa, Kamis (17/11/2016).

Desmond mengatakan penetapan tersangka untuk kasus dugaan penistaan agama seharusnya sudah dilakukan sebelum demo 4 November terjadi.

“Kalau kinerja sih kenapa baru sekarang, harusnya kan sebelum tanggal 4 November lalu sigap karena kasus ini sensitif,” katanya seperti dikutip dari Okezone.

Menurutnya, terlambatnya Bareskrim Polri menetapkan tersangka dalam kasus ini membuat masyarakat beranggapan pemerintah takut dengan Aksi Bela Islam Jilid III yang akan digelar 25 November 2016 nanti.

Penetapan Ahok sebagai tersangka pun dinilai untuk meredam jutaan umat Islam turun ke jalan.

“Kalau ini kan kesannya jadi lain, kesannya takut turun lagi tanggal 25 gitu loh, ini karena tertekan, ini kan akhirnya fitnah praduga-praduga, ini krikil-krikil politik enggak jelas,” ucapnya.

Ia pun berharap penegak hukum kedepannya lebih jeli melihat kasus-kasus sensitif yang mengundang amarah publik seperti ini, serta lebih sigap menyelesaikannya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...
Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:32 WIB

Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI

Tim GNPF-MUI menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6). Pertemuan Presiden dengan GNPF MUI cukup mendadak ...
Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut
Nasional - Minggu, 25 Juni 2017 - 21:37 WIB

Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut

Paska insiden penyerangan yang dilakukan Hendra dan Sawaludin Pakhpahan, yang diduga merupakan pendukung Islamic State terhadap anggota polisi di ...
Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 20:59 WIB

Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut

Dua orang pelaku yang diduga merupakan pendukung Islamic State , melakukan penyerangan terhadap dua anggota Polda Sumatera Utara yang tengah ...
Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 11:01 WIB

Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir dalam khutbah Idul Fitri 1438 Hijriyah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (25/6) menyebutkan ...