Rabu, 18 Januari 2017 | 13.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mulai Tahun Depan, Pelanggan 900 VA Tak Lagi Dapatkan Listrik Murah

Mulai Tahun Depan, Pelanggan 900 VA Tak Lagi Dapatkan Listrik Murah

Reporter : Fadilah | Jumat, 18 November 2016 - 12:24 WIB

IMG-18502

Subsidi listrik. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) resmi mencabut aturan mengenai subsidi bagi pelanggan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM). Dengan dicabutnya aturan tersebut , 23 juta pelanggan 900 VA yang masuk dalam kategori RTM sudah tak lagi mendapatkan subsidi mulai Januari 2017 nanti.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenaga Listrikan KESDM, Jarman mengatakan aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN (Persero) yang akan mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi.

“Kebijakan pencabutan subsidi tersebut juga sudah disetujui DPR. Hal tersebut tertuang dalam raker antara ESDM dan Komisi VII DPR pada 22 September 2016 silam tentang RAPBN 2017,” tutur Jarman, dalam acara ‘Coffe Break’ di Kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, (19/11/2016).

Diakuinya subsidi listrik paling besar dinikmati pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang mencapai Rp 49,32 Triliun pada 2015. Namun, berdasarkan pengkajian ternyata dari dua golongan pelanggan ini masih terdapat rumah tangga yang tidak layak memperoleh subsidi.

Data Terpadu Penanganan Program Fakir Miskin menyebutkan dari total 23 juta pelanggan rumah tangga berdaya 900 VA, hanya 4,1 juta yang layak diberikan subsidi.‎

‎”Menurut Data rumah tangga miskin dan tidak mampu ini berasal dari Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” kata Jarman.

Atas dasar itu, pemerintah masih akan memberikan subsidi kepada pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Mereka yang mendapatkan subsidi merupakan golongan rumah tangga miskin atau tidak mampu.

“Mekanisme pemberian subsidi listrik tarif tenaga listrik diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016,” tukasnya.

(Fadilah)

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...