Minggu, 28 Mei 2017 | 11.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mulai Tahun Depan, Pelanggan 900 VA Tak Lagi Dapatkan Listrik Murah

Mulai Tahun Depan, Pelanggan 900 VA Tak Lagi Dapatkan Listrik Murah

Reporter : Fadilah | Jumat, 18 November 2016 - 12:24 WIB

IMG-18502

Subsidi listrik. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) resmi mencabut aturan mengenai subsidi bagi pelanggan listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Mampu (RTM). Dengan dicabutnya aturan tersebut , 23 juta pelanggan 900 VA yang masuk dalam kategori RTM sudah tak lagi mendapatkan subsidi mulai Januari 2017 nanti.

Direktur Jenderal (Dirjen) Ketenaga Listrikan KESDM, Jarman mengatakan aturan tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN (Persero) yang akan mengatur penerapan tarif non subsidi bagi rumah tangga daya 900 VA yang mampu secara ekonomi.

“Kebijakan pencabutan subsidi tersebut juga sudah disetujui DPR. Hal tersebut tertuang dalam raker antara ESDM dan Komisi VII DPR pada 22 September 2016 silam tentang RAPBN 2017,” tutur Jarman, dalam acara ‘Coffe Break’ di Kantornya, Jakarta Selatan, Jumat, (19/11/2016).

Diakuinya subsidi listrik paling besar dinikmati pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang mencapai Rp 49,32 Triliun pada 2015. Namun, berdasarkan pengkajian ternyata dari dua golongan pelanggan ini masih terdapat rumah tangga yang tidak layak memperoleh subsidi.

Data Terpadu Penanganan Program Fakir Miskin menyebutkan dari total 23 juta pelanggan rumah tangga berdaya 900 VA, hanya 4,1 juta yang layak diberikan subsidi.‎

‎”Menurut Data rumah tangga miskin dan tidak mampu ini berasal dari Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial dan dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” kata Jarman.

Atas dasar itu, pemerintah masih akan memberikan subsidi kepada pelanggan dengan daya 450 VA dan 900 VA. Mereka yang mendapatkan subsidi merupakan golongan rumah tangga miskin atau tidak mampu.

“Mekanisme pemberian subsidi listrik tarif tenaga listrik diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 29 Tahun 2016,” tukasnya.

(Fadilah)

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...