Selasa, 17 Januari 2017 | 21.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Diperiksa Polisi, Buni Yani Bawa Bukti Ini

Diperiksa Polisi, Buni Yani Bawa Bukti Ini

Jumat, 18 November 2016 - 13:11 WIB

IMG-18503

Buni Yani. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pengunggah video Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki T Purnama (Ahok) yang kini menjadi alat bukti kasus dugaan penistaan agama, Buni Yani diperiksa Polda Metro Jaya, Jumat (18/11/2016).

Mendatangi Polda Metro Jaya, Buni Yani didampingi Kuasa Hukumnya Aldwin Rahardian membawa bukti tambahan untuk kasus ini.

“Jadi kita ini melengkapi BAP, saksi-saksi sudah disiapkan kemarin sudah diperiksa beberapa orang. Nah ini kita menambahkan BAP bukti-bukti terkait bukti-bukti screenshot orang-orang yang selama ini mencemarkan nama baik pak Buni memprovokasi menebarkan kebencian itu semua kita kumpulkan kita akan serahkan ke penyidik,” ujar Aldwin di lokasi, Jumat (18/11/2016).

Kedatangan Buni Yani sendiri atas pemeriksaan sebagai saksi pelapor atas tuduhan pencemaran nama baik oleh Komunitas Advokat Pendukung Ahok-Djarot (Kotak Adja). Komunitas ini menuding Buni mengedit dan memotong video pidato tersebut sebelum disebarluaskan di Facebook.

“Klien kami ini tidak mengedit video tersebut dari durasi 1 jam beberapa puluh menit,” katanya.

Oleh karenanya Kotak Badja dianggap mencemarkan nama baik dan memfitnah Buni Yani. Saat ini ada dua orang yang dilaporkannya yakni Muanas Alaidi dan Guntur Romli.

“Keduanya berpotensi menjadi tersangka, sebab Ahok sendiri juga sudah menjadi tersangka,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...
Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 19:00 WIB

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yakni ...
Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:40 WIB

Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya

Tepat di teras warung milik Slamet, di Jalan Raya Siman, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, geger karena penemuan sesosok mayat. ...
Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:12 WIB

Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan

Belakangan ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi arogan. Karena hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah membubarkan ...