Rabu, 24 Mei 2017 | 01.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tersandung Kasus Perdata, Eks Hakim Kasus Sianida Disebut Langgar Kode Etik

Tersandung Kasus Perdata, Eks Hakim Kasus Sianida Disebut Langgar Kode Etik

Sabtu, 19 November 2016 - 10:06 WIB

IMG-18524

Terdakwa dalam kasus kopi sianida, Jessica Wongso. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang pernah menangani sidang kasus kopi sianida diduga terlibat dugaan suap pengamanan kasus perdata.

Dua hakim yakni Partahi Tulus Hutapea dan Casmaya menjadi saksi pada kasus dugaan suap yang melibatkan pengacara Raoul Aditya Wiranatakusumah dan anak buahnya, Ahmad Yani serta eks Panitera PN Jakpus, Muhammad Santoso.

Menanggapi ini, Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) mengatakan terdapat indikasi pelanggaran kode etik oleh kedua hakim tersebut. Namun, ia mengatakan perlu pendalaman kajian untuk membuktikan itu.

“Terutama pembuktian pertemuan dengan pihak berperkara,” kata dia, Sabtu (19/11/2016).

Sebab, kata Farid, pertemuan dengan pihak berperkara harus dikaji lebih dalam apakah menyebabkan perbedaan vonis perkara atau tidak.

“Bertemu dengan pihak yang sedang berperkara di luar sidang saja sudah catatan sendiri, apalagi jika memang memiliki dampak pada vonis,” lanjut Farid.

Sebelumnya, Partahi Tulus Hutapea dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa Raoul Adithya Wiranatakusuma dan anak buahnya, Ahmad Yani.

Raoul selaku pengacara didakwa memberi suap terkait penanganan perkara perdata.

Hakim yang pernah menangani kasus kopi sianida itu sendiri mengakui pernah bertemu dengan Roul namun membantah itu dilakukan di ruang kerjanya dan membahas perkara perdata yang menjerat Roul.

Ia pun mengatakan peremuan itu digagas Muhamad Santoso, eks Panitera PN Jakpus.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...
Besok, Tim Advokasi Ormas Islam Laporkan Fitnah
Nasional - Selasa, 23 Mei 2017 - 20:42 WIB

Besok, Tim Advokasi Ormas Islam Laporkan Fitnah

Besok Tim Advokasi dan Perwakilan Ormas Islam Laporkan 3 Penyebar Fitnah Percakapan Habib Rizieq Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus kuasa hukum ...
Awasi Pendistribusian Daging Celeng
Ekonomi - Selasa, 23 Mei 2017 - 19:17 WIB

Awasi Pendistribusian Daging Celeng

Pemerintah Kota Bekasi dan instansi kepolisian, diminta untuk menjaga keamanan pendistribusian daging babi atau celeng di pasar tradisional maupun modern.Mewakili ...