Jumat, 23 Juni 2017 | 22.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kapolri Sebut Ada Agenda Lain di Demo 2 Desember, Ini Jawaban Wasekjen MUI

Kapolri Sebut Ada Agenda Lain di Demo 2 Desember, Ini Jawaban Wasekjen MUI

Reporter : Fadilah | Sabtu, 19 November 2016 - 16:17 WIB

IMG-18545

Diskusi publik bertema 'Ahok Effect', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/11/2016). (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan kembali melakukan aksi demo pada tanggal 2 Desember 2016 nanti.

Mereka menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak hanya sekedar ditersangkakan, melainkan juga ditahan.

Saat menetapkan Ahok menjadi tersangka, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta agar masyarakat menghargai proses hukum. Tito berkata, kalau ada desakan untuk menetapkan Ahok ditahan, kemungkinan desakan tersebut memiliki agenda lain.

Lantas bagaimana tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait tuduhan tersebut?

“Yah saya kira kalau persoalan itu saya kira tanyakan kepada para ahli hukum, ahli konstitusi, bahwa hak unras (unjuk rasa) adalah hak massa. Selama memang unras damai, menuntut keadilan, dan ini dua juta orang lebih ini karena merasa keadilannya belum terpenuhi. Karena itu kita unras lagi,” jawab Wasekjen MU Muhammad Zaitun Rasmin, usai diskusi publik bertema ‘Ahok Effect’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/11/2016).

Lebih lanjut dia berpendapat bahwa penahanan terhadap Ahok merupakan hal yang sangat diperlukan. Sebab Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dengan ancaman penjara 5 tahun sesuai Pasal 156a KUHP.

“Berdasarkan KUHP itu bisa dilakukan penahanan,” ucapnya.

Kemudian dia juga beranggapan bahwa Ahok berpotensi mengulangi perbuatan sesuai dengan sikap arogannya selama ini, yang suka mencaci dan menghina ulama dan umat Islam.

“Dan ini memang sangat potensial, contohnya kemarin baru 1 hari ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan (Ahok) sudah mengulangi lagi perbuatannya. (Ahok mengatakan) bahwa dalam unjuk rasa kemarin (4 November) ada pembayaran Rp 500.000/orang untul yang ikut demo,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa
Hukum - Jumat, 23 Juni 2017 - 21:42 WIB

Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo resmi ditetapkan sebagai tersangka lantaran SMS yang dikirimkan kepada jaksa Yulianto diduga mengandung unsur ancaman. ...
Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina
Politik - Jumat, 23 Juni 2017 - 20:41 WIB

Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina

Ribuan massa dari Voice of Palestine, Garda Suci Merah Putih dan Solidaritas Muslimin Indonesia untuk Al-Quds mendatangi Kedutaan Besar Amerika ...
Jalanan Jakarta Mulai Lengang
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 17:18 WIB

Jalanan Jakarta Mulai Lengang

Ibukota Jakarta tak lagi sesumpek biasanya. Setiap tahun menjelang Lebaran, puluhan bahkan ratusan ribu orang pergi menuju kampung halaman untuk berkumpul ...
Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 16:36 WIB

Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun

Polisi menyebutkan selama Ramadhan, angka kriminalitas cukup mengalami penurunan hingga antara 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk arus ...
Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 10:56 WIB

Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik

Presiden Jokowi yang direncakan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah di Jakarta turut mengucapkan selamat mudik kepada masyarakat ...
1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 06:07 WIB

1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

PT Jasa Marga (Persero) TBk memprediksikan jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta pada musim Lebaran 2017 ini, mencapai 1,6 juta."Berdasarkan ...