Rabu, 23 Agustus 2017 | 16.55 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Kapolri Sebut Ada Agenda Lain di Demo 2 Desember, Ini Jawaban Wasekjen MUI

Kapolri Sebut Ada Agenda Lain di Demo 2 Desember, Ini Jawaban Wasekjen MUI

Reporter : Fadilah | Sabtu, 19 November 2016 - 16:17 WIB

IMG-18545

Diskusi publik bertema 'Ahok Effect', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/11/2016). (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) akan kembali melakukan aksi demo pada tanggal 2 Desember 2016 nanti.

Mereka menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak hanya sekedar ditersangkakan, melainkan juga ditahan.

Saat menetapkan Ahok menjadi tersangka, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta agar masyarakat menghargai proses hukum. Tito berkata, kalau ada desakan untuk menetapkan Ahok ditahan, kemungkinan desakan tersebut memiliki agenda lain.

Lantas bagaimana tanggapan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait tuduhan tersebut?

“Yah saya kira kalau persoalan itu saya kira tanyakan kepada para ahli hukum, ahli konstitusi, bahwa hak unras (unjuk rasa) adalah hak massa. Selama memang unras damai, menuntut keadilan, dan ini dua juta orang lebih ini karena merasa keadilannya belum terpenuhi. Karena itu kita unras lagi,” jawab Wasekjen MU Muhammad Zaitun Rasmin, usai diskusi publik bertema ‘Ahok Effect’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/11/2016).

Lebih lanjut dia berpendapat bahwa penahanan terhadap Ahok merupakan hal yang sangat diperlukan. Sebab Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama dengan ancaman penjara 5 tahun sesuai Pasal 156a KUHP.

“Berdasarkan KUHP itu bisa dilakukan penahanan,” ucapnya.

Kemudian dia juga beranggapan bahwa Ahok berpotensi mengulangi perbuatan sesuai dengan sikap arogannya selama ini, yang suka mencaci dan menghina ulama dan umat Islam.

“Dan ini memang sangat potensial, contohnya kemarin baru 1 hari ditetapkan sebagai tersangka, yang bersangkutan (Ahok) sudah mengulangi lagi perbuatannya. (Ahok mengatakan) bahwa dalam unjuk rasa kemarin (4 November) ada pembayaran Rp 500.000/orang untul yang ikut demo,” tukasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ma’ruf Cahyono Buka Forum Tematik Bakohumas dan Sosialisasi HUT MPR RI
Politik - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:14 WIB

Ma’ruf Cahyono Buka Forum Tematik Bakohumas dan Sosialisasi HUT MPR RI

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono, membuka secara resmi Forum Tematik Bakohumas dan Sosialisasi Penyelenggaraan Peringatan HUT ke-72 MPR RI ...
Bareskrim Sikat Kelompok ‘Saracen’, Sindikat Penyebar Kebencian di Medsos
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:06 WIB

Bareskrim Sikat Kelompok ‘Saracen’, Sindikat Penyebar Kebencian di Medsos

Bareskrim Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Patroli Siber Direktorat Sibernya mengungkap sindikat penyebar ujaran kebencian berkonten SARA yang disebar melalui ...
KPK Ambil Sampel Suara Bekas Sekda Kota Malang
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:26 WIB

KPK Ambil Sampel Suara Bekas Sekda Kota Malang

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono dalam kasus dugaan korupsi di Kota ...
Akan Jadi Besan Budi Gunawan, Ini Celetukan Buwas
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:24 WIB

Akan Jadi Besan Budi Gunawan, Ini Celetukan Buwas

Kepala BNN Komisaris Jendral Budi Waseso awal bulan nanti, tepatnya 2 September 2017 akan melangsungkan pernikahan putrinya, Nindya Nur Prasasti ...
Sebut Ada Negara Dalam Negara, DPR Ngotot Revisi UU KPK
Politik - Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:18 WIB

Sebut Ada Negara Dalam Negara, DPR Ngotot Revisi UU KPK

Waki Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta pemerintah bersiap untuk menindaklanjuti rekomendasi pansus (KiniNews /Bayu Putra) DPR memastikan akan merevisi ...
Kemendag Kejar Target Ekspor Nasional 5,6 persen
Ekonomi - Rabu, 23 Agustus 2017 - 13:56 WIB

Kemendag Kejar Target Ekspor Nasional 5,6 persen

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional terus mengupayakan sinergi antar-para pemangku kepentingan ekspor untuk mencapai target pertumbuhan ekspor ...