Jumat, 23 Juni 2017 | 22.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Wasekjen MUI: Jangan Fitnah

Wasekjen MUI: Jangan Fitnah

Reporter : Fadilah | Sabtu, 19 November 2016 - 17:25 WIB

IMG-18546

Rusuh demo Ahok, di Penjaringan Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. (kininews/Dok)

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa apa yang disampaikan Ahok dalam wawancara di portal berita Australian Broadcasting Corporation News (ABC News) merupakan Fitnah besar kepada seluruh umat islam. Menurutnya fitnah itu lebih menyakitkan daripada pembunuhan.

Karenanya dia menantang Ahok untuk membuktikan ucapannya itu. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga diminta untuk tidak menyebar isu yang menimbulkan sakit hati bagi setiap kalangan.

“Kalau memang ada (pendemo terima uang) buktikan saja, sebenarnya gampang kalau ada laporkan saja orangnya. Inikan negara hukum jangan menyebar isu yang menyakitkan masyarakat islam,” tegasnya usai diskusi publik bertema ‘Ahok Effect’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/11).

Sebagai informasi beredarnya isu Ahok menyebut pendemo 4 November 2016 mendapatkan bayaran bermula dari adanya laporan masyarakat ke Bareskrim Polri. Mereka yang melaporkan adalah Kelompok Advokat Cinta Islam Tanah Air (ACTA).

Anggota ACTA Habiburokhman mengatakan laporan pihaknya berdasarkan pada pernyataan Ahok saat di wawancarai Australian Broadcasting Corporation News (ABC News). Menurut ACTA Ahok tidak langgar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Dugaan fitnah. Dia (Ahok) menyebut demonstran 4 November dibayar Rp 500.000,” kata Habiburokhman beberapa waktu lalu.

Ahok saat diwawancarai dalam acara 7.30 WIB yang ditayangkan ABC News Ahok yakin tidak bersalah dalam kasus penistaan agama itu. Ahok menyatakan, lewat pengadilan, terbuka jalan bagi dia untuk membuktikan itu. Ahok menuding demonstrasi 4 November sarat motivasi politis.

“Semua orang akan dapat lihat sendiri bukti-buktinya, karena itulah saya bawa ke pengadilan. Saya bodoh kalau menghina Islam. Sebanyak 85 persen pemilih saya kan muslim,” ucap Ahok kepada ABC News, Kamis (17/11/2016) silam

Ahok menuturkan kasus ini adalah status quo bagi para koruptor-kesempatan bagi mereka untuk menyerang Ahok karena dia telah menghentikan banyak korupsi di Jakarta.

“Saya harus ke pengadilan untuk membuktikan bahwa kasus ini politis, bukan soal hukum semata,” ujar Ahok.

Dalam wawancara, Ahok juga mengatakan demonstrasi 4 November 2016 kemarin ditunggangi oknum politik. Dia berujar, motivasi aksi unjuk rasa itu pun sangat politis.

“Tidak mudah menggerakkan 100.000 orang. Kalau kamu nonton berita, katanya setiap orang dapat Rp 500.000,” ucap Ahok kepada wartawan ABC News.

Namun ketika ditanyai oleh pewarta ABC News siapa oknum tersebut, dia enggan menjawab. “Saya tidak tahu, tapi saya yakin presiden tahu dari intelijennya,” tutur Ahok.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa
Hukum - Jumat, 23 Juni 2017 - 21:42 WIB

Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo resmi ditetapkan sebagai tersangka lantaran SMS yang dikirimkan kepada jaksa Yulianto diduga mengandung unsur ancaman. ...
Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina
Politik - Jumat, 23 Juni 2017 - 20:41 WIB

Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina

Ribuan massa dari Voice of Palestine, Garda Suci Merah Putih dan Solidaritas Muslimin Indonesia untuk Al-Quds mendatangi Kedutaan Besar Amerika ...
Jalanan Jakarta Mulai Lengang
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 17:18 WIB

Jalanan Jakarta Mulai Lengang

Ibukota Jakarta tak lagi sesumpek biasanya. Setiap tahun menjelang Lebaran, puluhan bahkan ratusan ribu orang pergi menuju kampung halaman untuk berkumpul ...
Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 16:36 WIB

Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun

Polisi menyebutkan selama Ramadhan, angka kriminalitas cukup mengalami penurunan hingga antara 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk arus ...
Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 10:56 WIB

Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik

Presiden Jokowi yang direncakan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah di Jakarta turut mengucapkan selamat mudik kepada masyarakat ...
1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 06:07 WIB

1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

PT Jasa Marga (Persero) TBk memprediksikan jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta pada musim Lebaran 2017 ini, mencapai 1,6 juta."Berdasarkan ...