Rabu, 26 April 2017 | 16.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Wasekjen MUI: Jangan Fitnah

Wasekjen MUI: Jangan Fitnah

Reporter : Fadilah | Sabtu, 19 November 2016 - 17:25 WIB

IMG-18546

Rusuh demo Ahok, di Penjaringan Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. (kininews/Dok)

JAKARTA, kini.co.id – Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa apa yang disampaikan Ahok dalam wawancara di portal berita Australian Broadcasting Corporation News (ABC News) merupakan Fitnah besar kepada seluruh umat islam. Menurutnya fitnah itu lebih menyakitkan daripada pembunuhan.

Karenanya dia menantang Ahok untuk membuktikan ucapannya itu. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga diminta untuk tidak menyebar isu yang menimbulkan sakit hati bagi setiap kalangan.

“Kalau memang ada (pendemo terima uang) buktikan saja, sebenarnya gampang kalau ada laporkan saja orangnya. Inikan negara hukum jangan menyebar isu yang menyakitkan masyarakat islam,” tegasnya usai diskusi publik bertema ‘Ahok Effect’, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, (19/11).

Sebagai informasi beredarnya isu Ahok menyebut pendemo 4 November 2016 mendapatkan bayaran bermula dari adanya laporan masyarakat ke Bareskrim Polri. Mereka yang melaporkan adalah Kelompok Advokat Cinta Islam Tanah Air (ACTA).

Anggota ACTA Habiburokhman mengatakan laporan pihaknya berdasarkan pada pernyataan Ahok saat di wawancarai Australian Broadcasting Corporation News (ABC News). Menurut ACTA Ahok tidak langgar Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Dugaan fitnah. Dia (Ahok) menyebut demonstran 4 November dibayar Rp 500.000,” kata Habiburokhman beberapa waktu lalu.

Ahok saat diwawancarai dalam acara 7.30 WIB yang ditayangkan ABC News Ahok yakin tidak bersalah dalam kasus penistaan agama itu. Ahok menyatakan, lewat pengadilan, terbuka jalan bagi dia untuk membuktikan itu. Ahok menuding demonstrasi 4 November sarat motivasi politis.

“Semua orang akan dapat lihat sendiri bukti-buktinya, karena itulah saya bawa ke pengadilan. Saya bodoh kalau menghina Islam. Sebanyak 85 persen pemilih saya kan muslim,” ucap Ahok kepada ABC News, Kamis (17/11/2016) silam

Ahok menuturkan kasus ini adalah status quo bagi para koruptor-kesempatan bagi mereka untuk menyerang Ahok karena dia telah menghentikan banyak korupsi di Jakarta.

“Saya harus ke pengadilan untuk membuktikan bahwa kasus ini politis, bukan soal hukum semata,” ujar Ahok.

Dalam wawancara, Ahok juga mengatakan demonstrasi 4 November 2016 kemarin ditunggangi oknum politik. Dia berujar, motivasi aksi unjuk rasa itu pun sangat politis.

“Tidak mudah menggerakkan 100.000 orang. Kalau kamu nonton berita, katanya setiap orang dapat Rp 500.000,” ucap Ahok kepada wartawan ABC News.

Namun ketika ditanyai oleh pewarta ABC News siapa oknum tersebut, dia enggan menjawab. “Saya tidak tahu, tapi saya yakin presiden tahu dari intelijennya,” tutur Ahok.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus Balada Cinta Firza, Habib Rizieq Kembali Dipanggil Awal Mei
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:58 WIB

Kasus Balada Cinta Firza, Habib Rizieq Kembali Dipanggil Awal Mei

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali akan dipanggil pada awal Mei 2017 mendatang terkait dugaan kasus ...
Polisi Ungkap Sabu 2 Kilogram Disembunyikan dalam Sendal Wanita
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:21 WIB

Polisi Ungkap Sabu 2 Kilogram Disembunyikan dalam Sendal Wanita

Lagi seorang warga Nigeria penyelundup narkoba jenis sabu dari Guangzhou, Cina sebanyak 2 kilogram berinisial DHO (40) dan Evi alias ...
Andi Taufan Tiro Divonis 9 Tahun Penjara
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:09 WIB

Andi Taufan Tiro Divonis 9 Tahun Penjara

Anggota Komisi V DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI non-aktif, Andi Taufan Tiro divonis 9 tahun penjara karena terbukti secara sah ...
Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:07 WIB

Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Pedangdut Saipul Jamil melalui kuasa hukumnya yakni Tito Hananta Kusuma mengaku akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan JPU ...
Saipul Jamil Didakwa Tiga Pasal Alternatif
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 14:58 WIB

Saipul Jamil Didakwa Tiga Pasal Alternatif

Pedangdut Saipul Jamil menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), hari ...
Sidoarjo Bentuk Tim Teknis dan Siapkan Anggaran untuk Literasi
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 12:01 WIB

Sidoarjo Bentuk Tim Teknis dan Siapkan Anggaran untuk Literasi

Seiring dengan akan berakhirnya Program USAID PRIORITAS khususnya di Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu kabupaten mitra telah menyiapkan ...