Jumat, 27 April 2018 | 15.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenangan Trump, Sektor Energi Indonesia Berpotensi Menguat

Kemenangan Trump, Sektor Energi Indonesia Berpotensi Menguat

Reporter : Fadilah | Senin, 21 November 2016 - 15:54 WIB

IMG-18580

Pengamat Energi dari UGM Fahmi Radhi. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Masyarakat Amerika Serikat (AS) kini telah memiliki presiden baru. Dia adalah Donald Trump dari Partai Republik yang berhasil mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Pengamat Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengaku tak khawatir dengan terpilihnya Trump menjadi Presiden AS. Justru dia melihat ada potensi yang besar bagi Indonesia untuk memajukan sektor energi, khususnya di bidang migas.

“Trump inikan background-nya adalah seorang bussinesmandan dia (Donald Trump) sudah mempunyai investasi juga di Indonesia. Saya yakin ini akan menjadi positif bagi Indonesia,” tuturnya usai acara diskusi publik bertema ‘Krisis Energi, Mafia Migas dan Revisi UU Migas’, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin, (21/11/2016).

Karena memiliki latar belakang pengusaha yang kuat lanjutnya, Trump justru akan mendorong para pengusaha di negeri Paman Sam itu untuk melakukan investasi di Indonesia.

“Jadi menurut saya justru trump yang mempunyai latar belakang bisnis yang kuat, maka ini justru hubungannya akan menjadi bagus dengan indonesia prospeknya juga akan menjadi bagus untuk indonesia. Karena bakal banyak investasi ke Indonesia utamanya dibidang migas,” katanya.

Sementara itu, terkait proyeksi harga minyak dunia pasca kemenangan Trump, mantan anggota Tim Anti Mafia Migas ini menyatakan tidak ada satu orangpun yang bisa mengendalikan harga minyak dunia. Bahkan, organisasi negara pengekspor minyak dunia (Organization Petroleum Exporting Countries/OPEC) sekalipun tidak bisa mengendalikannya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...