Kamis, 19 Januari 2017 | 15.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenangan Trump, Sektor Energi Indonesia Berpotensi Menguat

Kemenangan Trump, Sektor Energi Indonesia Berpotensi Menguat

Reporter : Fadilah | Senin, 21 November 2016 - 15:54 WIB

IMG-18580

Pengamat Energi dari UGM Fahmi Radhi. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Masyarakat Amerika Serikat (AS) kini telah memiliki presiden baru. Dia adalah Donald Trump dari Partai Republik yang berhasil mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

Pengamat Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Fahmi Radhi mengaku tak khawatir dengan terpilihnya Trump menjadi Presiden AS. Justru dia melihat ada potensi yang besar bagi Indonesia untuk memajukan sektor energi, khususnya di bidang migas.

“Trump inikan background-nya adalah seorang bussinesmandan dia (Donald Trump) sudah mempunyai investasi juga di Indonesia. Saya yakin ini akan menjadi positif bagi Indonesia,” tuturnya usai acara diskusi publik bertema ‘Krisis Energi, Mafia Migas dan Revisi UU Migas’, di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin, (21/11/2016).

Karena memiliki latar belakang pengusaha yang kuat lanjutnya, Trump justru akan mendorong para pengusaha di negeri Paman Sam itu untuk melakukan investasi di Indonesia.

“Jadi menurut saya justru trump yang mempunyai latar belakang bisnis yang kuat, maka ini justru hubungannya akan menjadi bagus dengan indonesia prospeknya juga akan menjadi bagus untuk indonesia. Karena bakal banyak investasi ke Indonesia utamanya dibidang migas,” katanya.

Sementara itu, terkait proyeksi harga minyak dunia pasca kemenangan Trump, mantan anggota Tim Anti Mafia Migas ini menyatakan tidak ada satu orangpun yang bisa mengendalikan harga minyak dunia. Bahkan, organisasi negara pengekspor minyak dunia (Organization Petroleum Exporting Countries/OPEC) sekalipun tidak bisa mengendalikannya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...