Minggu, 30 April 2017 | 14.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Tahun 2026, Indonesia Baru Bisa Bergabung TPP

Tahun 2026, Indonesia Baru Bisa Bergabung TPP

Reporter : Fadilah | Selasa, 22 November 2016 - 15:54 WIB

IMG-18612

TPP. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional Gusmelinda Rahmi menilai Indonesia belum siap bergabung dengan Kerja Sama Trans Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP) dalam waktu dekat. Indonesia baru bisa bergabung dengan perdagangan bebas yang dimotori Amerika Serikat (AS) itu paling cepat pada 2026 mendatang.

“Yah saya rasa 10 tahun lagi,” tuturnya dalam acara Polici Dialogue Series bertema ‘Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan dan BUMN : Peluang dan Tantangan Indonesia Bila Bergabung dengan TPP’ di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa, (22/11/2016).

Saat ini, pemerintah masih mengkaji kemungkinan mengikuti blok perdagangan tersebut. Dibutuhkan waktu setidaknya dua tahun untuk mempelajari TPP.

Gusmelinda, menuturkan Indonesia baru dapat bergabung dengan TPP ketika produk dalam negeri Indonesia sudah siap menerima serbuan produk asing. Dengan demikian, pada 2022 Indonesia bisa mengajukan minatnya untuk masuk menjadi anggota TPP. Setelah itu, dibutuhkan waktu dua tahun lagi untuk negosiasi.

Dia menjelaskan di dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian dikatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah itu wajib menggunakan produksi dalam negeri. Didalam UU tersebut juga, dikatakan bahwa pengadaan barang jasa pemerintah yang dibiaya oleh pinjaman dan hibah wajib menggunakan produksi dalam negeri.

“Nah itu menjadi satu bagian pada saat kita harus bicara tentang Trans-Pasific Partnership (TPP),” katanya.

Selain itu, di dalam Undang-undang Nomor 18 tentang jasa konstruksi di situ juga ada yang namanyaā€ˇ badan usaha jasa konstruksi asing di mana badan usaha jasa konstruksi asing, di sana dikatakan kontraktor itu boleh asing itu hanya 67% dan sebagainya.

“Hal itu akan terjadi benturan dalam proses kegiatan TPP nantinya,” ucapnya.

Pasalnya dalam perdagangan bebas yang dicanangkan oleh TTP telah bersinggungan dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia mengenai kebijakan perdagangan.

“Nah ini juga harus dilihat bahwa mungkin ada sedikit gesekan dengan TPP nantinya,” pungkasnya.

Oleh karena itu dia mengusulkan, jika pemerintah berkukuh mengikuti TPP. Pemerintah harus segera membuat beberapa peraturan agar terbuka untuk asing.

“Kalau kita butuh asing kita cari asing tapi pada saat tidak butuh asing ya sudah,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto
Nasional - Minggu, 30 April 2017 - 12:16 WIB

Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto

Setelah menyindir soal ribuan karangan bunga yang diberikan warga kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ...
Habib Rizieq Ungkap Teror Kepada Mahasiswa dan Pelajar Indonesia di Madinah
Nasional - Sabtu, 29 April 2017 - 23:06 WIB

Habib Rizieq Ungkap Teror Kepada Mahasiswa dan Pelajar Indonesia di Madinah

Saat ini Imam Besar FPI, Habib Rizieq beserta seluruh keluarganya tengah menjalankan ibadah umroh ke Saudi Arabiah. Sejumlah kalangan menilai ...
Habiburokhman: Mau Tau Jumlah Orang Bego, Cek Aja Karangan Bunga di Balaikota
Nasional - Sabtu, 29 April 2017 - 21:01 WIB

Habiburokhman: Mau Tau Jumlah Orang Bego, Cek Aja Karangan Bunga di Balaikota

Kepala Bidang Advokat DPP Gerindra Habiburokhman kembali melontarkan sindiran pedasnya atas ribuan karangan bunga dari warga untuk Gubernur dan Wakil ...
Fahida Idris Adakan Sayembara Laporkan Nathan ke Polisi
Peristiwa - Sabtu, 29 April 2017 - 20:28 WIB

Fahida Idris Adakan Sayembara Laporkan Nathan ke Polisi

Wakil Ketua Komite 3 DPD RI, Fahira Idris mengadakan sayembara bagi siapa saja yang berhasil melaporkan Nathan ke Polisi. Bahkan ...
Buni Yani dan Rizieq Shihab Diancam Bunuh oleh Orang Ini
Nasional - Sabtu, 29 April 2017 - 20:18 WIB

Buni Yani dan Rizieq Shihab Diancam Bunuh oleh Orang Ini

Buni Yani, tersangka kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mendapatkan ancaman pembunuhan oleh akun Twitter @NathanSuwanto. Tak ...
Dua Kakek Babak Belur usai Curi Sempak
Peristiwa - Sabtu, 29 April 2017 - 17:42 WIB

Dua Kakek Babak Belur usai Curi Sempak

Dua pelaku berusia lanjut berani mencuri celana dalam alias sempak di minimarket di Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan ...