Selasa, 21 Februari 2017 | 21.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Anak Buahnya Diciduk KPK, Sri Mulyani Senang

Anak Buahnya Diciduk KPK, Sri Mulyani Senang

Reporter : Fadilah | Rabu, 23 November 2016 - 08:56 WIB

IMG-18626

Konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap seorang pejabat Ditjen Pajak. (KiniNews/Fadillah)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengaku sangat kecewa karena masih ada pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menerima suap dari wajib pajak.

Terutama pada saat pemerintah tengah dalam proses membangun kembali kepercayaan wajib pajak melalui program pengampunan pajak Tax Amnesty.

“Tentu saya sangat kecewa terhadap tindakan aparat pajak,” tegas Ani saat Konferensi Pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa, (22/11/2016).

Ani begitu ia akrab disapa tampak kesal oleh perbuatan yang dilakukan anak buahnya itu. Bahkan dia menyebut hal yang dilakukan oknum HS merupakan sebuah penghianatan oleh oknum petugas pajak.

“Tindakan HS mencerminkan suatu pengkhianatan prinsip tata kelola yang baik, integritas, kejujuran, yang merupakan nilai yang dianut Kemenkeu dan Dirjen Pajak,” ujarnya.

Mantan Direktur Wolrd Bank itu menegaskan, bahwa perbuatan oknum HS itu, sangat mencederai nilai yang dianut Kemenkeu dan Ditjen Pajak serta kolega-kolega yang lain.

“Ini pencederaan serius dan saya sangat kecewa,” tegasnya kembali.

Kendati demikian, ia mengaku senanng dan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada KPK yang telah berani membongkar praktik suap di kementeriannya.

“Bahkan kami menganggap bahwa hikmah dari OTT ini bagian dari upaya yang sistematis dan kredibel membangun perpajakan yang bersih dari korupsi dan miliki nilai integritas yang baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah Kasubit Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak, Kementerian Keuangan berinisial HS (Handang Soekarno) dan petinggi PT E.K Prima Ekspor Indonesia bernisial RRN (Ras Rajamohanan Nain).

Mereka menjadi tersangka usai terjaring OTT KPK pada Senin, (21/11/2016) kemarin malam di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Dalam OTT KPK menemukan uang sebesar US$ 148.500 ditangan tersangka HS.

Akibat perbuatannya itu, HS selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a), atau huruf (b), atau Pasal 11 Undang-Undang Tipikor Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Nomor 20 tahun 2001.

Sedangkan RRN sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau huruf (b), Pasal 13 UU Tipikor Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah Nomor 20 tahun 2001 KUHP.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Lima Lansia Dievakuasi BPBD Bekasi
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 21:31 WIB

Lima Lansia Dievakuasi BPBD Bekasi

Lima warga lansia, dan Satu dibawah umur yang sedang mengidap penyakit berhasil dievakuasi Satuan Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ...
SMK Ananda Bekasi Siap Laksanakan UNBK
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 21:27 WIB

SMK Ananda Bekasi Siap Laksanakan UNBK

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ananda yang berada di Jalan Prof. M Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Siap melaksanakan ...
Tandon kota Bekasi belum Berfungsi Optimal
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 20:59 WIB

Tandon kota Bekasi belum Berfungsi Optimal

Seluruh proyek kolam retensi atau tandon yang dibangun sejak 2015 hingga 2016 di wilayah Kota Bekasi hingga kini belum berfungsi ...
Nyali Habib Rizieq Dianggap Rontok Terbantahkan !
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 20:18 WIB

Nyali Habib Rizieq Dianggap Rontok Terbantahkan !

Kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ditengah-tengah massa ratusan ribu aksi 212 jilid II di DPR, ...
Banjir Jakarta, PKS Minta Masyarakat Tidak Menyalahkan Siapapun
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 19:49 WIB

Banjir Jakarta, PKS Minta Masyarakat Tidak Menyalahkan Siapapun

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak menyalahkan siapa pun terhadap bencana ...
Habib Rizieq Ajak Massa Jihad Bela Negara, Bela Islam dan NKRI
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 19:19 WIB

Habib Rizieq Ajak Massa Jihad Bela Negara, Bela Islam dan NKRI

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang hadir disela kerumunan massa memberikan orasinya dihadapan massa Forum Umat ...